Uhu-Uhu, Kue Khas Bulukumba yang Tak Merepotkan Lidah

oleh -180 kali dilihat
Uhu-Uhu, Kue Khas Bulukumba yang Tak Merepotkan Lidah
Kue uhu-uhu-foto/ist

Klikhijau.com – Menikmati makanan, misalnya kue pada umumnya haruslah melibatkan lidah.  Sebagai indra pengecap, lidah memiliki fungsi yang banyak, salah satunya untuk merasakan nikmatnya suatu makanan.

Dari fungsi yang banyak itu, lidah berperan juga penting dalam menyebut sesuatu. Gerakan lidah menentukan kata-kata yang keluar dari bibir—ia menyebut huruf-huruf—menjalinnya jadi kata lalu jadi kalimat.

Namun, dalam hal penyebutan nama, tak semua harus melibatkan atau merepotkan lidah. Tak percaya, cobalah sebut  uhu-uhu! Bagaimana sudah mencobanya? Perhatikan lidahmu, ia hanya berada pada posisi pasif—tak bergerak sama sekali. Hanya berada pada posisi tengah antara langit-langit dan bagian bawah mulut.

Uhu-uhu merupakan nama kue asal kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi, Bulukumba. Kue ini juga sering dinamai pula bannang-bannang karena bentuknya menyerupai jalinan benang. Bannang dalam bahasa konjo memiliki arti benang.

KLIK INI:  Selain Serial Drama-nya, Cara Korsel Mengurangi Sampah Makanan juga Mengesankan

Sementara penamaan uhu-uhu karena kue tradisional yang memiliki rasa manis ini juga menyerupai rambut yang digulung. Uhu’ dalam bahasa konjo berarti rambut.

Kue uhu-uhu ini terbuat dari adonan tepung yang dibentuk jaring-jaring. Rasa manis didapatkan dari lumuran gula merah atau aren. Gula ini pula yang membuat warna uhu-uhu tampak merah menggugah selera.

Iya, setelah digoreng dan mulai dingin, uhu-uhu akan dilumuri gula merah. Rasa manisnya itu akan sangat cocok dinikmatik bersama segelas kopi pahit.

Biarkan saja kopi pahit menerabas kerongkongan, sebab kue uhu-uhu akan segera menciptakan rasa manis yang menggemaskan.

Pembuatan kue unik ini cukup sederhana dan masih tradisional. Cara itulah yang membuatnya menarik untuk dicicipi, selain rasanya yang memang nikmat, tentunya.

Kue ini memang cukup sehat karena tidak menggunakan pewarna berbahan kimia—pun bahan-bahannya dari bahan yang alami. Satu-satunya celah menyebutnya tidak sehat karena cara memasaknya dengan cara di goreng.

Sementara banyak yang berpendapat jika minyak goreng kurang baik bagi kesehatan, apalagi yang digunakan berulang-ulang—minyak jelantah.

Karena seperti dilansir dari ners.unair.ac.id mengonsumsi gorengan dapat menyebabkan kelebihan berat badan,meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, memperbesar risiko munculnya kanker, dan menambah asupan lemak trans serta meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

KLIK INI:  Selain untuk Bahan Masakan, Ini Manfaat Lain Minyak Kelapa
Bahan dan cara membuatnya

Uhu-uhu terbuat dari tepung beras. Caranya buat adonan terlebih dahulu, setelah adonannya selesai masukkan ke alat pembuatannya.

Pada umumnya alat yang digunakan adalah tempurung kelapa yang telah dilubangi kecil-kecil. Dari lubang-lubang kecil itulah adonan akan menetes sehingga membentuk benang.

Adonan yang keluar dari tempurung kelapa berbentuk benang itu akan berenang di minyak goreng yang panas.  Jadi, tempurung kelapa tersebut yang telah berisi adonan kue uhu-uhu ditiriskan di atas minyak panas mendidih.

Tempurung kelapa ini telah didesain senyaman dan seaman mungkin sehingga saat menggoreng kue uhu-uhu si pembuatnya tidak terkena minyak panas. Maka, tempurung tersebut dibentuk seperti timba—diberi pegangan khusus.

Adonan yang telah mendarat di minyak panas itu akan digulung seperti ketika membuat kue dadar. Selanjutnya ketika telah masak angkat dan tiriskan. Biarkan dingin lalu lumuri dengan gula merah.

KLIK INI:  7 Faktor yang Memengaruhi Cita Rasa Kopi
Buah tangan yang awet

Jika kamu berkunjung ke Bulukumba, tak ada salahnya mencicipi kue uhu-uhu atau membawanya pulang sebagai buah tangan.

Selain nikmat, kue uhu-uhu juga memiliki sifat yang awet. Ia bisa menjadi bekal perjalanan yang tak muda menyerah pada kata basi.

Kue tradisional dari Butta Panrita Lopi ini masih bertahan hingga kini, di tengah gempuran beragam kue modern.

Kue uhu-uhu ini paling pas dinikmati bersama dengan kopi hitam tanpa gula…

KLIK INI:  Cucuru Bayao, Simbolisasi Harapan akan Manisnya Kehidupan