Tentang Bahaya Terpapar Cahaya Saat Tidur dan Tips Menghindarinya

oleh -29 kali dilihat
Cara Alami Ini Bisa Membuat Tidur Lebih Berkualitas, Cobalah!
Ilustrasi foto - pixabay

Klikhijau.com – Tidur di ruangan yang gelap, tanpa cahaya lampu. Jauh lebih sehat dibandingkan tidur dengan paparan atau terpapar cahaya lampu.

Maka dari itu, jika hendak tidur ada baiknya padamkan semua lampu. Paparan pencahayaan ambient bahkan moderat selama tidur malam hari. Dapat meningkatkan detak jantung dan resistensi insulin  keesokan harinya.

Seperti dilansir dari Earth, sebuah studi baru dari  para ilmuwan di Northwestern Medicine menemukan, cahaya merangsang sistem saraf simpatik  untuk menjadi aktif di pagi hari ketika kita bangun. Dan juga  meningkatkan detak jantung dan kecepatan proses metabolisme.

Paparan cahaya, diperkirakan memiliki efek yang sama. Bahkan kita terpapar selama waktu tidur kita.

KLIK INI:  Mengonsumsi Buah-buahan dapat Meningkatkan Kesehatan Mental

“Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hanya satu malam paparan pencahayaan ruangan moderat saat tidur dapat merusak glukosa dan regulasi kardiovaskular, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan sindrom metabolik,” kata Dr. Phyllis Zee, penulis studi senior dan juga kepala kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg.

“Penting bagi setiap orang untuk menghindari atau meminimalkan jumlah paparan cahaya saat tidur,” tambahnya.

Sistem saraf otonom memiliki dua cabang dengan peran yang berlawanan. Saraf simpatik diaktifkan di siang hari. Dengan tujuan untuk mempersiapkan kita menghadapi tugas dan tantangan yang akan kita hadapi.

Cabang parasimpatis mengambil alih dan memperlambat kita saat tidur sehingga tubuh dapat memperbaiki dan memulihkan dirinya sendiri.

“Kami menunjukkan bahwa ketika Anda tidur di ruangan yang cukup terang, detak jantung Anda meningkat,” kata Dr. Daniela Grimaldi, penulis pertama, yang juga asisten peneliti profesor neurologi di Universitas Northwestern.

“Bahkan ketika Anda tidur, sistem saraf otonom Anda diaktifkan. Itu tidak baik. Biasanya, detak jantung Anda dan parameter kardiovaskular lainnya lebih rendah di malam hari dan lebih tinggi di siang hari,” tambahnya.

KLIK INI:  Daun Kapulaga, Musuh Paling Ditakuti Diabetes Mellitus
Temuan yang penting

Para peneliti menguji efek pada detak jantung selama tidur malam pada peserta di bawah 100 lux (sedang) dan 3 lux (redup). Mereka menemukan bahwa tingkat cahaya sedang membuat tubuh dalam keadaan lebih waspada.

Pada kasus ini, denyut jantung meningkat dan kekuatan yang membuat jantung berkontraksi. Dan juga kecepatan aliran darah melalui pembuluh darah.

“Temuan ini sangat penting bagi orang yang hidup dalam masyarakat modern di mana paparan cahaya malam di dalam dan luar ruangan semakin umum,” kata Dr. Grimaldi.

Selain itu, para peneliti mengukur resistensi insulin peserta setelah menghabiskan malam di ruangan yang terang benderang.

Keesokan paginya, para peserta menunjukkan resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu menjaga gula darah pada tingkat yang dapat diterima, dan resistensi insulin adalah suatu kondisi di mana sel-sel di otot dan hati tidak merespon kehadiran insulin.

Ini berarti ketidakmampuan untuk menyimpan glukosa dalam darah dan mengatur kadar gula darah di antara waktu makan. Sebagai tanggapan, gula darah dapat naik ke tingkat yang berbahaya dari waktu ke waktu, bahkan ketika pankreas mengeluarkan lebih banyak insulin.

KLIK INI:  Waspada! Polusi Cahaya Sebabkan Kanker dan Obesitas
Menyebabkan obesitas

Dalam studi sebelumnya yang diterbitkan di JAMA, para peneliti mengamati sejumlah besar orang sehat yang terpapar cahaya sebelum tidur. Studi ini menemukan bahwa orang-orang ini lebih cenderung kelebihan berat badan atau obesitas,

“Sekarang kami menunjukkan mekanisme yang mungkin mendasari mengapa hal ini terjadi. Kami menunjukkan bahwa itu mempengaruhi kemampuan Anda untuk mengatur glukosa.” Peserta dalam penelitian ini tidak menyadari perubahan biologis dalam tubuh mereka di malam hari. “Tapi otak merasakannya,” kata Dr. Grimaldi.

“Ini seperti otak orang yang tidurnya ringan dan terfragmentasi. Fisiologi tidur tidak beristirahat sebagaimana mestinya,” lanjutnya.

Paparan cahaya siang hari memiliki manfaat kesehatan yang penting, dan produksi vitamin D tubuh tidak terkecuali. Namun, paparan cahaya selama jam-jam gelap tampaknya memiliki efek kesehatan yang berpotensi negatif.

“Selain tidur, nutrisi dan olahraga, cahaya di siang hari merupakan faktor penting dalam kesehatan, tetapi di malam hari, kami menemukan bahwa intensitas cahaya sedang pun mengganggu ukuran kesehatan kardiovaskular dan endokrin,” tambahnya.

KLIK INI:  Aroma 6 Bunga Ini Mampu Hilangkan Stres, Benarkah?
Tips mengurangi efek cahaya

Menurut Dr Zee, tips berikut akan membantu mengurangi efek cahaya saat kita tidur:

  • Jangan menyalakan lampu. Jika perlu menyalakan lampu. Setel ke lampu redup yang dekat dengan lantai.
  • Pastikan Anda tidak melihat benda-benda di dalam ruangan, sebab jika terlihat itu artinya  terlalu banyak  banyak cahaya dan itu kurang baik untuk kesehatan Anda.
  • Gunakan cahaya  kuning, merah atau jingga kurang merangsang otak.
  • Jangan gunakan cahaya putih atau biru dan jauhkan dari orang yang sedang tidur.
  • Jika Anda tidak memiliki kendali atas cahaya luar ruangan, warna gelap atau tutup mata dengan kain atau masker itu akan sangat bagus.
  • Pindahkan tempat tidurmu agar cahaya dari luar tidak mengenai wajah.
KLIK INI:  Jangan Dibuang, Ini Manfaat Tulang Ikan bagi Kesehatan!