Tips Menjalani Skin Minimalism, Rahasia Rawat Kulit dan Bumi

oleh -31 kali dilihat
Tips Menjalani Skin Minimalism, Rahasia Rawat Kulit dan Bumi
Ilustrasi - Foto: Pixabay
Yusrawati

Klikhijau.com – Mungkin telinga sudah lumrah mendengar dengan istilah gaya hidup minimalis dan juga istilah skin minimalism. Gaya hidup ini pertama kali diperkenalkan oleh wanita berdarah Jepang Mario kondo. Metode ini kemudian dinamakan metode “Konmari”.

Namun tahukah kamu bahwa dalam  dunia kecantikan pun dikenal pula konsep minimalis yang dikenal sebagai skin minimalism.

Melansir dari klikdokter, skin minimalism adalah sebuah tren yang berusaha untuk mewujudkan kulit yang lebih baik dengan cara mengurangi tahapan penggunaan skincare ataupun makeup. Moto skin minimalism sendiri adalah less is more.

Skin minimalism sebenarnya telah menjadi sebuah tren sejak pandemi saat setiap orang dituntut untuk beraktivitas dari rumah, sehingga skin minimalism lebih banyak dipilih untuk di gunakan. Jadi, jika dahulu skincare berlayer-layer ala Korea populer, kini metode tersebut sudah tak lagi diminati.

KLIK INI:  Benarkah Berjilbab Berisiko Kekurangan Vitamin D? Klik Ini!

Hal tersebut terjadi karena menurut dermatology dan founder entire dermatology, menggunakan produk kecantikan dapat memperburuk kondisi kulit yang tengah dialami bahkan sampai menimbulkan masalah kulit baru seperti breakout, kemerahan, iritasi, hingga kulit kering (Parapuan.co,13/4/22)

Skin minimalism sendiri dinilai lebih baik bagi kulit tapi juga membantu agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dan uang untuk memakai dan beli produk kecantikan.

Selain itu, tren kecantikan ini akan membantu kamu untuk menjaga skin barrier tetap sehat dengan meminimalisir skincare.

Produk kosmetik dan dampaknya bagi lingkungan

Jika menilik lebih dalam, skin minimalism sebenarnya bukan hanya sekedar tren saja melainkan dibaliknya ada pula kebermanfaatan jangka panjang untuk menyelamatkan lingkungan. Seperti yang diketahui saat ini sampah selalu menjadi masalah.

Secara global industri produk kecantikan ternyata telah memproduksi lebih dari 120 miliar kemasan/tahun dan sebagian besarnya tidak dapat di daur ulang. Pada tahun 2018 pun, di Amerika Serikat didapatkan hampir sebanyak 7,9 miliar  unit rigit plastik diproduksi hanya untuk digunakan sebagai kemasan produk kecantikan.

KLIK INI:  Benarkah Bersepatu Tanpa Mengenakan Kaus Kaki Mengganggu Kesehatan?

Selain itu, pasar kosmetik global melaporkan bahwa seluruh dunia telah dihasilkan sebanyak USS 341 miliar pendapatan selama tahun 2020 bahkan diprediksi akan meningkat sampai USS 560,50 miliar 2030 kedepan.

Tentunya mencermati data data tersebut membuat kita harus segera memikirkan bahwa hal tersebut bisa menambah masalah sampah khususnya yang bersumber dari plastik sekali pakai.

Selain itu, desakan konsumen pada produsen kosmetik untuk menggunakan bahan baku yang ramah bagi lingkungan sudah massif beberapa tahun terakhir.

Menurut data dari international beauty survey 2020, memaparkan bahwa generasi milenial dan generasi Z mendominasi  sebagai konsumen yang menginginkan agar produsesn beralih pada kemasan ramah lingkungan.

Hal ini dilakukan tak lain untuk mendorong agar produsen bisa menepati komitmennya pada bisnis yang berkelanjutan. Salah satu unsurnya adalah keramahannya pada lingkungan.

KLIK INI:  Lebih Berkelanjutan, Masker Kain Bisa Dicuci dan Digunakan Selama Setahun

Hemat Waktu dan Budget

Menggunakan banyak rangkaian produk skincare tentunya butuh waktu yang tak sedikit. Karna butuh jeda untuk membiarkan setiap produknya menyerap. Sudah jelas hal ini tak dapat dilakukan jika sedang terburu buru.

Waktu yang tersita untuk digunakna memakai skincare berlapis-lapis bisa lebih baik dialokasikan pada hal yang lebih bermanfaat seperti menambah quality time bersama keluarga dan mengerjakan hal lain.

Dari sisi budget, sudah jelas untuk produk yang kualitasnya baik tentunya butuh biaya yang tak murah. Maka bisa dibayangkan jika membeli produk skincare dalam jumlah banyak, apalagi jika tidak cocok.

Bagaimana Tips Memulai Ikut Tren Ini?

Pertama, pilih produk yang dapat mengatasi beberapa masalah kulit kalian sekaligus. Karena menumpuk berbagai macam produk untuk berbagai masalah kulit juga bisa mengiritasi  kulit.

Kedua, fokuslah pada masalah utama kulitmu, dengan fokus pada masalah kulit akan membuat kita mudah memilih rangkain produk yang akan dipakai.

Ketiga, pilih produk yang multifungsi. Pakailah satu produk untuk mengganti produk yang lain. Misalnya pilihlah produk seperti pelembap wajah yang sekaligus dapat digunkan untuk melembapkan area mata,leher,juga badan. Jadi sudah tidak butuh untuk beli lagi krim yang khusus untuk mata leher dan lainnya.

Keempat, cermati komposisi yang ada dalam kandungan produk, pilihlah komposisi produk yang dapat mengatasi berbagai masalah kulit sekaligus. Contohnya jika memilih maslaah wajah jerawat,keriput atau garis halus makan bisa memilih produk dengan kandungan retinol

Itulah penjelasan seputar skinminimalism, sekarang menjadi pilihanmu untuk beralih pada skinminimalism yanag ramah bagi kantong, kulit dan juga bumi atau tidak.

Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Benarkah Anda Butuh Waktu Tidur 8 Jam? Klik Ini!