Tawa Ceria Anak Pesisir Pantai Kalumeme di Tengah Abrasi

oleh -353 kali dilihat
Tawa Ceria Anak Pesisir Pantai Kalumeme di Tengah Abrasi
Kapal-kapal nelayan yang terparkir di pesisir Kalumeme karena cuaca buruk beberapa hari kemarin - Foto/Ist

Klikhijau.com – Anak-anak nelayan di pesisir pantai dusun Gusunge, kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba sedang asyik bermain saat saya berkunjung ke sana.

Mereka berlarian di bibir pantai. Berkejaran dengan ombak. Dan menikmati semilir angin laut. Tak sedikit pun terlihat mimik ketakutan di wajah mereka yang polos. Mereka asyik saja bermain.

Sedang orang tua mereka harus berpasrah dengan keadaan yang ada. Memutar otak untuk mendapat sumber penghasilan demi dapur agar bisa tetap mengepul. Warga yang tinggal di sana dominan memang bekerja sebagai nelayan.

Biasanya, saat cuaca masih dalam keadaan baik, para nelayan akan bersiaga mengarungi laut lepas. Menuju titik yang diyakini terdapat banyak ikan. Mereka hanya menggunakan perahu kecil yang berukuran 3-4 meter. Bergerak menggunakan mesin khusus. Bahan bakarnya solar, biasanya juga bensin.

Mereka akan melaut hingga berhari-hari. Bertahan hidup di laut lepas dengan bekal seadaanya dari rumah. Bekal yang dipersiapkan dengan penuh cinta oleh para istri atau orang tua mereka sebelum melaut. Lalu, jika mereka telah mendapat cukup ikan untuk dijual dan dikonsumsi bersama keluarga, maka mereka akan kembali pulang.

KLIK INI:  Cerita tentang Anak Nelayan yang Putus Sekolah di Tengah Gemerlap Kota Makassar
Abrasi

Sejak seminggu lalu, perahu mereka nampak terparkir rapi di pinggir pantai. Beberapa nelayan memilih untuk mewarnai perahunya. Sembari terus berdoa agar cuaca bisa kembali membaik. Sebab laut adalah lahan mereka mengais rejeki.

Terjadi abrasi di pesisir pantai Kalumeme, bermula di 4 Februari 2021 lalu. Pasir pantai terkikis karena gelombang laut yang tingginya mencapai hingga 3 meter. Deburan ombak kini telah meraih rumah warga.

Kejadian itu tentulah berdampak pada perputaram ekonomi di sana. Para nelayan enggan melaut. Tak ada hasil tangkapan. Para istri pun mengeluh, sebab tak ada uang untuk membeli bahan makanan. Kalau pun ada, mereka harus terpaksa berhutang.

Selain itu, ada empat rumah warga yang rusak ringan. Rata-rata bangunan rumah di sana terbuat dari kayu dengan model panggung. Tiang rumahnya patah. Hingga tersisa beberapa saja yang bertahan menyanggah bangunan rumah.

Salah satu rumah yang terdampak malah harus diikat dengan tali agar tak roboh. Selain rumah warga, salah satu sekolah menengah kejuruan yang ada di kelurahan Kalumeme juga terdampak abrasi.

Yang lebih miris, satu-satunya masjid yang ada di dusun Gusunge, juga terkena deburan ombak.

Konon, jarak rumah warga dengan pantai berkisar 100 meter. Tapi memang setiap tahun ketika pergantian musim, apalagi saat angin kencang datang. Daerah ini sering terjadi abrasi.

abrasi pantai
Anak-anak di pesisir pantai Kalumeme tetap bermain ceria meski abrasi pantai menghantui – Foto/Ist
KLIK INI:  Berkunjung ke Indogreen di CCC Makassar Tapi Harus Lewat TN Bantimurung, Kok Bisa?
BPBD Bulukumba, salurkan bantuan

Menyikapi abrasi yang terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Seksi Kedaruratan dan Logistik menyerahkan bantuan 200 karung, kepada warga terdampak, Senin 5 April 2021.

Karung itu akan digunakan para warga untuk menahan laju deburan ombak setelah diisi pasir. Kemudian disusun di pinggir pantai sebagai penahan ombak.

Selain karung, Pemerintah Daerah (Pemda) juga telah dua kali menyalurkan air bersih sebanyak 1000 liter ke wilayah yang terdampak abrasi. Melalui itu warga bisa menikmati air bersih untuk kegiatan mandi, mencuci dan memasak.

“BMKG meramalkan cuaca ekstrim telah berakhir. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi yang tinggal di sepanjang pesisir pantai,” ucap Akrim Andi Amir, Kepala BPBD Kabupaten Bulukumba saat dikonfimasi via Whatsapp.

KLIK INI:  Pemuda dan Nelayan di Galesong Unjuk Rasa Tolak Tambang Pasir
Penanganan abrasi

Selain gerak cepat menyalurkan bantuan, tentunya pemerintah harus memikirkan solusi jangka panjang untuk warga pesisir. Agar ketika tiba pergantian musim, abrasi tak lagi menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pengikisan pasir dipesisir pantai. Mungkin ini bisa menjadi solusi pencegahan abrasi :

  • Budidaya mangrove

Budidaya mangrove atau pembuatan hutan bakau di pesisir pantai. Terutama pesisir yang terdapat permukiman warga. Hutan bakau mangrove selain memberi daya tarik untuk dijadikan destinasi wisata, karena keindahannya. Tanaman ini juga bisa bekerja menjaga ekosistem laut. Selain itu juga mampu menjaga laju terjangan ombak. Sehingga bermafaat menghalau abrasi.

  • Membuat pemecah ombak

Selain itu, pemecah gelombang yang terbuat dari susunan batu yang ditata rapi juga bisa menjadi alternatif untuk menghalagi ombak agar gelombang besar tak langsung sampai di bibir pantai.

  • Pemanfaatan biota laut

Yang terpenting juga adalah pemanfaatan biota laut, dalam hal ini terumbu karang. Terumbu karang penting dilestarikan. Selain untuk keindahan bawah laut, keberadaan terumbu karang juga dapat berfungsi untuk mengurangi kekuatan gelombang laut. Sehingga keberadaanya bisa meminimalisir abrasi.

Semoga di masa-masa mendatang abrasi di pesisir Kalumeme tak lagi mencemaskan warganya dengan aksi-aksi pemulihan ekologi di pesisir. Kita senantiasa merindukan tawa lepas anak-anak pesisir bermain di tengah deru ombak.

KLIK INI:  Metamorfosa Kanal di Makassar, Plastik dan Eceng Gondok Bergentayangan