Siswa SMA Islam Athirah Komitmen Tumbuhkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

oleh -31 kali dilihat
Siswa SMA Islam Athirah Komitmen Tumbuhkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Anis Kurniawan saat membawa materi diskusi di SMA Islam Athirah Bukit Baruga - Foto: Ist

Klikhijau.com – Para siswa kelas X SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar berkomitmen menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di sekolah maupun di lingkungan sosialnya.

Intensi ini dihaturkan bersama-sama di sela diskusi bertajuk “Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Ubah Sampah Menjadi Faedah” yang digelar di Mushollah sekolah, Senin (7/11).

Diskusi ini merupakan bagian dari tahapan Projek penguatan profil Pancasila sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar. Tema lingkungan dipilih karena memang sangat relevan dengan konteks permasalahan kekinian.

Diskusi yang dihadiri sekira 150 siswa dari enam kelas ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Islam Athirah, H M Ridwan Karim. Dalam sambutannya, H M Ridwan menekankan pentingnya kesadaran lingkungan bagi generasi Z karena merekalah yang akan lebih lama menempati planet bumi dalam beberapa tahun ke depan.

KLIK INI:  7 Rekomendasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Ayo Kita Mulai!

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan awal bagi para siswa terkait masalah persampahan dan bagaimana mengambil peran dalam penanganan sampah. Para siswa harus memiliki karakter kuat dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Hadir sebagai pemantik diskusi adalah Anis Kurniawan (Direktur Klikhijau.com). Anis memaparkan peta situasi persampahan secara global dan potret perilaku masyarakat Indonesia dalam menangani sampah.

“Indonesia menjadi negara kedua di dunia dengan timbulan sampah terbanyak setelah China. Kabar buruknya adalah ada sekira 3,2 juta ton sampah plastik yang terbuang ke lautan dan saat ini mengancam biota laut,” tuturnya.

Bila ditelisik lebih jauh, kata Anis, ada mental model dalam masyarakat yang belum melihat sampah sebagai tanggungjawab bersama.

“Masih banyak orang yang menganggap bahwa sampah itu urusan pemerintah melalui petugas kebersihan. Jadi, dorongan untuk mengelola sampah sangat minim. Sebagian dari kita bahkan menganggap sampah sebagai momok yang tidak ada nilainya,” tegasnya.

KLIK INI:  PII Gelar Workshop 'LNG Fundamentals' untuk Praktisi Gas Indonesia

Padahal kata Anis, bila dikelola dengan baik, ada potensi ekonomi yang sangat besar dari sampah.

“Kita memerlukan bahan baku industri yang cukup besar khususnya plastik dan kertas. Sayangnya potensi ini belum maksimal digerakkan. Dominan sampah kita terbuang begitu saja, ada yang dibakar dan sebagian besar ditumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” tambahnya.

Karenanya, pegiat lingkungan ini mengajak pada para siswa SMA Islam Athirah untuk mengambil peran.

“Upaya sekecil apapun akan sangat berharga untuk bumi. Ayo kita bergerak dan melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas. Setelah itu, tugas kita adalah menginspirasi orang lain,” pungkasnya.

Pada sesi ini juga ada pemutaran film dokumenter mengenai fenomena kantong kresek yang terbuang ke laut dan mencemari lingkungan.

“Harapannya selama sebulan ini para siswa akan berproses secara berkelompok untuk membuat projek dan inovasi penanganan sampah. Ini adalah tugas akhir yang diharapkan dapat memperkuat kesadaran siswa terhadap lingkungan,” tutup Dr Bakry Liwang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Islam Athirah Bukit Baruga.

KLIK INI:  Rumah Koran, Komunitas Literasi Lingkungan di Kaki Gunung Bawakaraeng