Studi Terbaru, Pulp Kopi dapat Dimanfaatkan untuk Konservasi Hutan

oleh -126 kali dilihat
Studi Terbaru, Pulp Kopi dapat Dimanfaatkan untuk Konservasi Hutan
Ilustrasi foto Kopi - Foto/FB: Pebriansyah Geng

Klikhijau.com – Segala tentang kopi memang bermakna dan berfaedah, termasuk bagian yang kerap terbuang seperti pulp kopi. Sebagaimana kopi sebagai sebuah komoditi bahkan gaya hidup, filosofi kopi juga amatlah dalam.

Yah, kopi sebagai bisnis dan komunitas tak kalah menariknya jadi bahan obrolan. Kopi, bahkan selalu seksi dibahas dan dikuliti dan semua orang bisa ikutan nimbrung, tanpa batas-batas profesi, pendidikan atau status sosial.

Sekali lagi, kopi adalah cakrawala tak bertepi yang memang menggairahkan. Namun, kali ini kita akan bahas sisi lain dari kopi yakni bagian pulp-nya yang ternyata juga tak lepas dari manfaat.

Apa itu pulp kopi? Ini adalah daging buah yang kerap dibuang bebas untuk mendapatkan biji kopi dengan aroma khas. Lalu, diseruput!

Sebuah studi baru dari Universitas Hawaii dan ETZH-Zurch Swiss mengungkap bahwa bagian daging biji kopi ini juga bermanfaat. Apa sih manfaatnya?

Tentunya tidak untuk menghasilkan minuman tandingan dari kopi. Tapi, bisa jadi lebih spesial lagi yakni dapat dimanfaatkan untuk konservasi hutan.

Studi ini mengungkap satu fakta bahwa pulp kopi yang umumnya hanya jadi limbah dapat mempercepat pertumbuhan tanaman di hutan. Jadi, sebuah eksperimen dilakukan menunjukkan bahwa pada lahan yang ada pulp kopi, tumbuh 80% lebih cepat dibandingkan tanpa pulp kopi yang hanya 20%.

Pulp kopi kaya akan nutrisi dan diperlukan tanaman. Studi ini mengungkap bahwa pulp kopi dapat dipakai untuk merestorasi area hutan.

KLIK INI:  19 Makanan Terbaik untuk Sumber Energi, Melimpah dan Mudah Didapat!
Hasil riset

Dikutip dari Intelligentliving, pada 2018, para ahli lagi-lagi ber-eksperimen dengan menebar pulp kopi dari 30 truk untuk yang menutupi lahan tanam ulang setinggi 50 cm di selatan Kosta Rika.

Ini diujicobakan di atas lahan seluas 35 m x 40 m dan sebagai perbandingan, ada lahan dengan ukuran sama tanpa pulp kopi. Setelah dua tahun pasca penebaran pulp, para peneliti kemudian melihat perubahan yang terjadi pada sampel tanah, spesies mahluk dalam tanah dan merekan detail perkembangan tutupan lahan dengan drone.

Hasilnya, lahan yang telah ditebar pulp mengalami proses tutupan lahan lebih cepat hingga 80 persen. Bahkan, tanaman dapat tumbuh lebih cepat setidaknya empat kali dibanding kawasan yang tanpa pulp.

Pulp kopi bahkan punya kemampuan untuk menghalau pertumbuhan rumput liar yang dominan yang kerap mengganggu tanaman hutan. Ini membuat spesies pohon asli dapat tumbuh dengan sangat cepat karena benih tanaman yang disebar oleh binatang penyerbuk dapat lebih mudah tumbuh.

Bukan itu saja, kandungan nutrisi mineral tanah (termasuk karbon, fosfor, dan nitrogen) juga ditemukan sangat tinggi jika mengandung limbah pulp kopi.

KLIK INI:  Indonesia Tak Ambisius dalam Target Penurunan Emisi, Ini Kritik Madani dan WAHLI!

Rebecca Cole, Tim peneliti mengatakan, lahan yang ditambahi pulp dapat kembali menjadi hutan kecil hanya dalam waktu dua tahun. Sementara lahan lain hanya dipenuhi oleh rerumputan liar.

Pulp kopi
Anatomi biji kopi – Foto/DocPlayer.info

“Hasil studi ini menunjukkan hasil samping (limbah) pertanian dapat mempercepat pemulihan kawasan hutan yang rusak,” jelasnya.

Rebecca menegaskan bahwa limbah pulp sangat efektif untuk mendukung konservasi hutan global. Ini adalah satu skenario alami yang ‘win-win solution’, kata Rebecca.

Sebagai catatan, lahan pertanian tropis memang cenderung mengalami penurunan. Kualitas tanah ini akhirnya berdampak pada sulitnya area hutan mengalami proses pertumbuhan.

Oleh seba itu, temuan ini tentu sangat prospektif dan bisa dijalankan untuk konservasi hutan. Meski begitu, Rebecca tetap mengingatkan perlunya suatu riset lanjutan. Sebabnya, data hasil eksperimen yang didapatkan berdurasi singkat yakni hanya 2 tahun.  Data ini dinilai belum sepenuhnya cukup.

Kosta Rika merupakan suatu negara yang lumayan sukses dalam restorasi hutan hujan. Ada banyak proyek konservasi hutan yang telh berhasil setidaknya dalam 3 dekade terakhir ini.

KLIK INI:  Suka Duka dari Pinggir Kanal Rajawali Makassar, di Antara Sampah dan Ritus Ala Pesisir