Tanah Duka, Tanah Luka

oleh -25 kali dilihat
Tanah Duka, Tanah Luka
Ilustrasi-foto/Pixabay
Irhyl R Makkatutu

Duka di Tanahmu, Tanahmu Luka

 

Di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah
air pindah ke mata jadi air mata
peluh keluh diperas oleh teluh
mengalir ke nadi
cekam

Di tanahmu jeritan jadi lagu disko tengah malam kelam
ketakutan jadi parodi, ditertawakan dalam pesta pora
air mata darah mengisi kobokan
peluru merampas napas
kejam

Di tanahmu api sedang ditanam di kepala jadi kematian
langit pucat pekat dengar jeritan, sakitmu merontah
pengendara kuasa berpesta atas nasibmu
rayakan kematiannya sendiri
nurani

Di tanahmu pagi telah asing, malam usang merentang panjang
tak ada lagi tempat bercucu, menanam plasenta
di tanahmu sedih merimbun pilu
duka peluki luka
rohingya

Rumahkekasih, 17-25 Sept 2017

KLIK INI:  Suatu Pagi, Bumi Mati di Sebuah Kota

 

Luka di Tanahmu, Tanahmu Duka

 

Rohingya
duka peluki luka
di tanahmu sedih merimbun pilu
tak ada lagi tempat bercucu, menanam plasenta
di tanahmu pagi telah asing, malam usang merentang panjang

Nurani
rayakan kematiannya sendiri
pengendara kuasa berpesta atas nasibmu
langit pucat pekat dengar jeritan, sakitmu merontah
di tanahmu api sedang ditanam di kepala jadi kematian

Kejam
peluru merampas napas
air mata darah mengisi kobokan
ketakutan jadi parodi, ditertawakan dalam pesta pora
di tanahmu jeritan jadi lagu disco tengah malam kelam

Cekam
mengalir ke nadi
peluh keluh diperas oleh teluh
air pindah ke mata jadi air mata
di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah

Rumah kekasih, 17-25 Sept 2017

KLIK INI:  Aku Ingin Menjengukmu Lagi Nanti Tanpa Ada yang Tersakiti dari Bumi

 

Tanahmu Duka, Tanahmu Luka

 

Cekam
mengalir ke nadi
peluh keluh diperas oleh teluh
air pindah ke mata jadi air mata
di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah

Kejam
peluru merampas napas
air mata darah mengisi kobokan
ketakutan jadi parodi, ditertawakan dalam pesta pora
di tanahmu jeritan jadi lagu diskotik tengah malam memabukkan

Nurani
rayakan kematiannya sendiri
pengendara kuasa atas nasibmu berpesta
langit pucat pekat dengar jeritan sakitmu merontah
di tanahmu api sedang ditanam di kepala jadi kematian

Rohingya
duka peluki luka
di tanahmu sedih merimbun pilu
tak ada lagi tempat bercucu, menanam plasenta
di tanahmu pagi telah asing, malam usang merentang panjang

Rumah kekasih, 17-25 Sept 2017

KLIK INI:  Perempuan yang Berjalan di Gelombang