Sampah Skincare jadi Problem Baru, Bagaimana Cara Mengolahnya?

oleh -8 kali dilihat
Sampah Skincare jadi Problem Baru, Bagaimana Cara Mengolahnya
Ilustrasi - Foto/Twitter.com
Zakiyatur Rosidah

Klikhijau.com – Kini, skincare atau kosmetik sudah menjadi kebetuhan dan dapat menyenangkan hati bagi seorang perempuan. Tapi entah sadar atau tanpa sadar, sampah bekas skincare menjadi salah satu limbah terbanyak pada lingkungan lho, sahabat hijau.

Coba kalian tengok laci atau meja rias. Bedak, eyeshadow, lipstik, eyeliner, eyebrow, serum, toner, pelembab, dan aneka rupa skincare, kesemuanya menumpuk dan beberapa akhirnya dibuang begitu saja, kan?

Skincare yang diproduksi, rerata memiliki kemasan yang terbuat dari plastik. Maka dari itu sampah skincare ini masuk dalam kategori sampah yang susah didaur ulang.

Dalam hal ini, industri kosmetik, skincare dan perawatan tubuh lain menjadi salah satu industri yang menyumbang sampah terbanyak pada lingkungan.

Tentu permasalahan yang tanpa henti ini tak akan teratasi kalau penanganan dari hulu ke hilir tak bersinergi dengan baik. Namun kita sebagai pengguna bisa menekan lajunya sebagai upaya sadar atas gaya hidup indivisu.

Apa yang bisa diupayakan pengguna untuk mengatasi problem sampah bekas skincare ini?

KLIK INI:  10 Alasan Kenapa Tak Perlu Panik dan Cemas Hadapi Covid-19
Pilah-pilah Sampah Skincare atau Kosmetik

Memilah sampah kosmetik memberikan beragam manfaat bagi kehidupan kita lho, sahabat hijau. Kita akan lebih menyadari akan kebutuhan skincare dan kosmetik digunakan, menekan gaya hidup yang konsumtif, dan memaksimalkan penggunaan skincare sesuai dengan kebutuhan.

Adapun cara memilah sampah skincare cukup gampang, antara lain:

  1. Mengumpulkan semua skincare, kosmetik, makeup yang dipunyai.
  2. Klasifikasikan sampah skincare dan kosmetik, misalnya seperti ini.

Skincare dan kosmetik wajah (bedak, foundation, blush on, serum, toner, pelembab, sunscreen, dan sebagainya).

Produk untuk bibir (lipstik, lip balm, lip gloss, lip serum, dan sebagainya).

Produk untuk mata (eye liner, eye shadow, eye brow, mascara, dan sebagainya).

  1. Membagi klasifikasi tersebut menjadi tiga.

Setelah itu pilah-pilah klasifikiasi tersebut menjadi tiga bagian. Pertama, produk skincare atau kosmetik yang digunakan untuk sehari-hari. Kedua, produk skincare atau kosmetik yang digunakan untuk momentum tertentu, misalnya kondangan, pesta pernikahan, graduation, dan sebagainya.

KLIK INI:  Mudah dan Praktis, Ini Cara Simpan Daging Ayam dalam Kulkas agar Terhindar Bakteri!

Terakhir, produk yang sudah tak terpakai atau habis, mungkin sudah kadaluarsa atau tidak cocok dengan muka kulit wajah kalian, dan yang sudah habis.

  1. Mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat

Pasca pilah-pilah sampah dan mengklasifikasikan sedemikian rupa, mungkin bakal timbul pertanyaan, bagaimana ya cara mengolah sampahnya? Ke manakah sampah-sampah skincare ini bisa dibuang? Nah berikut ini cara yang memungkinkan untuk mengolah sampah skincare.

Cara Mengolah Sampah Skincare atau Kosmetik
  1. Preloved produk yang tidak cocok ketika digunakan.

Menjual barang secara preloved menjadi salah satu cara yang paling banyak diminati oleh banyak orang sebagai sumber penghasilan, termasuknya produk-produk skincare.

Terutama bagi kalian yang suka eksperimen beragam produk kecantikan, mungkin ada beberapa produk yang tak cocok dengan kulit wajah tetapi masih bisa digunakan. Ketimbang dibuang begitu saja, yang bisa jadi sampah dan disalahgunakan, mending di-preloved saja.

  1. Untuk media lukis

Untuk kosmetik yang sudah kadaluarsa, sudah barang tentu tak bisa di-prloved lagi.  Barang-barang tersebut dapat dijadikan sebagai cat lukis bagi yang gemar melukis. Atau sebagai bahan mempercantik barang-barang yang sudah lama agar terlihat baru lagi.

Barang kosmetik yang diapat dimanfaatkan sebagai media lukis antara lain eyeshadow, lipstik, eyeliner, blush on, dan sebagainya. Tinggal menambahkan air jika diperlukan.

  1. Mengembalikan ke brand tertentu

Sekarang sudah marak brand dan toko skincare yang memiliki program daur ulang. Customer bisa mengembalikan kosmetik yang sudah tak dipakai atau kemasan kosong ke store atau brand yang bersangkutan untuk turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan dari pencemaran yang bisa diakibatkan oleh sampah kosmetik.

KLIK INI:  Lagi, Ditemukan Tumpukan Sampah Plastik di Perut Sapi Laut

Menariknya, ada beberapa store yang memberikan reward, biasanya berupa voucher diskon belanja.

  1. Menyumbangkan ke tempat sampah yang tepat.

Jika harus membuang sampah tersebut, maka seyogianya harus menyumbangkan sampah ke tempat penampungan sampah sesuai dengan jenis kemasan produk yang dimiliki.

Sebagai contoh, jika kemasan kosmetik kalian berbahan plastik, maka kalian bisa serahkan ke tempat penampungan khusus sampah plastik. Jika berbahan kaca, pilah dan kelompokkan dengan berbahan kaca.

Jika ada sisa-sisa skincare atau kosmetik yang belum habis, sebaiknya dibersihkan dahulu sebelum dibuang, karena sekecil apa pun zatnya pasti berpengaruh pada lingkungan, meskipun tak signifikan.

Selain itu rawan juga disalahgunakan untuk membikin produk-produk tiruan atau oplosan.

Satu lagi, sahabat klikhijau, meskipun demikian, jangan lupa membuang sampah di tempatnya sebagai bentuk tanggung jawab individu terhadap lingkungan sekitar kita, ya.

Silakan dilihat-lihat produk skincare dan kosmetik kalian sekarang. Apakah ada yang musti diolah supaya turut meminimalisir problem sosial ekologis? Yuk, coba sekarang.

KLIK INI:  6 Tanaman Mungil Anti Polusi Udara yang Wajib Ditanam di Halaman Rumah