Tantangan Berat Bagi Indonesia, Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Tidak Berkelanjutan
Klikhijau.com - Pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia paparkan langsung Menteri LHK, Situ Nurbaya. Siti memaparkannya pada acara official opening of the 9th Trondheim Conference on Biodiversi...
Klikhijau.com - Pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia paparkan langsung Menteri LHK, Situ Nurbaya. Siti memaparkannya pada acara official opening of the 9th Trondheim Conference on Biodiversity di Norwegia, Selasa, 2 Juni 2019. Dalam paparannya, Siti berbagi informasi dan pengalaman Indonesia dalam pengelolaan keanekaragaman hayati
"Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Indonesia telah menunjuk 552 kawasan konservasi seluas 22 juta hektar. Selain itu, kami memiliki sekitar 29 juta hektar hutan lindung dan 0,7 juta hektar kawasan ekosistem penting (ekosistem esensial). Jika dijumlahkan, berarti lebih dari 51 juta hektar kawasan di Indonesia yang berstatus dilindungi atau lebih dari 28% dari daratan Indonesia. Angka ini telah melampaui target global Aichi sebesar 17%," ujar Siti.
[irp posts="4997" name="Belasan Pelajar Belanda Belajar Keanekaragaman Hayati di Indonesia"]
Siti pun menambahkan, untuk kawasan konservasi laut tahun 2018 Indonesia tercatat memiliki sekitar 20 juta hektar kawasan konservasi laut. Angka luasan kawasan ini melampaui target Aichi pada 2020.
Terkait konservasi pada tingkat spesies, Indonesia telah menetapkan target untuk memulihkan populasi 25 spesies yang terancam punah. Untuk kepentingan tersebut telah disusun peta jalan untuk mencapai target. Membangun 272 lokasi pemantauan selama lima tahun terakhir.
Salah satu hasil yang dicapai adalah populasi Bali Myna (Leucopsar rothschildi) di Taman Nasional Bali Barat. Taman ini telah berhasil meningkat dari 31 individu pada 2015 menjadi 191 individu pada 2019.
Contoh lain adalah kegiatan konservasi telah meningkatkan kepadatan harimau sumatera diempat taman nasional. Berkisar antara 0,07 hingga 1,24 pada tahun 2018 dibandingkan dengan data dasar tahun 2013.
[irp posts="5025" name="Ini Manfaat Keanekaragaman Hayati, Menjaganya Berarti Menjaga Kehidupan"]
Untuk program konservasi ex situ, Indonesia telah membentuk 84 kebun binatang, 27 unit rehabilitasi satwa liar dan 1.118 unit penangkaran. Indonesia juga telah mengembangkan peraturan untuk memastikan keterkaitan antara konservasi ex situ dengan konservasi in situ.
Peraturan itu melalui restocking untuk pemulihan populasi spesies di alam. Indonesia juga telah mengeluarkan standar untuk kesejahteraan hewan.