Spot Instagramable, Kolam Renang di Atas Gunung sedang Dibangun di Sinjai Borong

Publish by -95 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Spot Instagramable, Kolam Renang di Atas Gunung sedang Dibangun di Sinjai Borong
Suasana di salah satu spot menarik di Desa Bonto Tengnga yang akan dijadikan tempat wisata "kolam Renang di atas Gunung" - Foto/KH

Klikhijau.com – Kondisi geografis di Sulawesi Selatan membuat banyak tempat berpotensi dikelola sebagai spot wisata alam yang instagramable. Terbaru ada di Desa Bonto Tengnga, Sinjai Borong Kabupaten Sinjai.

Di sana, sedang dibangun tempat wisata baru dengan sensasi berenang di atas gunung. Yah, letaknya persis di atas pegunungan. Kawasan baru ini tergolong futuristik karena menghadirkan kolam renang sensasi urban berpadu dengan lanskap alam.

Dari kolam renang inilah, pemandangan alamnya sangat istimewa. Untuk sekadar latar foto, spot ini rasanya layak jadi idola baru.

Terbukti, walau masih dalam tahap pembangunan, telah banyak orang yang berkunjung ke sana. Pihak pengelola telah menyiapkan dua spot foto di tepian gunung yang sensasinya seolah berdiri di puncak gunung, persis di tepian jurang yang terjal dan dalam.

Satu diantaranya akan ditempatkan sebuah becak, dimana pengunjung nantinya dapat merasakan seolah mengendarai becak di puncak gunung. Satunya lagi, menghadirkan ornamen perahu, dimana kita seolah berlayar di ketinggian.

KLIK INI:  Kades Jenetallasa Manfaatkan Hutan sebagai Sarana Desa Wisata

Rencananya tempat ini akan dinamai “Kolam renang pattiro bulu” atau kolam renang untuk melihat pemandangan dari atas gunung.

Menurut Kepala Desa Bonto Tengnga, Kaswan Mahmud, tempat ini dibangun sebagai kawasan wisata masa depan.

“Selain kolam renang, di sini nanti ada spot foto dengan latar alam yang menakjubkan. Kami juga akan menyiapkan rumah baca di sekitar kolam renang,” kata Kaswan.

Spot Instagramable, Kolam Renang di Atas Gunung sedang Dibangun di Sinjai Borong
Kolam renang di atas gunung di Desa Bonto Tengnga Sinjai Borong yang sedang dibangun – Foto/Ist

Rencananya, pengunjung yang  istirahat usai berenang dapat bersantai ria di sebuah pendopo di mana ada buku-buku menanti untuk dibaca. Ini satu konsep menarik, memadukan antara literasi dan wisata alam.

“Kami juga akan bangun villa-villa dan area parkir untuk pengunjung. Kami berencana menghadirkan kuliner khas pegunungan yang memanjakan pengunjung,” jelas Kaswan.

KLIK INI:  PLTMH Dikelola Baik, Warga Dusun Balantieng di Pelosok Sinjai Kini Terang Benderang

Rencananya, kawasan ini akan diresmikan akhir tahun 2020. Pemerintah desa berharap, masyarakat di sekitar lokasi akan ikut dilibatkan dalam pengelolaan tempat wisata ini.

Pemerintah desa bahkan optimis akan menggunakan energi baru terbarukan pada penerangan atau listrik di kawasan wisata. “Di sini ada PLTMH Balantieng yang sudah beroperasi sekitar lima tahun, kami akan memakai listrik ramah lingkungan,” tutur Kaswan.

Selain Instagramable, Cuacanya mendukung

Sebagaimana spot wisata di pegunungan, cuaca di kawasan ini sangat sejuk bahkan di bawah dua puluh derajat celcius. Di musim kemarau, sensasi dingin bahkan bisa terasa hingga siang hari.

Kabut tipis yang berpendar di sekitar lokasi, menambah daya tarik tempat ini. Bagi pencinta bunga-bunga,  kamu akan berjumpa bunga-bunga di sana.

KLIK INI:  Catat, Garuda Indonesia Beri Diskon Spesial ke 10 Destinasi Wisata Ini!

warga desa sekitar umumnya memelihara tanaman bunga. Cuaca nampaknya mendukung pertumbuhan bunga-bunga khas daerah dingin seperti bunga masamba, gelombang cinta, angrek dan lainnya.

Untuk mengunjungi desa ini, kita dapat masuk dari Kabupaten Bulukumba yakni jalan pintas dari Palampang Rilauale, jaraknya sekitar 30 kilometer. Atau bila berangkat dari arah Bone atau Sinjai, lokasi ini berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat kota Sinjai.

Akses jalan cukup bagus hingga desa Bonto Tengnga. Namun, jalan masuk yang tak sampai satu kilometer ke kawasan wisata masih berbatu. Pemerintah desa optimis, akses masuk akan diperbaiki secepatnya  untuk memudahkan pengunjung.

Tak jauh dari spot ini, kamu dapat mengunjungi sebuah dusun kecil namanya Dusun Balantieng. Dusun terpencil tersebut telah menggunakan listrik terbarukan tenaga Mikrohidro.

Nah, saat menengok ke seberang, kamu juga dapat melihat desa wisata Kahayya Kabupaten Bulukumba.

Sensasi di tempat ini sudah pasti akan semakin istimewa saat camping di malam hari. Selain sensasi dingin yang berrrr…….lampu-lampu yang menyala dari rumah-rumah warga dusun memancarkan kehidupan yang damai di pegunungan.

Bila tertarik dengan spot  instagramable ini, tak ada salahnya mencoba ke sana!

KLIK INI:  Mengagumi Mahakarya Manusia Prasejarah di Leang-Leang
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!