Tutorial Mengawetkan Tumbuhan sebagai Media Belajar, Klik Ini!
Klikhijau.com - Cara mengawetkan tumbuhan dengan cara mengeringkannya di bawah tekanan. Tanaman atau tumbuhan dapat diawetkan menjadi koleksi spesimen. Pengawetan ini disebut dengan herbarium. Isti...
Klikhijau.com - Cara mengawetkan tumbuhan dengan cara mengeringkannya di bawah tekanan. Tanaman atau tumbuhan dapat diawetkan menjadi koleksi spesimen.
Pengawetan ini disebut dengan herbarium. Istilah ini diperkenalkan Turnefor pada tahun 1700 untuk tanaman obat yang dikeringkan sebagai koleksi.
Banyak tanaman lokal yang dulu pernah tumbuh sekarang sudah hampir punah bahkan beberapa varietas tanaman tidak dapat lagi ditemukan di sekitar kita.
Salah satu fungsi herbarium untuk melakukan koleksi spesimen tumbuhan yang diawetkan adalah kebutuhan penelitian ilmiah seperti taksonomi. Penelitian ilmiah bukan hanya para mahasiswa, peneliti atau para ahli saya yang membutuhkannya.
Seorang petani juga dapat melakukan herbarium dengan tujuan pendidikan, persediaan material, perlindungan, dan pengajaran dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Koleksi kering diperoleh dari tanaman yang dipres dan ditempelkan pada lembaran kertas, biasanya kertas manila yang diberikan label dan data rinci tentang tanaman itu. Spesimen tanaman dapat berupa tumbuhan yang utuh atau bagian dari tumbuhan itu yang dikoleksi.
[irp posts="6661" name="Terancam Punah, Buah-Buahan Kenangan Ini Bakal Jadi Bahan Nostalgia"]
Cara mengawetkan tumbuhan dengan pengeringan tumbuhan pertama kali dilakukan oleh Professor Luca Ghini (1490-1550), ahli Botani di Universitas Bologna, Italia.
Orang Italia ini melakukan dengan cara mengeringkan tumbuhan di bawah tekanan dan melekatkannya di atas kertas serta mencatatnya sebagai koleksi ilmiah.