Tangguh Diterjang Angin, Pohon Glodokan Cocok Jadi Peneduh Jalan

Publish by -371 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Tangguh Diterjang Angin, Pohon Glodokan Cocok Jadi Peneduh Jalan
Tangguh Diterjang Angin, Pohon Glodokan Cocok Jadi Peneduh Jalan/foto- Ist

Klikhijau.com – Melihat pohon glodokan yang tumbuh berjejer di pinggir jalan. Menawarkan sensasi tertentu.  Tumbuh menjulang tinggi, meski tak berbunga, tapi bentuknya eksotis.

Daunnya glossy berwarna hijau segar, panjang, dengan tepi daun bergelombang. Hal itu membuatnya tampak berbeda dengan pohon yang lain. Selain itu, rupanya pohon glodokan adalah jenis pohon yang tangguh.

Iya, karena ketangguhan itulah. Banyak yang menjadikan pohon bernama latin Polyalthia longifolia itu sebagai peneduh jalan.

Apalagi ia memiliki ketangguhan terhadap terjangan angin, getaran kendaraan, dan cuaca panas.  Memiliki akar yang dapat bertahan terhadap kerusakan. Terutama yang disebabkan oleh getaran kendaraan, mudah tumbuh di daerah panas dan tahan terhadap angin (Antari dan Sundra, 2007).

KLIK INI:  Belum-Temenggor, Rumah Berbagai Macam Flora dan Fauna Langka

Tidak hanya tangguh, tapi juga dapat menyerap unsur pencemaran udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor, khususnya Pb. Kita semua tahun kendaraan  bermotor jadi penyumbang terbesar pencemaran udara.

Tanaman ini dari jenis pohon evergreen. Karena memiliki resistensi baik terhadap lingkungan. Lingkungan yang mengalami perubahan cuaca atau iklim dan terjangan polusi udara tak menghalanginya untuk tumbuh dengan baik.

Menurut  Kusminingrum, (2000), pencemar utama dalam udara ada tujuh, yaitu Partikulat (partikel debu), Sulfur Dioksida (SO2), Ozone Troposferik, Karbon monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Hidrokarbon (HC) dan Timbal (Pb).

Untuk mengatasi jenis pencemaran udara. Pohon ini  bisa diandalkan. Khususnya dalam  menyerap Pb dari udara yang dipengaruhi oleh bentuk kimiawi Pb.

Bagaimana cara menyerapnnya? Ia menyerap senyawa timbale  melalui proses adsorpsi maupun absorpsi. Pada proses adsorpsi Pb yang terlepas dari asap kendaraan bermotor hanya melekat pada bagian permukaan akar gantung, daun maupun batangnya.

Perawatan mudah dan murah

Pohon ini bisa tumbuh mencapai tinggi 10- 25 meter, batangnya lurus, daunnya tunggal berseling, berbentuk elips memanjang dan tebal, warna daun hijau tua, panjangnya 12,5-20 cm, lebar 2,5-5 cm.

Menurut Iwan dalam Santoso (2011), karakter yang umum pada tanaman ini  mempunyai kemampuan untuk menyerap polutan indoor maupun outdoor. Jadi, keistimewaan lain tidak hanya  mampu  menyerap udara di ruang terbuka, tapi juga dalam ruangan.

Untuk penyerapan polutan udara, pohon ini memiliki kemampuan  mengakumulasi Pb pencemaran udara yang cenderung mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi Pb polusi udara

Meski mampu menyerap pencemaran udara dan bisa tumbuh dengan baik dalam terjangan pencemaran udara. Namun, jika jangan salah, sebab pohon ini juga  bisa terancam oleh pencemaran udara yang berlebihan.

Hal itu bisa berawal dari tingkat biokimia (gangguan proses fotosintesis, respirasi, serta biosintesis protein dan lemak), selanjutnya tingkat ultrastruktural (disorganisasi sel membran), kemudian tingkat sel (dinding sel, mesofil, pecahnya inti sel) dan diakhiri dengan terlihatnya gejala pada jaringan daun seperti klorosis dan nekrosis (Rizqi Dwi Ardyanto dkk, 2014)

Banyak orang memilih pohon glodokan karena perawatannya  cukup murah dan mudah. Selain itu, tidak butuh ruang yang luas untuk menanamnya. Anda  bisa ditanam di ruang sempit. Itu karena pohon ini memiliki percabangan dari batangnya teratur dan tidak menjalar. Karenanya, banyak yang meminatinya sebagai tamanan hias yang memberikan nuansa kerapihan dan kesejukan

Jika ingin membudidayakan tanaman glodokan dengan biji, maka harus memilih biji yang bagus dan melakukan proses semai. Jangan lupa memperhatikan satu hal, yakni biji glodokan cepat membusuk.

Karena itu, Anda tak bisa  membiarkannya terlalu lama. Sebaiknya gunakan biji  pohon glodokan yang sudah berumur.  Apabila ingin memindahkannya harus hati-hati. Karena  apalabila telah mencapai tinggi  5 meter, akan mengalami stres dan kering ketika dipindahkan. Namun, biasanya  akan bersemi kembali setelah 1 bulan.

KLIK INI:  Kelahiran Pancaran dan Fakta Tak Terduga dari Orangutan
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!