- Gakkumhut Menang Praperadilan Kasus Penebangan Ilegal di Solok, Netizen Beri Respons Pedas - 04/12/2025
- PN Poso Kabulkan Gugatan WALHI, Kawasan Industri Nickel Morowali Utara Segera Perbaiki Kerusakan Lingkungan - 04/12/2025
- Eksplorasi Gunung Laut Sulawesi, OceanX dan BRINKolaborasi Ekspedisi Laut Dalam - 03/12/2025
Klikhijau.com – Seperti sudah menjadi ciri khas selama puasa Ramadhan, aneka takjil atau hidangan berbuka puasa sering menghiasi meja makan.
Belanja beraneka hidangan untuk takjil bahkan menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Seolah mau balas dendam setelah sehari berpuasa.
Nah, berkaitan dengan belanja hidangan takjil atau kebutuhan sehari-hari, tidak jarang lupa bahwa upaya ramah lingkungan harus tetap diterapkan.
Sebuah situs Islam, ProductiveRamadan.com menyebutkan, terdapat 5 langkah untuk melakukan ramah lingkungan (green ramadhan) pada bulan Ramadhan. Penasaran apa saja? Mari simak lebih lanjut.
Tips green ramadhan
Pertama, membeli sayur-mayur dan buah-buahan yang dipanen petani setempat. Membeli hasil pertanian lokal, berarti sayur-mayur dan buah-buahan itu tidak perlu diangkut sejauh ribuan kilometer, jarak rata-rata yang ditempuh truk-truk pengantar hasil pertanian itu.
Berarti, semakin jauh perjalanan yang ditempuh, semakin besar emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.
Kedua, pertimbangkan untuk makan daging yang dijual dari tempat penjagalan, yang menyembelih hewan sesuai dengan hukum Islam atau yang punya sertifikat halal. Islam mengatur tentang cara pemeliharaan ternak yang kerap kali berlawanan dengan yang dilakukan oleh peternakan berskala besar.
Banyak peternakan milik pribadi, membiarkan ternaknya berkeliaran dan merumput secara bebas dan tidak menggunakan hormon pertumbuhan dan antibiotik, serta memenuhi ketentuan halal.
Ketiga, hindari penggunaan wadah yang terbuat dari styrofoam dan plastik, yang sehabis dipakai langsung dibuang. Wadah-wadah semacam itu tidak ramah lingkungan.
Bayangkan saja, orang Amerika membuang 25 miliar gelas plastik setahunnya. Saat buka puasa atau sahur lebih baik menghindari penggunaan wadah sekali pakai seperti botol minum sekali pakai, sedotan plastik, serta kantong plastik. Lebih baik untuk menggunakan wadah isi ulang yang dapat digunakan berkali-kali.
Warga Islam yang hidup di Amerika bahkan progresif mengurangi pemakaian energi selama bulan Ramadhan. Banyak cara dapat dilakukan, di antaranya, hanya menghidupkan pendingin ruangan jika berada di rumah, sehingga akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan rekening listrik.
Sama halnya dengan di masjid, menghidupkan pendingin di dalam ruangan dan menutup pintu masjid, serta mematikan lampu, berarti mengurangi pemakaian energi.
Selain itu gunakan lap kain sebagai pengganti tissue. Tissue terbuat dari olahan produk hutan yaitu kayu. Ada baiknya mulai mencari alternatif lain selain tissue yaitu lap kain yang dapat digunakan berkali-kali.
Pengolahan sampah dengan memisah sampah organik dan non organik juga dapat dilakukan sebagai upaya ramah lingkungan saat Ramadhan tiba.
Terakhir, umat Muslim dapat melakukan upaya ramah lingkungan selama Ramadhan, dengan menumpang mobil bersama-sama teman atau rekan jika akan menghadiri shalat tarawih setelah berbuka puasa.
Dengan demikian, maka mengurangi kemacetan lalu-lintas, pencemaran udara dan kesulitan mendapat tempat parkir. Halaman parkir di masjid-masjid selalu dipenuhi oleh mobil dan para jamaah selama bulan Ramadhan.








