Tanam Kelor, Lebih Bagus Biji atau Batangnya?

oleh -20,954 kali dilihat
Hal Unik dari Kelor, Jadi Aneka Makanan hingga Persyaratan Nikah
Daun kelor memiliki banyak manfaat/Foto-Ist
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Tanam kelor di halaman rumah atau di kebun tentu baik dan menguntungkan, mengingat betapa besar manfaat tanaman satu ini bagi kesehatan. Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman dari suku Moringaceae yang digelari WHO sebagai miracle tree.

Daun kelor yang dapat dibuat sayur atau diolah menjadi bahan makanan lain seperti puding kelor hingga keripik kelor ternyata mengandung vitamin dan antioksidan tinggi.

Kelor mengandung kalium dan potasium yang lebih tinggi dari pisang. Juga memiliki kalsium yang lebih tinggi dari susu. Sementara kandungan Vitamin C daun kelor dinilai tak tertandingi yakni mengandung 40 antioksidan.

Wajar saja bila sayur kelor saat ini sedang diburu untuk dikonsumsi. Budidaya kelor pun mulai dikembangkan untuk memenuhi permintaan daun kelor yang meningkat.

Nah, pohon kelor sebetulnya dapat tumbuh di mana saja. Tetapi, tidak selalu mudah untuk menanamnya. Bila salah dalam menanam dan merawatnya karena berada di iklim yang tidak cocok, pohon kelor bisa mati.

KLIK INI:  Keripik Daun Kelor, Memang Ada? Ini kisah dan Khasiatnya!

Ada dua cara menanam kelor yang biasa dilakukan. Pertama dengan cara menanam kelor dari batangnya dan menaman kelor dari bijinya.

Pohon kelor yang tumbuh subur dapat dilihat dari perkembangan daunnya yang rimbun serta buahnya. Tanaman ini dapat tumbuh setinggi 7-11 meter. Konon, pohon kelor yang tumbuh di daerah yang gersan dan cadas lebih enak dikonsumsi ketimbang kelor yang tumbuh di daerah yang subur.

Lalu apa bedanya menanam kelor dengan batang dan dengan biji kelor? Paling bagus yang mana dan apa plus minus keduanya?

Berikut pengalaman dan pengamatan Muhammad Irham Mappa (37), seorang pendamping desa di Desa Baturappe Kabupaten Gowa. Seperti diketahui, Desa Baturappe saat ini sangat fokus dalam budidaya kelor bahkan berencana menjadikan desanya sebagai kawasan kelor.

Irham sapaan akrabnya termasuk inisiator dan penggerak yang mendampingi petani di Baturappe dalam budidaya kelor. Ia berbagi cerita dan tips pada pembaca Klikhijau pada Jumat 4 April 2020 tentang plus minus menanam kelor, biji atau batangnya.

KLIK INI:  11 Aksi Sederhana Sebagai Tanda Cinta Pada Bumi, Anda Sudah Melakukan Apa?
Tanam biji atau batang kelor?

Selama ini, masyarakat terbiasa menanam kelor dengan batang/stek terutama di daerah yang subur. Seringkali tidak ada kendala khusus yang dijumpai apalagi bila ditanam di musim hujan.

Untuk diketahui, dalam penanaman atau pembibitan kelor,  memang ada dua metode yang dilakukan. Pertama dengan metode pembibitan dari biji dan pembibitan dengan cara stek. Untuk kedua metode ini ada plus dan minusnya.

Menanam kelor dari biji kelor tentu memerlukan langkah khusus yang dimulai dari pembibitan. Menurut Irham, pembibitan di Desa Baturappe saat ini sedang digandrungi warga. Harga sepohon bibit kelor dari biji dijual warga seharga Rp.2500 per pohon.

“Saat ini masyarakat berlomba-lomba membibit kelor karena permintaan banyak dari berbagai daerah. Desa Baturappe saja sudah ada ribuan bibit yang disemai dan dijual warga. Sekarang ini lagi persiapan pembibitan hingga 10 ribu pohon,” kata Irham.

KLIK INI:  Penting! Begini Cara Membuat Sumur Resapan Air dan Manfaat di Baliknya!

Menurut Irham, menanam dengan bibit dari biji kelor memiliki kelebihan seperti lebih produktif, tahan penyakit dan tahan lama hingga 50 tahunan. Sedangkan, penanaman dengan batang hanya bisa bertahan paling lama 30 sampai 40 tahun dan rentan penyakit.

Hanya saja, menanam dengan batang punya kelebihan tersendiri yakni lebih cepat dipanen. “Kalau tanam dengan batang bisa dipanen dalam 9 bulan bahkan lebih cepat lagi. Sedangkan menanam dengan bibit biji kelor baru bisa dipanen setelah 1 tahun,” cerita Irham.

Menanam dengan biji kelor juga membuat pohon kelor tumbuh lebih karena pengkarannya maksimal. Kekurangan metode ini yaitu waktu pertumbuhan yang lebih lama.

Cara Pembibitan biji kelor

Meski memiliki kelebihan tersendiri, pembibitan dari biji kelor memerlukan perlakuan khusus. Menurut Irham, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan biji yang berkualitas.

KLIK INI:  7 Cara Alami Membasmi Lalat Buah di Rumah tanpa Bahan Berbahaya  

Cara pembibitan dimulai dengan mengambil polong atau buah kelor yang sudah tua dan hampir busuk. Jemur biji dari polong kelor tadi di bawah sinar matahari kurang lebih minimal 5 jam. Jika biji sudah mengering, ambil dan simpan ditempat sejuk (kering).

biji kelor
Biji kelor dari Desa Baturappe, Kabupaten Gowa-Foto/Ist

Selanjutnya siapkan polybag persemaian menumbuhkan biji. Caranya tanamlah biji dalam polybag dan tunggu sampai tumbuh. Apabila tunas kelor ini telah tumbuh, pastikan penyiraman secara intensif dilakukan agar pertumbuhannya sehat.

Cara menanam kelor dengan batang

Menanam dengan batang merupakan cara mudah tanam kelor dan berproduksi lebih cepat. Pertama, pilihlah pohon kelor besar dengan kondisi sehat. Ambil batang pohon ini dengan usia yang tidak terlalu tua maupun terlalu muda dengan ukuran 50-70 cm.

Pengalaman di Desa Baturappe cukup menarik, yakni petani menanam batang dengan ukuran rata-rata 1 meter. Alasannya, batang sepanjang ini lebih efektif tumbuhnya. Para petani biasanya menutup ujung batang yang tertancap dengan gelas botol mineral agar tidak busuk saat hujan deras.

KLIK INI:  Sederet Cara Ampuh Mengatasi Bau Kamar Mandi yang Jarang Diterapkan

Batang kelor yang ditanam tidak ditancapkan dalam-dalam, tetapi seolah-olah hanya diletakkan begitu saja dengan posisi miring. Ujung batang dicacah terlebih dahulu dengan keruncingan yang miring hingga 90 derajat. Bagian yang dicacah itulah yang harus tersentuh tanah.

tanam kelor
Irham memperlihatkan cara menanam kelor dengan batang-Foto/Ist

Tidak disarangkan untuk menyentuh keras apalagi memukul ujung batang untuk menancapkan lebih dalam. Bila perlu dibuat semacam tiang penyanggah di sampingnya.

Ikat batang kelor tersebut agar tidak mudah roboh. Tunggu hingga mulai tumbuh tunas dan membentuk ranting yang lebat, pohon kelor yang sudah rimbun akan sangat kuat dengan cengkaraman akarnya.

Perawatan kelor

Siramlah tanaman kelor ini yang sudah tumbuh. Waktu penyiraman jangan dilakukan setiap hari. Lakukan penyiraman 5 sampai 7 hari sekali melihat dari kadar air dalam tanah.

KLIK INI:  Lebih dekat dengan Bunga Lidah Gajah, Pesona dan Karakter Khasnya!

Hindari tanah di sekitar akar pohon becek dan menggenang air dalam waktu lama karena akan mengakibatkan pembusukan akar.

Jadi upayakan saja agar tanah selalu dalam keadaan basah. Meskipun pohon kelor tetap hidup tanpa disirami, tapi dengan menjaga suplai airnya maka tanaman akan tumbuh sehat.

Bila sudah bertumbuh besar, sebaiknya untuk memanjat pohon kelor saat memanen buah atau daunnya. Selain mudah patah, pertumbuhannya dapat terganggu bila kulit batangnya sering terkelupas.

Itulah cara sederhana  tanam kelor. Bisa dilakukan dengan biji atau batangnya dengan plus minusnya masing-masing. Selamat mencoba!

KLIK INI:  10 Taksa Burung Baru Ditemukan di Sulawesi dan Maluku, Satunya Dinamai Emil Salim