Purun Tikus, Gulma dari Lahan Gambut dengan 6 Manfaat Istimewanya

Publish by -143 kali dilihat
Penulis: Alifia Sulaiman
Purun Tikus, Gulma dari Lahan Gambut dengan 6 Manfaat Istimewanya
Purun Tikus - Foto/forda-mof

Klikhijau.comPurun tikus (Eleocharis dulcis), tumbuhan liar dari famili Cyperaceae, khas rawa yang banyak dijumpai di Pulau Kalimantan. Nama lainnya antara lain; Waterchestnut (Inggris), Haeo (Thailand), dan Matai juga Biqi (Canton).

Tumbuhan ini dapat tumbuh sepanjang tahun, terutama pada lahan yang selalu berair (rawa), seperti tepi sungai dan saluran tersier. Tumbuhan ini mempunyai rimpang pendek dengan stolon memanjang berujung bulat gepeng, berwarna kecoklatan sampai hitam.

Batangnya tegak, tidak bercabang, berwarna keabuan hingga hijau mengilap dengan panjang 50−200 cm dan tebal 2−8 mm.

Daun mereduksi menjadi pelepah yang berbentuk buluh, seperti membran yang menyelubungi pangkal batang, kadang-kadang dengan helaian daun rudimeter, ujung daun tidak simetris, berwarna coklat kemerahan sampai lembayung, tanpa lidah daun.

Bunganya bulir majemuk, terletak pada ujung batang dengan panjang 2−6 cm dan lebar 3−6 mm, terdiri atas banyak buliran berbentuk silinder, bersifat hermafrodit. Buah berbentuk bulat telur sungsang, berwarna kuning mengilap sampai coklat (Steenis 2003).

Meski tumbuh liar sebagai gulma, tumbuhan ini kaya manfaat. Berikut 6 diantaranya!

KLIK INI:  Taman Nasional Gunung Leuser Kini Jadi Rumah Dara
#Penangkal hama padi

Tanaman ini ternyata dapat dimanfaatkan petani sebagai tameng dari serangan hama serangga. Purun dapat menghalau hama penggerek batang padi putih atau Scirpophara innotata.

Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak purun tikus dan perupuk berpotensi sebagai atraktan bagi penggerek batang padi putih. Menurut Asikin dan Thamrin (2003b), ekstrak purun tikus murni yang dicairkan dan diaplikasikan pada tanaman padi paling banyak memerangkap telur penggerek batang padi putih dibanding perlakuan lainnya.

Ekstrak purun tikus segar yang disemprotkan pada tanaman padi paling banyak menarik penggerek batang padi putih untuk meletakkan telurnya.

KLIK INI:  Lebah yang Paling Dicari di Dunia Ditemukan di Kepulauan Maluku
#Biofilter dan penyerap logam berat

Fungsi lainnya adalah sebagai sumber bahan organik dan biofilter yang mampu menyerap unsur beracun atau logam berat seperti besi (Fe), sulfur (S), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) (Asikin dan Thamrin 2011). Purun tikus juga dapat digunakan sebagai biofilter untuk membersihkan merkuri pada perairan.

Tanaman ini dapat menjadi sumber bahan organik dan biofilter yang mampu menyerap unsur beracun atau logam berat seperti besi (Fe), sulfur (S), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) (Asikin dan Thamrin, 2011). Purun tikus juga dapat digunakan sebagai biofilter untuk membersihkan merkuri pada perairan.

Berdasarkan analisis Ramadhani Kurnia Adhi, dalam kajian ilmiah Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang (2018), purun tikus bermanfaat sebagai tanaman penyerap limbah industri kelapa sawit.

Industri pengolahan kelapa sawit menghasilkan limbah dengan kandungan timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) yang tinggi. Apabila limbah ini langsung dibuang ke lingkungan, akan menyebabkan polusi bagi lingkungan.

Purun tikus mampu menyerap timbal pada limbah cair industri kelapa sawit melalui akar dan disimpan pada akar sebesar 0,32−0,54 ppm dan pada batang 0,24−0,27 ppm (Astuti, 2008).

KLIK INI:  Kelahiran Pancaran dan Fakta Tak Terduga dari Orangutan
#Pakan ternak kerbau

Selain sebagai bahan kerajinan dan makanan, batang purun tikus di Indonesia digunakan pula sebagai pakan ternak, terutama untuk kerbau rawa seperti di Desa Pandak Daun, Kalimantan Selatan (Hardiansyah 1995).

#Sebagai bahan organik

Manfaat lain purun tikus adalah dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik dan biofilter karena dapat memperbaiki kualitas air dan mampu menyerap unsur beracun seperti besi, sulfur, timbal, merkuri, dan kadmium.

Pemberian bahan organik purun tikus yang dikombinasikan dengan kapur meningkatkan ternyata dapat meningkatkan kesuburan tanah di lahan rawa pasang surut (Noor et al. 2006).

Kompos purun tikus dan paku-pakuan/kelakai mengandung Fe tinggi sehingga dapat mengkhelat asam-asam organik dan meningkatkan pH, Mg, dan Ca tanah (Noor et al. 2005).

KLIK INI:  Kabar Buruk, Kopi akan Punah
#Menjaga ekosistem rawa

 Purun tikus juga dapat menjadi tempat berlindung serangga musuh alami, seperti parasitoid dan predator. Oleh karena itu, purun tikus perlu dikelola untuk menjaga keseimbangan ekosistem lahan rawa.

 #Bahan kerajinan dan makanan

Di Banjarmasin, purun sangat familiar karena diolah menjadi bakul purun, tas belanja alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai. Yah, tumbuhan ini memang multi guna dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

Berdasarkan hasil penelitian, purun memiliki kemampuan digunakan sebagai bahan kerajinan karena sifatnya yang awet dengan kandungan lignin sebanyak 26.4% dan kandungan selulosa sebanyak 32.62%.

Di sejumlah negara seperti China, Indo-China, dan Thailand, umbi purun tikus dimanfaatkan sebagai sayuran mentah maupun dimasak, seperti omelet, sayur berkuah, salad, hingga sebagai bahan kue.

Itulah manfaat istimewa dari gulma khas gambut yang banyak dijumpai di Kalimantan ini. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Mengenal Pohon Ficus dan Manfaat Istimewa di Baliknya
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!