Tragedi di Buton, Minyak Sawit Mentah yang Tumpah Cemari Lingkungan

oleh -861 kali dilihat
Minyak kelapa sawit tumpah di perairan Buton
Minyak kelapa sawit tumpah di perairan Buton/foto-Inilahsultra.com
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Dampak yang sangat buruk melanda Kabupaten Buton Selatan dan Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara sebab terkena tumpahan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Sindonews.com memberitakan tahun 2018 lalu, tumpahan minyak sawit mentah itu berasal dari kapal tongkang yang memuat sekitar 400 Ton CPO dari Poso pada Desember 2018 dan karam karena dihantam ombak besar dan angin kencang akibat cuaca buruk.

Tumpahan minyak mentah tersebut telah mengakibatkan kerusakan ekosistem dan gangguan kesehatan masyarakat di tiga desa di Kabupaten Buton Selatan.

Ini akibat menghirup udara yang terkontaminasi bau menyengat lantaran tumpahan minyak mentah tersebut.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Selatan menyayangkan tumpahnya minyak di perairan laut Kabupaten Buton  Selatan tersebut, sebab telah mengganggu mata pencaharian masyarakat nelayan.

KLIK INI:  DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

Terkait permasalahan  tersebut sebanyak 11 orang anggota DPRD Buton Selatan yang dipimpin oleh Ketua DPRD (La Usman) mengunjungi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar pada hari Kamis, 31 Januari 2019 lalu.

Para legislator tersebut berkonsultasi mengenai langkah tercepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ir. Misto M.P, Kepala BP2LHK Makassar menjelaskan bahwa minyak sawit adalah minyak lemak dan sifatnya dapat berubah menjadi busuk yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Dengan demikian, Pemda dan semua pihak terkait  harus segera mengambil langkah secepatnya untuk menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan.

Koordinasi dengan Balai Gakkum Wilayah Sulawesi

Berdasarkan diskusi yang berkembang, BP2LHK Makasar mengarahkan DPRD Buton Selatan untuk berkoordinasi dengan Balai Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi (Balai Gakkum) terkait dengan aspek hukum penanganan tumpahan minyak dan dampaknya.

KLIK INI:  Lingkungan yang Rusak Penyebab Tingginya Intensitas Bencana

Tumpahan minyak kelapa sawit

Perspektif lain dituturkan Nur Hayati, peneliti Sosial Ekonomi Lingkungan BP2LHK Makassar yang hadir pada pertemuan tersebut.

Nur Hayati memberikan saran yang dapat dilakukan oleh DPRD Buton Selatan, yaitu menghitung dampak kerugian akibat tumpahan minyak. Termasuk mengevaluasi dampak ekonomi dari pencemaran.

Pasca pertemuan itu, DPRD Buton berencana mengambil langkah taktis penyelesaian masalah. Di antaranya segera ke Balai Gakkum Sulawesi untuk berkoordinasi.

Mencari informasi lebih lanjut dalam rangka penyelesaian permasalahan yang sudah memberikan dampak negatif yang luas.

Betapa pun juga, apa yang terjadi di Buton adalah sebuah tragedi bagi lingkungan.

KLIK INI:  Isi Liburan dengan Hal Positif, Semisal Belajar Pemulihan Ekosistem