Spot Instagramable, Kolam Renang di Atas Gunung sedang Dibangun di Sinjai Borong
Klikhijau.com – Kondisi geografis di Sulawesi Selatan membuat banyak tempat berpotensi dikelola sebagai spot wisata alam yang instagramable. Terbaru ada di Desa Bonto Tengnga, Sinjai Borong Kabupaten...
Klikhijau.com – Kondisi geografis di Sulawesi Selatan membuat banyak tempat berpotensi dikelola sebagai spot wisata alam yang instagramable. Terbaru ada di Desa Bonto Tengnga, Sinjai Borong Kabupaten Sinjai.
Di sana, sedang dibangun tempat wisata baru dengan sensasi berenang di atas gunung. Yah, letaknya persis di atas pegunungan. Kawasan baru ini tergolong futuristik karena menghadirkan kolam renang sensasi urban berpadu dengan lanskap alam.
Dari kolam renang inilah, pemandangan alamnya sangat istimewa. Untuk sekadar latar foto, spot ini rasanya layak jadi idola baru.
Terbukti, walau masih dalam tahap pembangunan, telah banyak orang yang berkunjung ke sana. Pihak pengelola telah menyiapkan dua spot foto di tepian gunung yang sensasinya seolah berdiri di puncak gunung, persis di tepian jurang yang terjal dan dalam.
Satu diantaranya akan ditempatkan sebuah becak, dimana pengunjung nantinya dapat merasakan seolah mengendarai becak di puncak gunung. Satunya lagi, menghadirkan ornamen perahu, dimana kita seolah berlayar di ketinggian.
[irp]
Rencananya tempat ini akan dinamai “Kolam renang pattiro bulu” atau kolam renang untuk melihat pemandangan dari atas gunung.
Menurut Kepala Desa Bonto Tengnga, Kaswan Mahmud, tempat ini dibangun sebagai kawasan wisata masa depan.
“Selain kolam renang, di sini nanti ada spot foto dengan latar alam yang menakjubkan. Kami juga akan menyiapkan rumah baca di sekitar kolam renang,” kata Kaswan.
[caption id="attachment_17216" align="alignnone" width="640"] Kolam renang di atas gunung di Desa Bonto Tengnga Sinjai Borong yang sedang dibangun - Foto/Ist[/caption]
Rencananya, pengunjung yang istirahat usai berenang dapat bersantai ria di sebuah pendopo di mana ada buku-buku menanti untuk dibaca. Ini satu konsep menarik, memadukan antara literasi dan wisata alam.
“Kami juga akan bangun villa-villa dan area parkir untuk pengunjung. Kami berencana menghadirkan kuliner khas pegunungan yang memanjakan pengunjung,” jelas Kaswan.
[irp]
Rencananya, kawasan ini akan diresmikan akhir tahun 2020. Pemerintah desa berharap, masyarakat di sekitar lokasi akan ikut dilibatkan dalam pengelolaan tempat wisata ini.
Pemerintah desa bahkan optimis akan menggunakan energi baru terbarukan pada penerangan atau listrik di kawasan wisata. “Di sini ada PLTMH Balantieng yang sudah beroperasi sekitar lima tahun, kami akan memakai listrik ramah lingkungan,” tutur Kaswan.