- Kembang Hujan - 12/01/2026
- Sebelum Polusi Tiba - 04/01/2026
- Perihal Pohon Durian di Belakang Rumah dan Anggrek Macang yang Menghuninya - 25/12/2025
Klikhijau.com – Sebagai orang yang telah lama bergelut dengan lingkungan. Vice President of Public Policy and Government Relation Tokopedia, Astri Wahyuni menyadari gaya hidup konsumtif adalah bagian dari pemicu masalah sampah.
Ya, persoalan sampah memang persoalan yang rumit. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelesaikannya. Namun, yang paling utama yang harus ditempuh adalah penyadaran akan bahaya sampah.
Selain penyadaran, selama ini kita kenal cara pengendalian sampah yaitu dengan 3R ( reuse, reduce, dan recycle). Namun, bagi Astri 3R saja tidak cukup, harus ditambah lagi dua 2R, yakni refuse dan root.
“Setelah menerapkan 5R, aku jadi lebih bahagia karena hidup aku lebih simpel. Keinginan aku untuk membeli hal-hal tidak penting juga berkurang, jadi bisa lebih banyak nabung untuk jalan-jalan sama keluarga,” terang Astri.
Untuk lebih jelasnya, berikut uraiannya seperti yang ditulis di situs Tokopedia:
-
Refuse
Hal paling dasar yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi sampah adalah dengan menolak hal-hal yang tidak kita butuhkan. Contoh paling mudah adalah dengan berhenti menggunakan sedotan plastik atau cup minuman sekali pakai. Selain itu, kita juga bisa menolak pemberian brosur, atau merchandise yang sekiranya tidak kita butuhkan
-
Reduce
Tidak dapat dipungkiri, kita memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, misalnya sandang dan papan. Meskipun hal semacam itu tidak bisa kita tolak, tetapi kita bisa mengurangi frekuensi penggunaan atau menggantinya dengan produk lain yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, kita bisa mengganti pemakaian sabun cair dengan sabun batang, sikat gigi berganggang plastik dengan sikat gigi berganggang kayu, dan bijak dalam berbelanja baju sesuai dengan kebutuhan.
-
Reuse
Untuk hal-hal yang memang kita butuhkan dan tidak bisa ditolak atau dikurangi, kita bisa melakukan ubah fungsi atau mempergunakannya kembali untuk hal lain sehingga usia barang bisa lebih panjang dan tidak langsung terbuang begitu saja.
Sebagai contoh, kita bisa memanfaatkan baju bekas tidak layak pakai sebagai kantong belanja atau menggunakan toples-toples kaca sebagai wadah penyimpanan makanan menggantikan plastik sekali pakai.
-
Recycle
Ketika kita tidak dapat melakukan refuse, reduce, dan reuse, barulah kita melakukan recycle atau daur ulang. Saat ini, sudah tersedia organisasi-organisasi yang menerima jasa daur ulang sampah khususnya plastik sehingga kita bisa mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA.
-
Rot
Terakhir adalah rot, yakni melakukan proses pengolahan sampah-sampah organik, khususnya sampah organik rumah tangga berupa sayuran. Sampah-sampah organik diproses menjadi kompos yang dapat dijadikan penyubur tanaman. Cara pembuatannya pun mudah karena dapat dipelajari melalui Youtube.
Selamat menemukan jalan menuju ramah lingkungan.








