Sah, Nama Aktivis Iklim Greta Thunberg Kini Jadi Nama Katak

oleh -36 kali dilihat
Aktivis Iklim Berusia 16 Tahun Ini Terima Hadiah Nobel Alternatif
Aktivis iklim, Greta Thunberg/foto-ist

Klikhijau.com – Belum lama ini, nama aktor ganteng  Leonardo DiCaprio diabadikan menjadi nama pohon. Penamaan itu sebagai penghormatan kepada pemeran film Titanic tersebut, atas dedikasinya terhadap lingkungan.

Pohon yang beruntung menyandang nama itu adalah spesies pohon baru, yang belum lama ini ditemukan  di hutan Ebo. Para ahli botanical di Kamerun memberi pohon tersebut nama Uvariopsis dicaprio.

Penamaan sesuatu, baik hewan maupun tumbuhan dengan nama seseorang memang sudah lazim dilakukan.

Dan penamaan spesies baru itu kembali terulang, setelah DiCaprio . Kini gilran aktivis iklim Greta Thunberg  yang diabadikan namannya. Bedanya nama aktivis perempuan itu diabadikan untuk menamai katak hujan yang baru ditemukan.

KLIK INI:  Kenalkan Bata Kobel, Bahan Bangunan Murah dan Ramah Lingkungan!

Katak tersebut ditemukan di pulau langit Cerro Chucantí di Panama timur. Pada hari Senin, 10 Januari 2022.

Penemu katak itu adalah  tim peneliti internasional yang didanai oleh Rainforest Trust, sebuah organisasi lingkungan nirlaba. Mereka lalu memberinya nama Pristimantis gretathunbergae.

James Deutsch, selaku CEO Rainforest Trust mengatakan bahwa pihaknya sangat terhormat untuk mensponsori penamaan spesies katak Panama yang indah dan terancam ini untuk Greta Thunberg.

“Greta lebih dari siapa pun, ia mengingatkan kita bahwa masa depan setiap spesies di Bumi bergantung pada apa yang kita lakukan sekarang untuk mengakhiri perubahan iklim,” katanya.

Tim peneliti yang menemukan katak hujan ini dipimpin oleh Abel Batista. Ia seorang herpetologis di Universidad Autónoma de Chiriquí (Panama) dan Konrad Mebert, seorang peneliti independen yang sebelumnya berafiliasi dengan University of Basel (Swiss).

Kedua ilmuwan telah bekerja sama selama lebih dari sepuluh tahun dan menggambarkan bersama 12 spesies baru.

KLIK INI:  Meresahkan, Dunia Ratusan Spesies Capung Terancam Tamat

Untuk menemukan Pristimantis gretathunbergae bukanlah tugas yang mudah. Untuk mencapai habitat katak di Cerro Chucantí, sebuah pulau langit yang dikelilingi oleh hutan hujan tropis dataran rendah di Panama timur, diperlukan perjalanan dengan menunggang kuda melalui jalur berlumpur, hiking di lereng curam, dan berkemah di atas 1000 meter.

Habitat dalam ancaman

Seperti kebanyakan hewan lainnya, katak hujan juga terancam. Karena habitatnya saat ini sangat terfragmentasi dan terancam oleh penggundulan hutan yang cepat.

Penggundulan itu memiliki yang jelas, yakni menggantikan wilayah yang masih asli dengan perkebunan dan padang rumput ternak.

KLIK INI:  Puteri Indonesia Lingkungan 2019: Generasi Hijau Sebagai Tumpuan Penyelamat Bumi

Bukan hanya penggundulan hita, tapi kenaikan suhu yang disebabkan oleh perubahan iklim merupakan penyebab tambahan bagi habitat gunung kecil katak ini.

“Penyelidikan ekologi spesies baru dan status populasinya, terutama di lokalitas tipe, sangat dianjurkan. Sebagai spesies unggulan, katak baru ini dapat membantu melestarikan hutan awan Chucantí termasuk beberapa spesies yang baru saja dideskripsikan yang hanya diketahui dari daerah terpencil di Panama timur ini,” tulis penulis penelitian tersebut.

Katak hujan yang menyandang nama  Greta Thunberg  itu. Memiliki mata hitam yang luar biasa menonjol, bibir atas yang kontras, kepala besar, dan tuberkel kerucut tunggal di kelopak mata atas.

KLIK INI:  Flight Shaming, Cara Wisatawan Eropa Merawat Lingkungan di Udara