Tangguh akan Perubahan Iklim, Sukun Potensial Jadi Makanan Masa Depan

oleh -66 kali dilihat
Tangguh akan Perubahan Iklim, Sukun Potensial Jadi Makanan Masa Depan
Buah sukun-foto/Earth

Klikhijau.com – Sukun menjadi tanaman yang diyakini tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Temuan itu diungkapkan oleh temukan oleh para peneliti dari Northwestern University.

Northwestern University juga menemukan satu fakta mencengangkan. Fakta itu berupa komoditi pokok yang semakin terancam oleh perubahan iklim.

Komoditi atau tanaman pokok itu di antaranya kedelai, jagung, dan beras atau padi. Mereka ini kurang tangguh dalam menghadapi risiko perubahan iklim.

Hasil studi tersebut di terbitkan dalam laman PLOS Climate. Salah satu penyebab sukun tangguh menghadapi terjangan perubahan iklim. Karena buah ini buah merupakan buah bertepung.

KLIK INI:  Perlindungan Lingkungan, Hal Paling Mendesak bagi Warga Eropa

Rerata buah bertepung tahan terhadap perubahan iklim dan tumbuh dengan baik di daerah rawan pangan.

Para peneliti memperkirakan itu bisa menjadi lebih umum sebagai makanan pokok di tempat lain juga.

“Sukun adalah spesies yang diabaikan dan kurang dimanfaatkan yang kebetulan relatif tangguh dalam proyeksi perubahan iklim kami,” kata penulis senior studi Daniel Horton.

“Ini kabar baik karena beberapa bahan pokok lain yang kami andalkan tidak begitu tangguh. Dalam kondisi yang sangat panas, beberapa dari tanaman pokok tersebut mengalami kesulitan dan hasil panen menurun. Saat kami menerapkan strategi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, sukun harus dipertimbangkan dalam strategi adaptasi ketahanan pangan,” lanjutnya.

KLIK INI:  Hiu Putih Tak Pernah Terlihat di Perairan Cape Town, Punahkah?

Terlepas dari namanya, sukun adalah tanaman bertepung tanpa biji yang telah direbus, digoreng, dipanggang atau difermentasi selama ribuan tahun. Seperti banyak bahan pokok lainnya, sukun juga bisa dibuat menjadi tepung.

Bertahan hidup puluhan tahun

Sementara itu, menurut direktur Program dalam Biologi dan Konservasi Tumbuhan, kemitraan antara Northwestern dan Chicago Botanic Garden, Nyree Zerega pohon sukun bisa hidup puluhan tahun.

Pohon ini juga menghasilkan buah dalam jumlah besar setiap tahun. Di beberapa budaya, ada tradisi menanam pohon sukun ketika seorang anak lahir untuk memastikan anak itu akan memiliki makanan selama sisa hidupnya, ”kata Zerega.

KLIK INI:  Pisang Goreng, Olahan Pisang Paling Merakyat

Para peneliti membudidayakan sukun di bawah kondisi yang mencerminkan dua skenario iklim yang mungkin: satu dengan jumlah karbon yang tidak mungkin tinggi dan yang kedua di bawah skenario yang lebih mungkin di mana tingkat karbon keluar. Pada kedua kondisi tersebut, pertumbuhan sukun relatif tidak terpengaruh.

Selanjutnya, para ilmuwan mengidentifikasi tempat-tempat di mana budidaya sukun dapat diperluas – terutama di sub-Sahara Afrika – dan menemukan bahwa banyak dari tempat-tempat ini telah mengalami kerawanan pangan. Sukun mungkin bisa menjadi solusi sekaligus solusi global masa depan.

“Perubahan iklim lebih lanjut menekankan perlunya diversifikasi pertanian, sehingga dunia tidak bergantung pada sejumlah kecil spesies tanaman untuk memberi makan banyak orang,” tutup Zerega.

Bagaimana sahabat hijau, tertarik membudidayakan sukun?

KLIK INI:  Semanis namanya, Kenalkan Cucuru Te’ne, Kudapan Khas Sulsel

Sumber: Earth.com