Simpati yang Berpotensi Menjadi Maut Bagi Macaca di Karaenta

Klikhijau.com - Seorang pemerhati primata menuangkan keprihatinannya saat menyapa alam Karaenta. Menyaksikan kawanan monyet hitam sulawesi, Macaca maura turun ke jalan. "Satu kelompok Macaca maura...

Simpati yang Berpotensi Menjadi Maut Bagi Macaca di Karaenta
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Seorang pemerhati primata menuangkan keprihatinannya saat menyapa alam Karaenta. Menyaksikan kawanan monyet hitam sulawesi, Macaca maura turun ke jalan.

"Satu kelompok Macaca maura yang saya jumpai terlihat terbiasa duduk di pinggir jalan lintas provinsi yang ramai dengan lalu lalang kendaraan ini," terang Rahayu Oktaviani di akun instagramnya.

Rahayu mewakili National Geographic Society menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian Wallacea Week beberapa waktu lalu.

Menurutnya, beberapa kejadian yang sama bisa dijumpai di beberapa wilayah nusantara.

Umumnya warga yang melihat monyet seperti itu merasa iba. Merasa bahwa mereka perlu memberi makan.

"Kasian mereka, mungkin mereka belum makan," kalimat seperti itu sering kita dengar. Menjadi alasan warga yang iba memberi makan satwa yang mereka jumpai.

Karenanya apapun yang mereka bawa bisa jadi langsung mereka berikan seketika.

Hal yang sama ia jumpai di Karaenta. Salah satu habitat satwa endemik Sulawesi Selatan yang berada di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Tempat mereka mencari makan dan bertualang terpotong oleh jalan yang menghubungkan Makassar dan Kendari itu.

Hutan yang berada di kiri kanan jalan merupakan habitat dari monyet hitam keabu-abuan ini. Tak lama saat Rahayu sedang asyik memantau monyet yang berada di tepi jalan ia memerhatikan perilaku pengendara.

"Sebuah mobil hampir melipir untuk memberi makan monyet-monyet di sana, lalu kembali melanjutkan perjalanannya begitu melihat petugas berseragam dinas yang menemani saya. Lucu juga memerhatikan perilaku pengendara."

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2