Simak 5 Sajak dari Penyair Arab yang Mengeksplorasi Alam Raya

oleh -112 kali dilihat
Simak 5 Sajak dari Penyair Arab yang Mengeksplorasi Alam Raya
Ilustrasi padang pasir - Foto/ Anson Antony di Unsplash
Nur Afifah Hamzah
Latest posts by Nur Afifah Hamzah (see all)

Klikhijau.com – Ada banyak penyair dari negeri Arab yang dikenal karena karya-karyanya yang khas. Diantara mereka, tak sedikit yang kental dengan eksplorasi alam raya dalam sajaknya.

Siapa saja penyair Arab itu dan bagaimana karyanya? Berikut ini 5 penyair Arab dan contoh karyanya yang sangat dekat dengan metafora alam. Mari simak karyanya dengan seksama:

  1. Aku Berasal dari Sana Karya Mahmoud Darwish

Aku berasal dari sana dan aku mempunyai kenangan

Aku dilahirkan sebagaimana manusia dilahirkan

Aku memilikiseorang ibu dan sebuah rumah dengan banyak jendela

Aku memiliki saudara juga teman

Dan sel penjara dengan jendela yang dingin

Aku mempunyai ombak yang menyambar laut-camar

Aku mempunyai penyiksaan sendiri

Aku mempunyai rerumputan yang lebat

Aku mempunyai rembulan di ujung kata-kata

 

Dan kurnia burung serta keabadian pohon zaitun

Aku berjalan di atas bumi

Sebelum pedang menikam tubuh

Yang akan mengubah menjadi santapan

Aku berasal dari sana

Aku mengembalikan langit kepada ibunya

Ketika langit menangisi ibunya

Dan aku menangis agar awan mengenali Kembali diriku

Aku belajar pada semua kata-kata yang pantas

 

Di pengadilan tertinggi

Agar aku bisa melanggar peraturan

Aku belajar pada semua kata-kata dan memecahkannya

Agar akubisa Menyusun satu kata

Yaitu :tanah air

KLIK INI:  Laut Biru, Laut tanpa Plastik

***

Mahmoud Darwish adalah seorang penyair yang banyak memenangkan penghargaan terhadap karya sastra yang dituliskannya. Selain penyair ia juga seorang pengarang Palestina dan dinobatkan sebagai penyair nasional di Palestina.

Mahmoud Darwish lahir pada 13 Maret 1941 dan wafat pada 9 agustus 2008. Semasa hidupnya ia abadikan dirinya untuk mengabdi dan membela negaranya Palestina. Hal itu membuatnya keluar masuk penjara.

  1. Hanya Budak-Nya yang Merdeka karya Jalaluddin Rumi

Laut takkan membiarkan penghuninya mentas,

Tak pula membiarkan penghuni daratan

Masuk kedalamnya

Air adalah rumah bagi ikan

Binatang berbobot menapaki muka bumi

Tak ada siasat atau kita bisa mengubah

Pengaturan ini

KLIK INI:  Lelaki Penunggu Ikan

Ketetapan ilahi mengunci begitu kuatnya

Dan satu-satunya pembuka adalah Rabb

Melekatlah kepada penyerah diri dan ketundukan

Terhadap kehendak Rabb.

Walaupun anak kunci dibentuk dengan benar

Atom demi atomnya, tiada kunci yang bisa dibuka

Kecuali oleh rahmat ilahiah.

Ketika kau lupakan akal-akalmu sendiri,

Kebahagiaan akan datang padamu

Dari terpandunya engkau.

Ketika engkau lupakan dirimu sendiri,

Barulah engkau merdeka.

KLIK INI:  Perspektif Alam dalam Novel Ayu Utami: Apakah Keindahan Perlu Dinamai?

***

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al-Khattabi al-Bakri yang terkenal dengan nama Rumi. Seorang penyair sufi ter-mashur yang lahir di Balkh pada 30 September 1207 yang bertepatan dengan 6 Rabiul Awal tahun 604 Hijriah.

Hampir seluruh dunia mengenal sang penyair sufi ini. Seluruh syair dan puisinya tersebar keseluruh antero bumi. Puisinya juga terkenal memiliki makna yang dalam dan lebih mengingat Rabb. Sang Rumi wafat pada pada 17 Desember 1273 Masehi.

  1. Batu Kelapa karya Khalil Gibran

Dua muda bercermin cahaya

Sesaat terik melepas biasnya di perigi harap

Jengkal waktu merayap malas

Bertali dua perempuan paruh nafas luruh di tepi daun kaca

Merayu sepasang batu kelapa, terpukul nyata.

Keajaiban bagai memikat beliung

Rasa dua muda itu, dan gegas melambung paruh

Demi sepasang batu kelapa

Memundak gersang terka

Tak lama batu kelapa menanak

Santannya di tempurung berekor bulu

Mengasah dua muda untuk menilik

Adanya kisah batu di kelapa selepas gelap

KLIK INI:  Pohon Kenangan

***

Khalil Gibran adalah seorang penyair yang sangat terkenal. Karya-karyanya banyak sekali bertebaran dan banyak dinimati oleh pegiat sastra dan puisi. Ia lahir di Lebanon akan tetapi saat menginjak remaja ia pindah ke Amerika Serikat ikut dengan keluarganya. Disanalah, ia mulai belajar sastra dan menekuninya.

Banyak penyair yang mengidolakan gaya menulis Khalil Gibran. Kemampuannya menulis dengan dua bahasa menjadikan tulisannya semakin banyak dikenal dunia. bahkan di Lebanon sendiri ia dikenal sebagai pahlawan sastra.

  1. Hukum Baru Penciptaan karya Nizar Qabbani

Pada mulanya adalah Fatimah

Unsur-unsur semesta tersusun

Api dan tanah

Air dan udara

Bahasa dan nama-nama tercipta

Musim panas dan musim semi

 

Pagi dan sore

Mata Fatimah tercipta

Semesta menyibak rahasia

Mawar-mawar hitam

Selang seribu masa

Perempuan mengada

KLIK INI:  6 Penyair Arab Beserta Puisinya dengan Diksi Alam yang Menyentuh

***

Nizar Qabbani lahir di damaskus pada 21 Maret 1923. Lahir dari keluarga pedagang yang hidup dengan sederhana. Ia diasuh dan dibesarkan oleh tetangganya dan menempuh Pendidikan sejak kecil.

Ia mulai tertarik dengan sastra pada masa pendidikannya. Ia mengekspresikan segala emosinya melalui puisi. Beberapa karya puisinya berhasil menjadi kebangaan dunia sastra arab.

  1. Langkah Terakhir karya Nazik Al Malaikah

Saksikankalah, wahai pepohonan

Aku takkan lagi melihat dari bawah rindangmu

Inilah aku, kini telah pergi, angan kau tangisi kesedihanku

Sebab kesedihan dan harapanku tak akan menghukummu

Langkahku dalam gelap, jangan kau anggap ia

Sebagai Langkah terakhir disini

Mengembalikan nyanyian-nyanyian yang tak ia mengerti

Perlahan kau akan pupus jua sebagaimana diriku

Langkahku, tempat Kembali segala kepiluan

Oh, andai saja aku mendengar suara nestapa

 

Andai saja aku kehilangan inderaku, andai saja

Mungkin aku tak kan menyaksikan mimpi asing itu

Mimpi macam apa yang layu di atas pasir

Kuukir diatasnya seluruh melodi hidupku

KLIK INI:  Patok di Tengah Petak Sawah

Seluruh mimpi dan khayal masa mudaku

Seluruh degup nada-nada

Kini, dirimu, aku pergi wahai pohon

Dalam jubah pengembaraan dan penghormatan

Andai saja, aku beranikan diri untuk berjumpa denganmu

Memandangmu sekali lagi, tanpa air mata

Takkan kau rasakan, esok hari, dampak dari kesalahanku

 

Aku, wahai saudaraku, tak akan pernah Kembali

Semua impian dan mimpiku

Surga gemilang asa dan Langkah pengembara

Akan kutemui kayu dalam bayang bayang dan aku pun berlalu

Apa artinya, setelah ini, kayu yang rapuh itu ?

Aku akan hidup, wahai langitku, diatas bumi

Maka akan kuselipkan cahya dalam hati terdalamku

Sampai jumpa, engkau, oh impian masa mudaku

Apakah kau yang telah merajutnya lima puluh tahun lamanya

Dialah aku, Hasrat yang terkubur di bumi

Dan akan kurahasiakan cita citaku yang getir dan penuh duka

Jalan-jalan yang indah akan menangis

Di atas kenagan-kenanganku, namun jiwaku tak akan pernah Kembali

Wahai pohon pohon, anggaplah jiwaku berasal darimu

Bahwa ingatan hasratku tak akan pernah padam

Dan aku ? Jangan kau ragu, anggap saja engkau berasal dariku

 

Sungguh, kenanganmu di hatiku akan hidup Kembali

Segala tentangmu akan mengakar dalam kedalaman diriku

Ia abadi sebagai penyair yang abadi

Wahai, pohon pohon, jangan, jangan kau ingat lagi

Aku hanyalah berhala keputusasaan dalam wujud manusia

Aku tak punya apapun selain puing-puing kerinduan

Dan sisa sisa nestapaku yang abadi

 

Dulu aku pernah terhempas di antara mendung-mendung

Menumpahkan mimpi-mimpi di dalam kedalaman hidupku

Bersamaku, anganku mengangkasa melebihi tinggi gemintang

Dan puisi mencipta Hasrat terindah untukku

Hai, kayu selamat tinggal dari kehidupanku

Senja telah tiba dan sungguh telah tiba pula keberangkatanku

Hapuslah yang telah lalu, hapus lagu-laguku

Lupakan lagu-lagu nestapa dan duka laraku

Hingga tak lagi au ingat lagu piluku, esok hari

Senandung suka dan dukaku

Lupakanlah aku, sungguh aku telah jauh pergi Bersama dosa-dosaku

Inilah aku tenggelam dalam kalbu senja.

***

Nazik Shadiq Ja’far al-Malaikah adalah nama lengkap Nazik al-Malaikah seorang penyair dengan banyak karya puisi. Seorang penyair perempuan yang begitu menginspirasi. Ia lahir pada 23 agustus 1923 di kota Baghdad.

Ia mengenal puisi sejak masih muda dikarenakan ayahnya seorang guru Bahasa arab. dengan tumbuh di lingkungan yang penuh kecintaan terhadap sastra menjadikannya seorang penyair hebat dan terkenal. Menghasilkan antologi puisi dan menjadi salah satu pembaharu dalam puisi arab.

KLIK INI:  Pada Sebatang Pohon Kelapa