Saatnya Bergerak Bersama Menyelamatkan Spermonde

oleh -116 kali dilihat
Saatnya Bergerak Bersama Menyelamatkan Spermonde
Kepulauan Spermonde yang butuh perhatian/foto-makassarbaik
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Pemerintah harus segera turun tangan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah terjadi pada ekosistem bawah laut Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pemantauan terumbu karang (reef check) yang dilakukan oleh tim MSDC (Marine Science Diving Club) Universitas Hasanuddin secara berkala setiap tahun, memperlihatkan tren penurunan tutupan karang hidup di sejumlah pulau.

Data MSDC terbaru (2018), tutupan karang hidup Pulau Barrang Lompo tercatat 40% (kategori sedang), Pulau Barrang Caddi sebesar 38% (kategori sedang), dan Pulau Samalona sebesar 30% (kategori buruk).

Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun menunjukkan indeks kesehatan terumbu karang yang rendah di Spermonde dengan rentang nilai antara 1-3.

KLIK INI:  Menanti Hasil Pertemuan 700 Peneliti Kehutanan Indonesia di Akhir Bulan

“Hasil pengamatan yang kami lakukan di tiga pulau selama sembilan tahun terakhir. Memperlihatkan kondisi tutupan karang di kepulauan Spermonde dalam ancaman besar,” ujar Muhammad Irfandi Arief, Ketua MSDC Universitas Hasanuddin. Dalam kegiatan diskusi yang bertajuk, “Selamatkan Spermonde, Selamatkan Laut Indonesia,” di Makassar.

Tim Pembela Lautan (Ocean Defender) Greenpeace Indonesia juga sudah melakukan pemantauan dan mengambil dokumentasi bawah laut di Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, dan Kodingareng Keke, awal September lalu.

Kerusakan terumbu karang karena pengambilan ikan dengan bom dan bius jelas terlihat. Pemulihan terumbu karang karena aktivitas ilegal dan merusak sulit dilakukan dalam waktu cepat.

PR pemerintahan baru

“Pengawasan, pendekatan sosial kemasyarakatan dan penegakkan hukum oleh pihak berwenang terhadap kegiatan penangkapan ikan harus dilakukan secara intensif,” ucap Afdillah, Juru kampanye Laut Greenpeace Indonesia.

KLIK INI:  Wiratno: Konservasi Alam Bukan Sekadar Pekerjaan, Tapi Jalan Hidup

“Hari ini, Greenpeace pun meluncurkan petisi #SaveSpermonde untuk meminta pemerintah, pusat dan daerah, mengambil langkah cepat penyelamatan Spermonde dari berbagai ancaman,” lanjutnya.

Total nilai manfaat ekonomi ekosistem terumbu karang di perairan Spermonde. Berdasarkan beberapa penelitian berkisar dari Rp 30.362.614 hingga Rp 1.698.945.542 per hektar per tahun.

Bila ekosistem Spermonde rusak parah, kerugian bukan hanya akan dialami oleh nelayan atau pelaku usaha perikanan. Pemerintah daerah juga bisa kehilangan potensi pemasukan dari sektor pariwisata.

“Pasalnya, Spermonde menjadi salah satu ikon Sulawesi Selatan . Menawarkan keindahan bahari yang luar biasa bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” tutur Muhammad Al Amin, Direktur Walhi Sulawesi Selatan.

Penyelamatan Spermonde bisa menjadi titik awal dari tindakan serius untuk memulihkan dan menjaga ekosistem dan ruang laut nasional.

“Pekerjaan rumah pemerintahan baru masih banyak. Meskipun sejumlah kemajuan sudah dicapai pada masa pemerintahan sebelumnya. Terutama dalam mengurangi penangkapan ikan ilegal yang dilakukan oleh kapal ikan asing,” tutup Afdillah.

KLIK INI:  Cerita Seekor Lumba-Lumba Air Tawar yang Kembali Berenang Riang di Sungai Kampar