Pohon Bintaro, Tanaman Alternatif Insektisida Nabati

oleh -158 kali dilihat
Pohon Bintaro, Tanaman Alternatif Insektisida Nabati
Bunga pohon bintaro-foto/unsplash.

Klikhijau.com – Pohon bintaro, pohon yang sangat rajin berbuah. Ia bisa berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim.

Pohon yang menyandang nama ilmiah Cerbera manghas L ini pun, cara memperbanyaknya cukup mudah—generatifnya melalui biji. Karena berbuah sepanjang tahun, maka bibitnya bisa melimpah.

Di tanah air, nama pohon ini cukup familiar, khususnya bagi penikmat acara televisi. Namanya sering kali disebutkan oleh pembawa acara.

Namanya merupakan nama satu kawasan di Jakarta, yakni Bintaro. Tepatnya Bintaro Jaya, suatu kota mandiri. Kota ini dikembangkan oleh Jaya Real Property. Pertama kali dibangun pada tahun 1979.

KLIK INI:  Berkenalan dengan Bunga Kalatea, Si Cantik yang Sederhana, Jenis dan Perawatannya

Sementara untuk pohonnya sendiri, ia memiliki beragam nama lokal, di antaranya bintaro, manga laut, dan babuto.

Pohon dari kerajaan Plantae dikenal sebagai salah satu tanaman tahunan. Ia banyak digunakan untuk penghijauan untuk menghiasi kota dan meneduhkannya.

Tidak hanya jadi penghias dan peneduh saja, tapi juga  dijadikan sebagai bahan baku kerajinan bunga kering yang berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat.

Prayuda (2014) menyebutkan bahwa tanaman ini termasuk tumbuhan mangrove yang berasal dari daerah tropis di Asia, Madagaskar, Australia, dan kepulauan sebelah barat Samudra Pasifik.

Spesifik bintaro

Tanaman dari divisi Magnoliophyta ini memiliki ukuran yang sedang. Tingginya  mencapai 25 m dan diameter 70 cm. Ia berdaun tunggal yang tersusun dalam bentuk spiral.

Pada  helaian daunnya jorong hingga bundar telur. Warnanya adalah warna alam, yakni hijau. Tepatnya berwarna hijau tua.  Ia memiliki tulang daun sekunder berjumlah 13 hingga 40 pasang.

Sebagai tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai tanaman hias, pohon dari genus Cerbera punya keunggulan tersendiri. Karena bunganya bukan hanya indah, tetapi memiliki aroma yang harum.

Mahkota bunganya berdiameter 3-5 cm. Berbentuk seperti terompet dengan pangkal bagian dalam merah muda.

KLIK INI:  Palem Jari, Tanaman Hias yang Tangguh di Segala Kondisi

Benang sarinya berjumlah lima dan posisi bakal buah tinggi. ketika bunganya bersalin wajah menjadi buah. Maka buahnya tampak berbentuk bulat telur dengan panjang 5 hingga 10 cm.

Warna buahnya ketika masak sangat mencolok, karena memiliki  warna merah cerah.

Manfaat pohon bintaro

Pohon ini memang berjodoh dengan Indonesia. Ia diketahui tumbuh di seluruh kepulauan Nusantara. Pohon ini cukup mudah ditemukan karena banyak ditanam sebagai pohon pinggir jalan.

Cirinya pun mudah dikenali, batangnya tegak, berbentuk bulat, berkayu,  dan berbintik-bintik hitam. Kulit batangnya tebal dan berkerak.

Karakteristik kayunya cukup ringan. Warnanya putih kekuningan. Kayunya acap digunakan untuk produksi venir, korek api, furniture dan ukiran serta bahan arang.

KLIK INI:  Usai Ditetapkan KLHK sebagai Flora Dilindungi, Ini Sanski Perusak Pohon Sialang!

Pohon ini termasuk pohon bergetah, tapi getahnya bukan tanpa manfaat, karena sejak dulu  digunakan sebagai racun panah untuk berburu dan juga sebagai bahan biopestisida.

Sementara biji buahnya secara tradisional dimanfaatkan  mengobati gangguan jantung. Namun, perlu diingat bahwa bijinya sangat beracun untuk pengobatan luar, misalnya untuk gatal, kudis dan sebagai hair tonic.

Widakdo dan  Setiadevi, (2017) mengemukakan, buah bintaro sangat potensial sebagai bahan pengendali hama ulat buah. Buahnya memberi efek mortalitas terhadap hama serangga sehingga tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif insektisida nabati.

Hasil penelitian pun menurut Guswenrivo, (2003) membuktikan bahwa buah bintaro sangat berpengaruh terhadap tingkat kematian serangga hama gudang.

Buahnya  memberikan efek kematian yang sangat tinggi terhadap kutu beras S. oryzae.  Tanaman ini,  menurutGuswenrivo perlu diwaspadai, karena  hampir seluruh bagian   beracun.

KLIK INI:  Mengenal Pohon, Tipe-tipe Pohon dan Fakta Penting di Baliknya!

Ada kandungan senyawa golongan alkaloid yang bersifat toksik, repellent, dan mempunyai aktivitas penghambat makan terhadap serangga hama gudang.

Sedangkan Prayuda, (2014) mengungkapkan bahwa daun tanaman ini mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, di antaranya alkaloid, saponin, polifenol, dan terpenoid.

Klasifikasi ilmiah

Pohon bintaro merupakan tanaman yang tidak menyukai ketinggian. Ia lebih suka tumbuh alami di dataran rendah.

Daerah yang paling disukai adalah tepi pantai dan daerah berpasir. Tanaman ini bahkan sering menjadi bagian dari ekosistem mangrove. Ia bisa tumbuh baik sampai ketinggian 450 meter di atas permukaan laut (mdpl).

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Gentianales
  • Famili: Apocynaceae
  • Genus:  Cerbera
  •  Spesies: Cerbera manghas L.

Itulah ulasan singkat mengenai pohon bintaro, nama yang kerap disebutkan di televisi—nama yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia.

KLIK INI:  7 Fakta Menarik Tentang Pohon, Temukan Alasan Menanam Setelahnya!