Rehabilitasi Lahan Jadi Fokus Utama KLHK

Publish by -18 kali dilihat
Penulis: Redaksi
pemulihan lingkungan
Menteri LHK Siti Nurbaya langsung menggelar rapat bersama jajaran eselon I, sesaat setelah Presiden dan rombongan meninggalkan Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri Sabtu 15 Februari 2020-Foto/KLHK

Klikhijau.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya langsung menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait program pemulihan lingkungan dan rehabilitasi lahan.

Siti Nurbaya langsung menggelar rapat bersama jajaran eselon I. Sesaat setelah Presiden dan rombongan meninggalkan Desa Jatisari, Kabupaten Wonogiri Sabtu 15 Februari 2020.  Dalam rapat itu, Siti menegaskan tentang fokus dan maskot program ini dalam bentuk dukungan sarana pembibitan persemaian modern.

“Yang perlu dilakukan secara besar-besaran menurut Presiden, dalam satu regional perlu 50 hingga 100 juta bibit. Dan dalam distribusinya kepada masyarakat dengan suplai bibit melalui Kebun Bibit Desa yang harus tersedia di tempat-tempat yang harus dilakukan rehabilitasi,” jelas Siti.

Untuk diketahui, tercatat tidak kurang dari 25 ribu desa di Indonesia di sekitar hutan diantaranya pada bentang alam kelandaian diantara kawasan masyarakat dan hutan. Menurut Siti Nurbaya, kombinasi berbagai perlakuan kerja rehabilitasi DAS termasuk dalam koordinasi tata ruang dengan pihak-pihak lain perlu dilakukan.

KLIK INI:  Gunung Rinjani Dibuka Lagi Awal April 2019, Pendaki Wajib Mematuhi Ketentuan Baru Ini!
Pendekatan holistik

Semua itu harus dilakukan dengan pendekatan holistik pada satu sistem lahan, sehingga pola pencegahan erosi tebing dan longsor berjalan efektif.

“Penataan ruang, pengendaliannya serta pengembalian fungsi retensi air di setiap segmen bentang alam harus menjadi perhatian semua pihak” tegas Menteri Siti di hadapan jajarannya.

Dalam kaitan rehabilitasi lahan ini, kata Menteri Siti, himbauan dan ajakan Presien pada masyarakat, yang utama antara lain kegiatan agroforestry, kombinasi antara sengon/albasia dengan vetiver. Serta dukungan pohon buah-buahan dan porang.

“Ini baik untuk ditanam di tempat yang curam yang rawan longsor. Termaasuk di daerah hulu yang fungsi mengikat tanahnya penting, ini perlu ditanam vetiver,” kata Menteri Siti kepada media, Minggu 16 Februari 2020.

“Presiden menekankan pentingnya pengurusan wilayah hulu Dam”. Model rehabilitasi seperti ini harus dilakukan segera serentak agar untuk menyelamatkan lingkungan di seluruh Indonesia.

KLIK INI:  Ini 5 Arah Pembangunan LHK TA 2020 Mendatang

Seperti diketahui, kunjungan kerja Presiden ke Wonogiri Sabtu lalu adalah melakukan penanaman bersama dengan 20187 lubang tanaman. Aksi ini dilakukan bersama masyarakat dalam rangka rehabilitasi lahan guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur.

“Jadi sangat serius harus dilakukan pemulihan atau rehabilitasi lingkungan. Tidak hanya di hulu Gajah Mungkur. Tetapi di semua wilayah hulu waduk yang berfungsi pengairan. Sebanyak 200-an waduk besar di Indonesia,” lanjut Siti.

KLHK saat ini memiliki kebun bibit persemaian permanen sebanyak 51 unit dengan kapasitas antara 800 ribu hingga 2 juta bibit yang dimulai pembangunannya sejak tahun 2011. Selain itu ada Kebun Bibit Rakyat yang dibangun lebih kurang 1500an unit tiap tahun dengan kapasitas 30 ribu bibit.

Persemaian modern demi pemulihan lingkungan

Dibahas dalam rapat lapangan itu bahwa dengan kerusakan lingkungan yang ada yang cukup berat. Sehingga harus dilakukan upgrade dan penambahan dengan pola persemaian modern yang besar dengan kapasitas hingga 50 juta dan tentu saja kebun-kebun bibit distribusinya seperti Kebun bibit desa.

KLIK INI:  Puntung Rokok dan Dampak Buruknya Bagi Pertumbuhan Tanaman

Arahan dasar dari Presiden diatur operasionalnya untuk wilayah berat masalah lingkungan lahan kritis nya dan wilayah strategis seperti IKN dan destinasi wisata dibangun nursery atau persemaian permanen modern dan kapasitas besar.

Untuk wilayah berat seperti Jawa dengan beban pemulihan sangat tinggi akan dibangun nursery dengan kapasitas sampai dengan 50-100 juta. Dan areal nursery Induk yang disiapkan arealnya 500 sd 1000 ha. Lokasinya sudah direncanakan.

Dengan rencana ini maka kelembagaan DAS pada tingkat tertentu juga harus disesuaikan dan ini juga menjadi bagian pembahasan dalam rapat lapangan tersebut.

“Sangat jelas sasaran yang akan dicapai berdasarkan perintah Bapak Presiden yaitu segera pulihkan lingkungan, RHL. Atau rehabilitasi hutan dan lahan dengan sistem engineering landscape (bangunan konservasi tanah dan air/ KTA). Serta penanaman pohon dan nursery atau persemaian pembibitan menjadi maskot kegiatannya.” Demikian Menteri Siti mengakhiri penjelasannya.

KLIK INI:  KLHK Luncurkan Buku Status Hutan dan Kehutanan Indonesia 2018 Edisi Bahasa Indonesia
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!