Pulihkan DAS Citarum, KLHK Beri Bantuan 5 Kabupaten

Publish by -25 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Pulihkan DAS Citarum, KLHK Beri Bantuan 5 Kabupaten
Sungai Citarum, airnya berwarna cokelat

Airnya keruh dan bau, sampah yang menghuninya sangat betah

Klikhijau.com – Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3). Melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan 5 Kabupaten yang dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Kelima Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, dan Sumedang.

Dengan adanya MoU ini, pada tahun 2019 ini KLHK mempunyai program bantuan penyediaan sarana pengelolaan sampah kepada 5 daerah tersebut.

Direktur Jenderal PSLB3, Rossa Vivien Ratnawati, dalam sambutannya mengharapkan agar bantuan dari pemerintah pusat ini dapat digunakan sebaik-baiknya.

“Saya berharap sarana dan prasarana yang dibangun nanti tolong digunakan dengan baik untuk menjaga dan mengoptimalkan pengelolaan sampah”, tutur Vivien.

KLIK INI:  DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

Vivien juga menekankan, pemerintah melakukan multi pendekatan dalam pengelolaan sampah. Pertama adalah kampanye yg masif untuk mengurangi sampah. Kedua adalah pendekatan Circular Economy, bagaimana sampah bisa menghasilkan nilai ekonomis, dalam hal ini pusat daur ulang berperan sangat penting. Ketiga, adalah melalui teknologi, dengan membangun incinerator, biodogester, dan sebagainya.

PDU dibangun di tiga kabupaten

Adapun sarana yang akan dibangun adalah Pusat Daur Ulang (PDU) yang diberikan kepada 3  Kabupaten yaitu Bekasi, Subang dan Indramayu. PDU ini dibangun dengan kapasitas pengelolaan sampah 10 ton per hari. PDU ini juga dilengkapi fasilitas pengomposan dengan kapasitas 10 hingga 30 ton per hari.

Pengoperasian fasilitas PDU ini dimungkinkan untuk dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sekitar 5.000 ton CO2 per tahun, dan efektivitas biaya sekitar 2 Juta rupiah per ton CO2 per tahun.

KLIK INI:  DAS Jeneberang Kritis, Begini Masukan Walhi Sulsel

Bagian yang tidak kalah penting dari fasilitas ini adalah untuk mengendalikan pembentukan Gas Metana dengan mengurangi jumlah sampah yang ditimbun, dan karenanya pengurangan emisi CO2 untuk sumber energi adalah 50 ton CO2 per tahun melalui pengelompokan dan meningkatkan efektivitas pengangkutan untuk transportasi sampah ke tempat pemrosesan akhir.

Bantuan lainnya adalah Bank Sampah Induk (BSI) di 3 (tiga) Kabupaten yaitu Purwakarta, Sumedang dan Indramayu dengan kapasitas 1 ton per hari. Kemudian, bantuan Biodigester kapasitas 1 ton per hari di Kabupaten Bekasi. Terakhir adalah 10 unit motor sampah roda tiga di 5 Kabupaten yang menandatangani nota kesepahaman ini.

Pada tahun 2018 yang lalu, KLHK melalui Ditjen PSLB3 juga telah memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada 6 Kabupaten/Kota di sepanjang DAS Citarum yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, kota Cimahi, dan kota Bekasi berupa Pusat Daur Ulang dengan Kapasitas 10 ton/hari, Bank Sampah Induk, Motor Roda 3, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di Kabupaten/Kota tersebut.

KLIK INI:  Makassar, Kota yang Dikepung DAS Bermasalah

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, KLHK bertugas mempercepat pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan pengendalian DAS Citarum melalui operasi pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan serta pemulihan.

Terkait dengan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, KLHK secara sinergis dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan program dan kegiatan pada masing-masing kementerian lembaga, termasuk optimalisasi personel dan peralatan operasi.

Edukasi dan sosialisasi juga telah dilakukan kepada masyarakat, komunitas daur ulang dan komunitas pengumpul sampah melalui bank sampah sepanjang DAS Citarum, sehingga diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.(*)

KLIK INI:  Asap Kebakaran TPA Antang Beracun?
Editor: Irhyl R Makkatutu
Sumber: ppid.menlhk

KLIK Pilihan!