Tentang Pohon Gandaria, Si Penyimpan Air yang Tak Egois
Klikhijau.com – Pohon gandaria merupakan tanaman buah tropik. Bisa tumbuh menjulang hingga mencapai ketinggian 27 meter. Batangnya memiliki diameter hingga 55 cm. Dalam buku 100 Spesies Pohon Nu...
Klikhijau.com – Pohon gandaria merupakan tanaman buah tropik. Bisa tumbuh menjulang hingga mencapai ketinggian 27 meter. Batangnya memiliki diameter hingga 55 cm.
Dalam buku 100 Spesies Pohon Nusantara, Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati yang ditulis Hendra Gunawan, Sugiarti, Marfuah Wardani, Nina Mindawati tahun 2019. Pohon dari ordo Sapindales ini termasuk 100 spesies pohon Nusantara.
Namun meski begitu, Vilma L. Tanasale, (2011) mengungkapkan belum banyak yang melihatnya sebagai objek studi penelitian ilmiah. Itu dikarenakan kelangkaannya di Nusantara ini. Apalagi penyebarannya sangat jarang dijumpai di Indonesia.
Misalnya di Maluku, penyebarannya hanya dapat dijumpai pada beberapa daerah saja, di antaranya pulau Ambon.
[irp]
Di pulau inilah yang menjadi sentra produksi terbesar pohon gandaria. Selebihnya tersebar di Kabupaten Maluku Tengah, khususnya di pulau Seram Barat dan Saparua.
Masih menurut Vilma L. Tanasale Pulau Ambon merupakan daerah yang ditumbuhi oleh jenis-jenis lokal pohon dari famili Anacardiaceae ini. Kehadirannya di pulau tersebut cukup melimpah, bahkan membentuk hutan yang telah dinobatkan sebagai hutan lindung.
Secara umum, pohon ini tersebar di Ambon, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Penyimpan air
Papilaya, (2002) menyatakan pohon gandaria merupakan pohon yang mendominasi di hutan daerah tangkapan air. Pohon ini sangat bermanfaat dalam hal menyimpan air dan melindungi daerah sekitar tangkapan air dari bahaya banjir dan erosi. Pohon gandaria bukanlah pohon yang egois, yang hanya ingin hidup sendiri. Namun, ia bisa hidup berdampingan dengan damai bersama tanaman lainnya, semisal durian, salak, langsat, kecapi, manggis dan tumbuhan lainnya. Titik pertumbuhannya juga cenderung bisa berdamai dengan banyak medan, karena bisa tumbuh di antara garis pantai hingga daerah pegunungan. Ia bisa tumbuh dengan baik dari ketinggian 5 hinggan 850 mdpl. Pohon dari spesies Bouea macrophylla Griff ini memiliki tajuk yang rapat, dahan lebar memanjang, dengan ujung yang tumpul. Bagi kamu yang ini memperbanyak pohon dari famili Anacardiaceae ini. Kamu bisa melakukannya dengan cara generatif melalui biji, atau vegetatif dengan cangkok. Pada bulan Juni-November menjadi waktu untuk berbunga. Buahnya akan masak saat memasuki bulan Maret-Juni. Untuk lebih jelasnya berikut ulasan singkatnya mengena bagian-bagian pohon ini:-
Daun
-
Bunga
-
Buah
-
Batang
Manfaat pohon gandaria
Pohon gandaria memiliki beragam manfaat. Kayunya dapat digunakan untuk membuat sarung keris dan papan. Daunnya yang masih muda dikonsumsi sebagai lalap. Sedangkan buahnya yang telah masak rasanya dengan rasa asam manis bisa dikonsumsi langsung. Untuk buah yang masih muda dapat dibuat rujak, sambal atau untuk olahan makanan lainnya, Tri Harsono (2017). Buahnya mengandung vitamin C yang tinggi, dan senyawa metabolit sekunder, yaitu sapo fenol. Di Ambon buah gandaria menjadi komoditi yang cukup diminati karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan cukup baik.Klasifikasi ilmiah
- Kingdom : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta
- Kelas : Magnoliopsida
- Ordo : Sapindales
- Famili : Anacardiaceae
- Genus : Bouea
- Spesies : Bouea macrophylla Griff.