Pulau di Selayar Batal Dijual Lantaran Masuk Kawasan Konservasi

oleh -32 kali dilihat
Pulau di Selayar Batal Dijual Lantaran Masuk Kawasan Konservasi
Pulau lantigiang di Selayar yang pernah viral karena diperjualibelikan
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Pulau Lantigiang yang terletak di Kabupaten Selayar mendadak jadi sorotan publik setelah seorang pengusaha resort and property mengklaim kepemilikan sebagian besar tanah di pulau ini. Klaim ini diakuinya setelah dirinya melakukan transaksi pembelian tanah pulau dengan warga setempat yang mengaku memiliki hak atas pulau.

Adalah Asdianti Baso, seorang pengusaha lokal yang mengaku telah membeli tanah seluas 7 hektar di Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Selayar. Asdianti mengaku telah membeli tanah dari warga Jampea bernama Syamsul Alam.

Samsul yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan ini mengklaim pulau lantigiang sebagai warisan nenek moyangnya. Pulau Lantigiang ditempati kebun kelapa milik Syamsul dan keluarganya yang menurutnya telah diikelola secara turun-temurun.

Rencananya Asdianti bersama perusahaannya PT. Selayar Mandiri Utama akan membangun kawasan pariwisata di pulau ini, termasuk membangun water bungalow dan tempat peristirahatan pengunjung. Bagi Asdianti, Selayar memiliki potensi wisata yang besar untuk menarik wisatawan ke tempat ini. Melalui Water Bungalow miliknya dapat meningkatkan pendapatan dari Kabupaten Selayar.

Namun, rencana Asdianti mendapat penolakan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Pak Nurdin mempermasalahkan transaksi jual beli tanah yang menurutnya bermasalah secara hukum. Selain itu, Pulau Lantigiang juga termasuk dalam kawasan konservasi Takabonerate yang peruntukkannya hanya sebagai kawasan perlindungan.

KLIK INI:  Pemkot Bekasi Terjunkan Seehamster, Perahu Penakluk Sampah Sungai

“Saya kira soal pulau kita, insya Allah itu tidak akan mungkin bisa diperjualbelikan. Dan kepada seluruh masyarakat, saya berharap Taman Nasional Takabonerate ini adalah kawasan strategis yang tentu kita lindungi,” ujar Nurdin dikutip dari Liputan6.com.

Ide Asdianti untuk membangun pulau wisata di kawasan konservasi dinilai bertentangan dengan spirit kelestarian lingkungan di sekitar kepulauan. Selain itu, Nurdin juga membantah klaim Samsul terkait hak atas pulau, dimana menurut Gubernur Pulau Lantigiang masih sangat alami dari jangkauan manusia.

Sementara itu, Asdianti membantah tuduhan yang menganggap ide wisatanya dapat merusak kelestarian lingkungan sekitar pulau.

“Justru dengan adanya Resort disana kita akan Menjaga kelestariannya, menjaga Ekosistem yang ada justru itu yang akan menarik para wisatawan nantinya. Bagaimana Selayar bisa maju kalau seperti ini padahal potential disana sangat bagus,” keluh Pengusaha Resort ini.

Asdianti juga membantah pemberitaan yang menilai dirinya telah membeli pulau Lantirang. Menurutnya, ia hanya membeli tanah di pulau ini, dimana peruntukkannya 70% untuk lahan wisata dan 30% untuk publik.

“Saya selaku pembeli lahan kebun yang terletak di Pulau Lantigian membenarkan memang saya membeli tanah tapi bukan pulau dan tujuan saya adalah untuk membangun water bungalows di tempat kelahiran saya yaitu Selayar,” sambungnya.

Meski begitu, membeli keseluruhan tanah di pulau bisa dikatakan sama dengan memiliki pulau terlepas dari fungsi komersil maupun priibadi. Hingga kini, kasus sengketa masih berlanjut, meski Asdianti memenangkan gugatan di PTUN, namun izin usaha tak kunjung diterbitkan.

KLIK INI:  Sudah Seharusnya Perubahan Iklim Membuat Kita Khawatir