Seekor Kucing Hutan Terpantau Berkeliaran di Kawasan Rumah Hijau Denassa

oleh -95 kali dilihat
Seekor Kucing Hutan Terpantau Berkeliaran di Kawasan Rumah Hijau Denassa
Foto kucing hutan yang diabadikan dengan kamera lensa 70-300 di hutan larangan RHD, pada 31/5/2021 - Foto/ Denassa
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Seokor kucing hutan (Prionailurus sp) terpantau berkeliaran setiap hari di kawasan konservasi Rumah Hijau Denassa (RHD). Kabar baik ini disampaikan pendiri RHD, Dermawan Denassa pada Klikhijau, kemarin (2/6).

“Kucing hutan tersebut sudah terlihat sejak dua pekan terakhir,” ucap Denassa.

Kawasan konservasi yang terletak di jalan Borongtala No. 58 A Kelurahan Tamallayang Kecematan Bontonompo  Kabupaten Gowa ini memang dikenal banyak dihuni flora endemik Sulawesi.

Selain itu, ada fauna endemik khususnya jenis burung yang dibebaskan berkeliaran sebagai tamu di area konservasi seluas 1 hektar ini.

“Kami belum bisa pastikan jenis kelaminnya, karena sangat liar. Kami juga belum tahu, asalnya dari mana, apakah peliharaan yang lepas atau dari sebuah habitat yang rusak,” tutur Denassa.

Selain mengelola area Rumah Hijau Denassa yang sudah sangat familiar di Sulawesi Selatan, Denassa juga sedang membuka satu area konservasi lagi yang diberi nama “Sawahku”.

KLIK INI:  Kisah Seekor Kucing yang Menjaga Museum dan Masjid

Kawasan “Sawahku” berada di hamparan persawahan dengan area yang lebih luas dari RHD. Posisinya tak jauh dari kawasan RHD. Menariknya, dari pantauan Denassa, seekor kucing hutan juga terpantau berkeliaran di “Sawahku”.

“Seekor lagi ada di ‘Sawahku’, tapi belum bisa kami foto karena lebih liar dari yang ada di RHD,” tambahnya.

Denassa mengaku sangat senang dengan keberadaan kucing hutan di RHD dan Sawahku. Ia berharap, satwa ini dapat hidup bebas dan menjadi bagian dari ekosistem yang terjaga.

“Kami sangat senang dia (kucing hutan) memilih RHD sebagai tempat baru. Meski cukup was-was karena ada di habitat Burung Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense) yang juga hidup di permukaan tanah,” katanya.

KLIK INI:  Ada Apa di Balik Proyek Kalung Eucalyptus Kementan dan Klaim Antivirus Corona?
Kucing hutan akan terus dijaga

Tim RHD sendiri rencananya akan membahas pilihan terbaik untuk konservasi satwa ini, salah satu opsinya dipertemukan dengan yang di area konservasi Sawahku. Lalu, dibuatkan kandang isolasi atau habitat khusus).

Kucing hutan
Foto ini diabadikan dengan kamera lensa 70-300 di hutang larangan RHD, pada 31/5/2021 – Foto/Denassa

“Yang pasti kami akan jaga agar dan dukung keberlanjutan kehidupan mereka secara liar atau memberi perlakuan baik agar lestari,” jelas Denassa.

Selain sebagai ruang konservasi, Denassa juga menjadikan kawasan RHD dan Sawahku sebagai ruang literasi. Dermawan Denassa yang saat ini juga menjabat Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Sulawesi Selatan juga menyiapkan ruang baca di RHD dan Sawahku.

Dermawan Denassa, kini menjadi satu nominator penerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Denassa telah bergelut selama puluhan tahun dalam merintis kawasan konservasi secara swadaya, sembari mengkampanyekan pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati.

RHD didirikan oleh Denassa sejak tahun 2007 dan menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik Sulawesi. Kawasan ini juga kini menjadi tempat favorit bagi siapa saja khususnya anak-anak dan remaja untuk belajar tentang keanekaragaman hayati.

KLIK INI:  Perihal Secang yang Airnya Jadi Suguhan di Pasar Pangkal Earth Hour