Sekilas Tentang Kantong Semar, Sang Pengontrol Inflasi Serangga

Publish by -17 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Sekilas Tentang Kantong Semar, Sang Pengontrol Inflasi Serangga
Kantong semar/foto-Ist

Kantong semar sepertinya diciptakan untuk membuat kehadiran serangga terkontrol

Klikhijau.com – Dan di hari yang sedikit cerah ini. Saya tertarik untuk membahas tumbuhan yang hobi memakan serangga, kantong semar.

Bukankah terkesan aneh dan mistik, ada tumbuhan yang memakan serangga, biasanya seranggalah yang memakan tumbuhan, bukan sebaliknya.

Nama tumbuhan itu, kantong semar atau juga dikenal dengan nama tropical pitcher plant. Nama lain yang disandangnya adalah genus nepenthes.

Kantong semar termasuk dalam familia monotipik, terdiri dari 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan.

KLIK INI:  Bukan Hanya Kayu Kuku, Kayu Unggulan Sulawesi Ini Juga Terancam Punah

Ia termasuk tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama.  Kini meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia.

Namun untuk habitat dan spesies terbanyak di Indonesia, yakni di Pulau Borneo atau Kalimantan dan Sumatera.

James & Pietropaolo pada tahun 1996 pernah mengungkapkan jika kantong semar memiliki berbentuk helaian panjang berwarna hijau sampai hijau kekuningan.

Daunnya memiliki ciri khas, yakni dengan calon kantong terdapat di luar helaian daun keluar dari sulur berbentuk silinder dengan ukuran sama panjang atau lebih panjang dari daun.

Pengontrol serangga

Ujung sulur yang berwarna kuning kehijauan berkembang menjadi kantong pada lingkungan yang sesuai.

Sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya. Mangsanya berupa misalnya serangga, pacet, anak kodok yang masuk ke dalam.

Sulur daun kantong semar dapat mencapai permukaan tanah atau menggantung pada cabang-cabang ranting pohon yang berfungsi sebagai pipa penyalur nutrisi dan air (Mansur, 2006).

KLIK INI:  Tentang Kakapo, Nuri Endemik Selandia Baru yang Terancam Punah

Secara umum kantong semar memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset.

Kantong semar mempunyai batang yang kasar dengan diameter 3-5 cm dan panjang internodus antara 3-10 cm dengan warna bervariasi yaitu hijau; merah coklat kehitaman dan ungu tua.

Selain itu, tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15–20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat.

Pada tahun 2011 India tengah mencoba enzim di dalam kantong semar sebagai obat penghancur batu ginjal. Pada tahun 2012 lalu Perancis telah berhasil menemukan manfaat enzim itu untuk kepentingan industri

Dr Didik Widyatmoko dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI pada tahun 2014 lalu pernah mengungkapkan jika secara ekosistem sendiri tanaman ini merupakan pengontrol inflasi serangga.

Hingga tulisan ini saya akhiri, saya tak berhasil menemukan penelitian terbaru mengenai manfaat kantong semar. Barangkali ada di antara kawan yang memiliki informasi terbaru mengenai kantong semar, bolehlah berbagi!

KLIK INI:  Lahiran di Usia 12 Tahun, Doppsee Jauhkan Badak Hitam dari Kepunahan
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!