Sri Mulyani Ungkap Indonesia akan Alami Dampak Perubahan Iklim yang Luar Biasa
Klikhijau.com – Sejumlah pihak telah menegaskan betapa dampak perubahan iklim (climate change) akan jadi masalah serius bagi dunia saat ini dan di masa depan. Efek perubahan iklim tidak hanya akan mem...
Klikhijau.com – Sejumlah pihak telah menegaskan betapa dampak perubahan iklim (climate change) akan jadi masalah serius bagi dunia saat ini dan di masa depan. Efek perubahan iklim tidak hanya akan memicu bencana alam, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia.
Terbaru, diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani yang mengatakan bahwa Indonesia berpotensi terkena dampak luar biasa dari perubahan iklim.
Prediksi ini bahkan sudah dicantumkan dalam laporan Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC).
"Dalam laporan IPCC mengenai masalah dampak climate change, di South East Asia (Asia Tenggara), Indonesia menjadi salah satu negara yang dilihat akan mengalami dampak yang luar biasa," ucapnya, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (20/8).
Sri Mulyani menuturkan, dampak buruk (climate change) di Indonesia dipengaruhi oleh demografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau. Efek ini dimulai dari adanya pemanasan suhu yang kemudian memicu kebakaran hutan, banjir, hingga naiknya permukaan air laut.
Menteri Keuangan menegaskan betapa perubahan iklim akan menjadi risiko nyata di masa depan. Jika negara-negara di dunia tak mendorong progres yang serius menuju nol emisi karbon (net zero emission) pada 2040-2045 mendatang, diprediksi suhu bumi meningkat tajam.
[irp]
Kondisi ini, lanjutnya, tak hanya berdampak buruk pada lingkungan tetapi juga pada sektor ekonomi dan sosial.
"Dampaknya sudah mulai dirasakan sekarang, dan Indonesia sebagai negara kepulauan ancaman ini sangat nyata," ujarnya.
Sri Mulyani juga mengatakan bahwa kebutuhan pendanaan untuk mengurangi dampak perubahan iklim memang cukup besar. Estimasi pendanaan untuk mencapai target NDCs mengacu pada Second Biennial Update Reports (BUR 2) sekira US$247,2 miliar, atau setara Rp3.461 triliun hingga 2030.
Karenanya, pemerintah mengalokasikan dana dari APBN untuk kebutuhan program antisipasi perubahan iklim sebesar Rp86,7 triliun per tahun, atau sekitar 4,1 persen dari APBN.
Selain pendanaan yang memadai dari pemerintah, semua pihak juga harus ikut andil dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim.