Teo (Kareo Padi) dan Ingatan Masa Kecil

Klikhijau.com - Jelang malam, seekor kareo padi berkeliaran di tandabaca yang sepi.  Mungkin burung yang di kampung saya, Desa Kindang bernama teo itu mengira tak ada orang, makanya ia berani. Saya...

Teo (Kareo Padi) dan Ingatan Masa Kecil
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Jelang malam, seekor kareo padi berkeliaran di tandabaca yang sepi.  Mungkin burung yang di kampung saya, Desa Kindang bernama teo itu mengira tak ada orang, makanya ia berani.

Saya yang sedang berada di atas Rumah Pohon Binara Cinta Kaisah Ayatulauni terperangah melihatnya. Sangat jarang bisa menyaksikan teo dari jarak kurang lebih lima meter.

Karena itulah, kemarin, Jumat, 15 Juli 2023 saat jelang malam itu, menjadi salah satu moment yang cukup berkesan di tandabaca.

Saya tidak ingin melepas kesempatan langka itu. Mulailah saya bergerak dengan pelan, mengarahkan kamera gawai kepad burung dari famili Rallidae itu. Memotretnya berkali-kali, sayang, karena jaraknya lumayan jauh, hasilnya kurang maksimal.

[irp]

Teo itu berjalan ke arah pohon cengkeh, melompat ke atas. Tatapan saya tak lepas darinya dan ia tak menyadari kehadiran saya. Saya berusaha tak menimbulkan suara, sebab burung yang juga dikenal dengan nama ruak-ruak itu sangat sensitif dengan suara.

Ia melompat dari satu ranting ke ranting lainnya, sebelum menyeberang ke cengkeh yang lain—yang lebih rindang dan saya tak bisa lagi melihatnya, juga tak mencoba mencarinya.

Sepertinya, teo itu mencari tempat bermalam. Dan ia memilih pohon cengkeh yang rindang agar lebih aman.

Burung bernama latin Amaurornis phoenicurus itu adalah satwa yang habitatnya di lahan basah, yakni rawa, tepi sungai, danau, dan sawah.

Karena tandabaca dikelilingi oleh hamparan sawah, maka tak mengagetkan jika teo sering terlihat. Jika pun tak terlihat, suara khasnya akan mengirim kabar akan keberadaannya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2