Rumah Nol Energi, Ide Keren Mahasiswi Unhas Perkuat Misi Energi Terbarukan

oleh -367 kali dilihat
Rumah Nol Energi, Ide Keren Mahasiswi Unhas Perkuat Misi Energi Terbarukan
Putri Adelia Maulana Hasri Februari 2023, Juara 1 Video Creative Competition dan Top 20 SDGs Idea Innovation Presentation pada Youth Innovation Forum 3 Countries (Singapore, Malaysia, Thailand) 2023 yang diselenggarakan oleh Global Youth Action - Foto: Ist

Klikhijau.com – Rumah nol energi (zero energy home), suatu gagasan yang didorong mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada perhelatan kompetisi yang digelar Non-Government Organisation (NGO), Global Youth Action pada event Youth Innovation Forum 3 Countries (Malaysia, Singapura, Thailand).

Rumah nol energi yang dipaparkan Putri Adelia Maulana Hasri Februari 2023 lalu, membawanya keluar sebagai Juara 1 Video Creative Competition dan Top 20 SDGs Idea Innovation Presentation pada Youth Innovation Forum 3 Countries (Singapore, Malaysia, Thailand) 2023 yang diselenggarakan oleh Global Youth Action.

Mahasiswi Teknik Pertanian itu, mengaku terpantik oleh permasalahan peningkatan penggunaan energi tak terbarukan dan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi terbarukan.

“Saya menyadari bahwa perkembangan teknologi saat ini mengakibatkan peningkatan konsumsi energi setiap tahunnya. Teknologi dan energi ini memang merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, sehingga dalam presentasi yang saya lakukan di Malaysia itu, saya memberikan beberapa solusi,” tutur Adel, sapaan akrabnya saat wawancara Klikhijau, Senin, (6/3/2023).

KLIK INI:  Manfaat Jarak Pagar, Bahan Baku Energi Terbarukan hingga Pengobatan

Mengusung ide rumah nol energi

Nah, salah satu solusinya, lanjut Adel, yaitu rumah nol energi, dimana rumah nol energi ini bisa menjadi sebuah program pemerintah sebenarnya.

“Karena saya berpikir untuk rumah nol energi ini bisa ada di setiap daerah atau desa. Ini juga bisa menjadi pusat pelatihan masyarakat untuk membuat berbagai jenis energi terbarukan secara mandiri seperti biogas, bioetanol dan lain-lain, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah tersebut seperti sumber daya alam maupun sumber daya manusianya,” imbuhnya.

Rumah nol energi ini digambarkan semacam ruang industri dalam memproduksi bahan terbarukan yang dapat ditumbuhkan lebih lanjut. Untuk semaksimal mungkin tidak menggunakan energi tak terbarukan dalam operasionalnya sehingga mengarah pada konsep percontohan untuk dapat diterapkan secara luas di masyarakat.

“Selain itu, rumah nol energi ini juga mengusung konsep untuk memanfaatkan semua jenis energi terbarukan seperti listriknya ataupun komponen lain yang ada dalam rumah itu harus menggunakan energi terbarukan sehingga menjadi rumah percontohan yang dapat memenuhi kebutuhan energinya sendiri,” urai Adel.

KLIK INI:  Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas

Harapan terbesar Adel, masyarakat sedikit demi sedikit bisa sadar bahwa ada alternatif energi yang mudah dan murah. Selain itu penggunaan energi terbarukan berarti turut berpartisipasi menekan penggunaan energi tak terbarukan yang semakin menipis.

“Krisis energi akan menjadi kenyataan jika kita terlalu terlambat mengambil langkah, saya hanya prihatin jika generasi selanjutnya lahir dan mendapati bumi ini sudah tidak layak dihuni,” tegasnya.

KLIK INI:  Inspiratif, Ada Dunia Fantasi di MAN 1 Kota Probolinggo Selayaknya dalam Animasi

Mengelola ide secara mandiri

Dalam menyusun konsep tersebut dilakukan secara mandiri berbekal pengetahuan dari kampus tentang energi terbarukan. Adel bahkan tengah aktif menerapkan konsep nol energi di rumahnya antara lain dengan mengembangkan biogas dari limbah sayur dan kotoran hewan, bioetanol dari umbi dan penggunaan panel surya.

“Skala yang lebih besar diharapkan bisa diterapkan di wadah rumah nol energi tersebut mengingat potensi sumber daya manusia pada suatu wilayah jika bergotong royong melestarikan pusat pelatihan tersebut,” harapnya

Adel merencanakan adanya platform aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pemasaran dari produk dari hasil energi terbarukan.

“Sehingga saya berpikir, untuk adanya suatu aplikasi khusus yang saya berpikir namanya itu adalah green energy dimana aplikasi ini bisa berfungsi sebagai pusat atau aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan jual beli energi terbarukan. Sehingga seiring berjalannya waktu maka masyarakat ini bisa lebih mudah dan terbiasa menggunakan produk yang berasal dari energi terbarukan dan lambat laun penggunaan energi tak terbarukan itu semakin bisa berkurang,” tambahnya.

Hal ini, tambahnya, juga turut mendukung percepatan ekonomi hijau (green economy) sebagai salah satu kampanye yang tengah marak ditengah darurat iklim. Ekonomi hijau  bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan  dan kesetaraan sosial  masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

“Ekonomi yang secara sederhana dipahami sebagai aktivitas perekonomian yang terintegrasi pada misi lingkungan, rendah atau nol emisi karbon terhadap  lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial,” tuturnya.

Dengan demikian, kata mahasiswa asal Takalar tersebut, bumi ini atau sumber daya yang selama dikeruk dapat dimanfaatkan dengan hemat atau bahkan beralih sepenuhnya ke energi terbarukan.

“Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan, selain mempermudah alur penggunaan dan penyebaran produk energi terbarukan, diharapkan melalui aplikasi green energy ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat ataupun daerah setempat,” kuncinya.

Hal tersebut searah dengan rancangan para arsitektur yakni Zero Energy Building (ZEB) yang bertujuan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan melaui bangunan nol emisi karbon.

ZEB pertama di Amerika Serikat dirancang oleh arsitektur melalui pengembang Bolder Architecture dengan jumlah 25 rumah pada tahun 2008 berdiri di kota New Paltz.

Aksi dan inisiatif keren Adel ini tentu memberi andil besar terhadap upaya percepatan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang didorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menargetkan energi bersih dan terjangkau.

KLIK INI:  Karangan Bunga Duka Cita untuk Adaro Energy yang Dinilai Memperburuk Krisis Iklim