Suatu Sore yang Membiakkan Rasa Penasaran Tentang Kelinci, Rupanya Begini Faktanya
Klikhijau.com – Sehari jelang Ramadan, saya menjelajahi Kota Bulukumba. Tujuannya hanya satu, mencari kelinci. Tapi, saya tak menemukannya. Meski telah mengantongi informasi tempat penjualannya. Ha...
Klikhijau.com – Sehari jelang Ramadan, saya menjelajahi Kota Bulukumba. Tujuannya hanya satu, mencari kelinci. Tapi, saya tak menemukannya.
Meski telah mengantongi informasi tempat penjualannya. Hasilnya tetaplah tiada. Penjual kelinci tak tampak.
Sementara di rumah, dua ponakan saya yang masih di bawah usia lima tahun sedang menanti hewan mamalia dari famili Leporidae itu.
Awalnya saya tak terlalu tertarik dengan kelinci, tapi setelah peristiwa di hari minggu sore itu, 5 Mei 2019 itu. Saya mulai penasaran perihal hewan yang pada tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha berdasarkan perkembanganya.
[irp posts="4630" name="Menakjubkan, Ular Bermata Tiga Ditemukan di Australia"]
Berkat rasa penasaran, saya akhirnya tahu tentang kelinci yang berasal dari kata dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mulai mengenali kelinci saat masa colonial.
Rasa penasaran itu pula menyeret saya membuka dzargon.com, lalu menemukan tulisan Ahmad Dahlan tentang kelinci yang terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan tersebut. Berikut faktanya:
-
Kelinci bukanlah pengerat
-
Gigi kelinci terus tumbuh
-
Terdapat 45 jenis di dunia
-
Usia kelinci bisa mencapai 10 tahun
-
Kelinci mampu meniru kucing
-
Kelinci tak bisa muntah
-
Kelinci butuh pakan jerami
-
Kelinci menyusui anaknya
-
Pupuk kandang kotoran kelinci
-
Daging kelinci