Strategi Atasi Sanitasi Buruk, Jadi Isu Krusial Kepala Daerah se-Indonesia di Makassar Bulan Ini

oleh -201 kali dilihat
Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Danny Pomanto - Foto Imran Arief
Walikota Makassar, Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto/Foto-Imran Arief

Makassar, Klikhijau.com – Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia memicu berbagai masalah serius. Kota adalah ruang yang paling sesak dan terancam mengalami masalah sanitasi.

Urbanisasi yang meningkat setiap tahunnya memperparah kondisi. Diperkirakan pada tahun 2025, 67,5% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.

Tantangan terbesar dari urbanisasi dan sesaknya ruang kota adalah kebutuhan pengelolaan sanitasi yang baik.

Amirullah, warga Makassar di Sulawesi Selatan, merupakan salah satu dari jutaan penduduk kota yang menghadapi masalah sanitasi.

KLIK INI: Keren, SD Negeri Borong Memberlakukan Penggunaan Tumbler di Sekolah
KLIK INI: Memanfaatkan Sampah Botol Plastik Untuk Membuat Kebun Hidroponik, Ini Tipsnya!

“Sebagian besar tetangga saya punya septic tank di rumah, dan sumur untuk umum ada di dekatnya. Jadi saya tahu kalau airnya tercemar,” kata Amirullah.

Dan ia juga menyadari dampaknya.

Padahal, dampak dari tercemarnya air akibat sanitasi cukup berbahaya. Salah satunya adalah ancaman stunting. Sembilan juta, atau 30% balita Indonesia mengalami stunting, yaitu terhambat pertumbuhan badan dan otak. Penyebab utamanya adalah air yang tercemar.

Bayangkan saja, sebagian besar rumah warga di tepi sungai mengalirkan limbah rumah tangganya langsung ke sungai.

****
Terkait isu tersebut, Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) bekerjasama dengan Unicef dan World bank akan menyelenggarakan kegiatan Advocacy and Horyzontal Learning (AHL).

Kegiatan dengan mengangkat tema “Menuju ODF Provinsi dan Pengelolaan Air Limbah Domestik yang aman” ini akan digelar pada tanggal 12-13 Februari 2019 mendatang di Hotel the Rinra Makassar.

KLIK INI: DAS Jeneberang Kritis, Begini Masukan Walhi Sulsel

Rencananya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro akan hadir sebagai narasumber yang memberikan pesan kunci tentang strategi Indonesia menuju SDG target 6.2 dan 6.3.

Tak ketinggalan pihak Kementerian Kesehatan (Direktur Kesehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan), Kementerian PUPR, Unicef dan World Bank.

Kepala daerah Bupati dan Wali Kota, Kepala Bappeda, Kadis PU, Kadis Kesehatan di seluruh Indonesia juga dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.

“Tujuannya membangun momentum dan memperkuat komitmen politis untuk mencapai target nasional dan daerah terkait pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari pengurangan buang air besar sembarangan dan pengelolaan limbah domestik yang aman,” ucap Danny, Ketua Umum AKKOPSI sekaligus Wali Kota Makassar, sabtu (2 Februari 2019).

Tak hanya itu, Danny juga akan menyusun rencana lanjut untuk mencapai 100 persen ODF dan pengelolaan sanitasi yang aman. (kh)