Tak Terbayang, Jeans Rupanya Berpotensi Merusak Lingkungan

Publish by -104 kali dilihat
Tak Terbayang, Jeans Rupanya Berpotensi Merusak Lingkungan

Klikhijau.com – Anda yang gemar memakai jeans, seolah enggan membaca artikel ini bila di satu sisi Anda punya kecintaan pada lingkungan. Vice.com, melansir sebuah artikel tentang jeans yang berpotensi merusak lingkungan.

Yah, bukan sekadar soal jeans dan bahannya yang khas itu. Ini juga ada kaitannya dengan perubahan pola masyarakat dalam membeli pakaian.

Kini, produksi pakaian semakin massif karena setiap produsen merilis produknya di saat yang sama dapat diakses oleh konsumen dengan cepat.

Aplikasi belanja online tentu mendukung hal ini. Sekarang, rancangan terbaru bisa diantar ke toko pada waktu bersamaan debutnya di peragaan busana.

KLIK INI:  Ngeri, Trend Sampah Plastik Alami Peningkatan

Realitas ini kerap dinamai Fesyen Cepat Saji (atau biasa dijuluki fast fashion) adalah pola bisnis masa kini. Perusahaan sesegera mungkin menjual pakaian murah dan trendi hanya dalam hitungan hari saja.

Populernya bisnis tersebut lambat lain memicu perubahan kesadaran. Dikutip Vice.com, banyak konsumen sekarang menganggap baju sebagai komoditas ‘sekali pakai’. Kita membeli lima kali lebih banyak pakaian sekarang ketimbang ayah ibu kita dulu di dekade 80-an.

Walhasil, konsumen fesyen di seluruh dunia membuang 13 juta ton baju setiap tahun, yang biasanya berakhir di TPA. Baju terbuang sia-sia ini, ketika tak dikelola dengan baik, tentu saja merusak lingkungan.

Salah satu tersangka utama yang paling merusak, secara mengejutkan, ternyata celana jeans. Sebab, bukan hanya produk akhirnya saja yang mencemari. Sejak awal, pembuatan bahan kain denim sudah berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah besar.

KLIK INI:  Pentingnya Mengubah Perilaku Milenial Terhadap Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Jeans merupakan salah satu pakaian yang disimpan konsumen untuk waktu yang lama, tetapi dampak produksinya terhadap kondisi lingkungan sangat signifikan.

Proses pembuatan jeans dari hulu sampai hilir membutuhkan jumlah air dan konsumsi bahan kimia melimpah. Mengingat ada 2 miliar pasang jeans diproduksi setiap tahun di seluruh dunia, butuh upaya berkelanjutan skala besar agar perubahan bisa terjadi.

Tapi, setidaknya kalian sekarang harus tahu celana jeans memang awet tapi harga yang harus dibayar adalah kondisi sungai di sekitar pabrik-pabriknya.

Atau bersiapkah kita merawat satu-dua jeans kesayangan hingga jadi benda purba dan kelak ditaruh dalam museum kenangan?

KLIK INI:  Kenapa Membaiknya Lapisan Ozon Bumi Patut Disyukuri? Begini Jawabannya
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Vice.com

KLIK Pilihan!