Selamat Berpuasa, Tetap Jaga Lingkungan dan Pola Konsumsi

oleh -51 kali dilihat
Selamat Berpuasa, Tetap Jaga Lingkungan dan Pola Konsumsi
Poster selamat ramadhan

Klikhijau.com – Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1442 H, semoga pintu-pintu kebaikan senantiasa terbuka buat kita semua. Ini adalah tahun kedua dimana kita melewati masa puasa di tengah pandemi.

Namun, tak sedikitpun menyurutkan semangat kita untuk menjalankan puasa. Bila melihat situasi menjelang bulan puasa, aktivitas masyarakat untuk menyiapkan konsumsi tetap stabil. Di mana-mana pasar terlihat ramai merayap.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, setiap momentum ramadhan, terjadi pergeseran pola konsumsi kita. Bahkan, biaya konsumsi pun cenderung meningkat karena tuntutan menyiapkan aneka santapan buka puasa maupun sahur.

Tanpa disadari, pola konsumsi yang berubah ini berpengaruh terhadap permintaan bahan-bahan pangan yang meningkat pula. Seiring dengan itu, harga bahan pokok pun cenderung naik akibat permintaan melonjak.

Pergeseran pola konsumsi juga berdampak pada meningkatnya sampah rumah tangga. Belum lagi, tren pemesanan makanan dengan sistem delivery yang meningkat dan hampir semuanya memakai plastik sekali pakai.

Padahal, ramadhan semestinya mendidik kita untuk diet sampah plastik. Juga diet pola konsumsi hingga diet bahan bakar dan seterusnya. Apakah ini sulit dilakukan?

Saatnya merenungkan kembali dan menjadikan momen puasa untuk tetap mendukung aksi-aksi ramah lingkungan. Bagaimana dan apa aksi sederhana yang bisa dilakukan? Kami merangkum beberapa tips sederhana menjalani puasa ramah lingkungan, berikut ini:

KLIK INI:  Malam Qunut Ramadan, Tradisi Turun-temurun di Kampung Ini!
  • Menakar menu makanan

Kelihatannya sederhana, namun tanpa perhitungan yang baik, persiapan buka puasa atau sahur akan berlebih-lebihan. Akibatnya, sampah makanan di rumah bisa menumpuk dan berakhir menjadi sampah.

Bisa dibayangkan, berapa sumber daya yang harus kita buang percuma setiap harinya. Alih-alih berpuasa, nyatanya kita terlibat dalam perilaku pemborosan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai puasa.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya benar-benar menghitung porsi makanan yang akan dibuat sesuai kebutuhan keluarga. Pastikan menu makanan yang dibuat tidak tersisa atau terbuang. Simak pula panduan mengatur menu makanan buka puasa di SINI!

  • Habiskan makanan

Di saat kita pernah mencoba merenungkan kompleksitas sebuah makanan bisa tersajikan, kita akan bisa menghargai makanan tersebut. Kesadaran akan hal ini penting agar setiap saat kita dapat menghabiskan makanan di piring.

Ambillah makanan secukupnya dengan tidak memperturutkan hawa nafsu, utamanya saat buka puasa. Sisakan sebagian untuk bernafas dan minum agar ibadah ramadhan dapat dijalankan dengan maksimal setelahnya.

Sebagai catatan, sampah makanan saat ini telah menjadi isu global. Padahal, sampah makanan dapat menghasilkan gas rumah kaca yang memperburuk lapisan ozon.

KLIK INI:  Puasa, Kurma dan 4 Manfaat Istimewa di Baliknya
  • Mempertimbangkan nutrisi dan kualitas makanan

Ada baiknya kita tidak terjebak dengan selera “yang enak-enak” di bulan puasa. Nyatanya, hampir semua makanan yang tersedia dikepung oleh kandungan gula yang tinggi.

Oleh sebab itu, tetap penting mewaspadai makanan yang mungkin tak berdampak baik untuk kesehatan diri. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah ketercukupan nutrisi pada apa yang kita makan. Kedua, kualitas makanan itu sendiri.

Sebagai contoh, sayuran organik jauh lebih berkualitas dari sayuran yang ditanam dengan pupuk kimia dan pestisida. Begitu pula dengan buah-buahan lokal, tentu lebih baik dari buah impor.

Puasa ramah lingkungan
Ilustrasi – Foto/ Markus Spiske di Unsplash
  • Belanja takjil dengan wadah sendiri

Umumnya setiap ramadhan kita banyak belanja kue-kue atau takjil di sekitar rumah. Nyatanya, mayoritas penjual masih menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan. Ini tentu tak ramah lingkungan dan akan menghasilkan sampah.

Oleh sebab itu, pastikan kita berbelanja takjil dengan membawa wadah sendiri. Kelihatannya memang agak repot, namun cara ini dapat menghindarkan kita dari timbulan sampah baru.

Cara ini sekaligus dapat mengedukasi yang lainnya untuk sebisa mungkin tak menggunakan kantong plastik.

KLIK INI:  Secara Ilmiah, Manfaat Minyak Kelapa Ini Ternyata Keliru
  • Buka puasa secara presmanan

Dalam masyarakat kita, sedari dulu sebenarnya terbiasa makan dengan prasmanan. Cara ini selain memperkuat persatuan dan kebersamaan, tentunya menghindarkan dari potensi sampah kemasan makanan.

Seiring pergeseran waktu, pola prasmanan semakin jarang dijumpai seiring massifnya kemasan plastik sekali pakai. Plastik agaknya mendidik kita untuk lebih praktis dalam urusan makan dan segala aktivitas. Namun, tanpa disadari betapa pola baru ini telah menimbulkan masalah serius yakni meningkatnya beban sampah.

Selain itu, kebiasaan makan dengan nasi bungkus/kotak membuat kesadaran lingkungan kita tergerus setiap saat. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menggelar buka puasa bersama khususnya bila dilakukan di rumah atau di kantor dengan model prasmanan. Cara ini lebih minim sampah plastik.

  • Tetap bawa kantong belanja

Membawa kantong belanja saat ke pasar atau ke super market amatlah penting demi menghindari tumpukan plastik. Bila kita berbelanja setiap harinya dengan kantong belanja yang bisa digunakan berkali-kali, setidaknya kita meminimalisir antara 5 hingga 10 kantong kresek.

Kantong belanja yang selalu siaga juga bagian dari alarm dalam hati untuk tetap konsisten menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Itulah beberapa tips praktis yang bisa dijalankan untuk menjalani puasa penuh berkah dengan terap ramah lingkungan. Selamat berpuasa!

KLIK INI:  Nikmatnya Es Kopiyor, Rekomendasi Andalan untuk Buka Puasamu!