Pulau Sampah di Waduk Pluit yang Airnya Menyusut

oleh -9 kali dilihat
Pulau Sampah di Waduk Pluit yang Airnya Menyusut
Waduk Pluit/Foto-Liputan6

Klikhijau.com – Musim kemarau menyebabkan sepertiga luas di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami pendangkalan. Pada Senin siang (10 Juni 2019), tinggi permukaan air di waduk itu jauh di bawah garis pembatas waduk.

Endapan lumpur yang membentuk pulau-pulau kecil di tengah-tengah waduk terlihat jelas. Di atas pulau-pulau kecil tampak tumpukan-tumpukan sampah.

Tumpukan-tumpukan sampah itu menebar bau busuk, terutama ketika angin mulai berhembus.

Latifa, pedagangan minuman di sekitar lokasi waduk, mengatakan penurunan muka air waduk terjadi mulai pekan kedua Ramdhan. Namun bau menyengat mulai tercium setelah Hari Raya Idul Fitri Rabu lalu.

“Hari ini belum panas banget, kalau panas banget kencang baunya,” kata Latifa, Senin sore.

Menurutnya, bau menyengat dari waduk sempat berkurang saat hujan mengguyur wilayah itu pada Sabtu dan Minggu malam lalu.

KLIK INI:  Akuilah Tempat Sampah Memang Menjijikkan, Tapi Sangat Dibutuhkan, Kenapa?

Sementara itu, Suprapto, pedagang mie ayan yang juga berjualan di sekitar lokasi mengatakan, kondisi seperti itu sudah biasa terjadi saat musim kemarau.

“Ya kalau kemarau ya kayak gini, dangkal airnya, tapi kalau ujan gede baru dah tu, terbenam pulau-pulau lumpurnya,” ujarnya.

Kata Suprapto, bau busuk biasanya tercium ketika petugas melakukan pengerukan di siang hari. Namun ia bersyukur karena proses pengerukan yang dilakukan Pemprov DKI membuat nyamuk di lokasi itu berkurang drastis.

“Wah dulu sebelum dikeruk sama pasukan biru penuh ini sama enceng gondok, waktu penuh itu wah abis kami sama nyamuk, sekarang ya sudah mulai kurang nyamuknya,” tutupmya.

KLIK INI:  Gunung Sampah di India Jadi Saingan Baru Taj Mahal