Ratusan Plastik di Perut Antarkan Seekor Penyu pada Kematian

oleh -37 kali dilihat
Ratusan Plastik di Perut Antarkan Seekor Penyu pada Kematian
Foto-nationalgeographic.grid.id
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Ratusan plastik menghuni perut seekor penyu. Dan kamu bisa tebak yang terjadi selanjutnya, penyu itu mati mengenaskan.

Bisa dikatakan, jika kini satwa memiliki busuh baru, yakni sampah plastik. Sebelum seekor penyu mati karena memakan plastik. Telah banyak tersiar kabar hal serupa yang dialami satwa yang lain.

Kabar kematian penyu itu dikabarkan oleh sebuah suaka alam di Florida dengan cara membagikan gambar menyedihkan tentang penyu kecil yang mati setelah mengonsumsi 100 lebih potong plastik.

Foto penyu dengan potongan ratusan plastik yang diletakkan di sebelahnya, menjadi pengingat bahwa kita perlu membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

KLIK INI:  Bahkan Sampah Plastik Telah Sampai ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang

Foto itu diunggah Gumbo Limbo Nature Center di Boca Raton, Palm Beach County di laman Facebook mereka pada awal Oktober atau yang biasa mereka sebut sebagai “musim washback”.

Musim washback yang dimaksud adalah masa di mana penyu-penyu muda terdampar di pantai timur AS karena angin dan ombak kencang.

“Ini merupakan musim washback di Gumbo Limbo. Kami menemukan penyu kecil yang terdampar dan sangat membutuhkan batuan. Sayangnya, tidak semua penyu berhasil bertahan hidup saat washback,” papar Whitney Crowder, Sea Turtle Rehabilitation Coordinator di Gumbo Limbo Nature Center.

Polusi plastik menjadi masalah serius

Yang lebih menyedihkan, penyu sangat kecil yang ukurannya tidak lebih dari telapak tangan manusia ini, mati terdampar setelah menelan 104 potong plastik di laut.

KLIK INI:  Lagi, Ditemukan Tumpukan Sampah Plastik di Perut Sapi Laut

“Tahun ini, kami menemukan 120 penyu washback, dan 40 di antaranya dalam keadaan mati. Dari semua penyu yang kami nekropsi, pasti mereka memiliki potongan plastik dalam perutnya,” imbuh Crowder.

Polusi plastik menjadi masalah serius bagi lautan dunia. Ini menyulitkan hewan-hewan yang tinggal di sana, termasuk penyu.

Namun, pencemaran plastik tidak hanya terbatas pada bungkus makanan atau kantung plastik. Tahun lalu, dua penyu mati setelah terjerat sampah kursi plastik dan kursi bar.

“Saya rasa ini menjadi peringatan, seolah-seolah penyu ini mengatakan kepada kita untuk mentrasformasi penggunaan plastik dalam masyarakat. Peristiwa seperti ini sangat menyedihkan. Kita perlu melakukan hal yang lebih baik,” pungkas Crowder.

Oya, artikel di atas bersumber tulisan Gita Laras Widyaningrum.

KLIK INI:  Menilik Permasalahan Lingkungan di Pulau Tikus yang Semakin Mencemaskan