Pokko, Sayur Khas dari Mallawa yang Bikin Ketagihan

oleh -727 kali dilihat
Pokko, Sayur Khas dari Mallawa yang Bikin Ketagihan
Pokko, sayur khas dari Mallawa yang bikin ketagihan

Klikhijau.com – Pokko dan Kara-kara, dua jenis sayur khas dari Resor Mallawa, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Warga yang bermukim di wilayah penyangga Bantimurung Bulusaraung ini memanfaatkan sumber daya di sekitarnya.

Mari kita bahas salah satunya, sayur Pokko. Pelengkap saat bersantap di beberapa desa di Mallawa ini berbahan dasar enau muda.

Prosesnya hampir sama dengan rebung. Bedanya, rebung saat mengolahnya diiris tipis-tipis, sedang Pokko diiris dadu.

KLIK INI:  Ekspedisi Tanah Mallawa, Menyibak Relung Tarsius

Memilih aren muda tidaklah mudah. Warga Mallawa tahu persis, kapan pohon enau yang tepat untuk dipanen.

Jika batang arennya tidak pas maka kita akan mendapatinya dengan serat yang alot.

Warga Desa Barugae, Mallawa, Maros, kembali menyuguhi kami Pokko saat bertandang pertengahan November 2019.

Awalnya saya pikir sayur berwarna putih ini adalah sayur rebung. “Ini adalah sayur khas dari Mallawa. Hanya bisa kalian temui di sini” ujar Andi Firdaus, Kepala Desa Barugae yang menjamu rombongan kami.

Enau atau aren adalah tanaman asli Sulawesi. Tumbuhan bernama latin Arenga pinnata ini menyebar merata di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Warga yang bermukim di sekitar taman nasional umumnya menyadapnya. Sadapan enau menjadi bahan baku membuat gula merah.

Sadapan berupa nira pun bisa langsung diminum. Warga biasa menyebutnya tuak manis. Dari nira ini pulalah menjadi sumber minuman tradisional yang memabukkan, ballo.

KLIK INI:  Green Coffee Beans, Manfaatnya dan Tips Memilih Biji Kopi Berkualitas

Nira yang manis kemudian mendapat sedikit perlakuan hingga menjadi pahit. Perlakuannya pun berasal dari campuran kulit pohon tertentu hingga berubah menjadi ballo.

Cara memasak Pokko pun hampir sama dengan cara masak rebung, menggunakan santan. Tekstur Pokko halus.

Saya hampir tidak percaya jika potongan-potongan kecil yang berada di piring saya kala itu asalnya dari pohon aren. Kearifan lokal yang memanfaatkan sumber daya sekitar ini patut diacungi jempol.

Sayur ini sudah turun temurun di Mallawa. Jika sudah menyeberang ke kecamatan sebelahnya jangan harap bisa menjumpainya. Tunggak enau yang sudah dipanen sebagian warga malah menjualnya.

“Pada waktu-waktu tertentu bahan dasar Pokko mudah kita jumpai di pasar Mallawa. Jadi tak perlu repot-repot lagi menerabas hutan,” tambah Firdaus siang itu.

Jika berkunjung wilayah Mallawa, cobalah salah satu sayur otentik ini. Dijamin ketagihan!

KLIK INI:  Selada Air, Sayuran Tertua yang Dikonsumsi Manusia dengan Setumpuk Manfaat