Pesona Pantai Pasir Merah Pajala di Pulau Muna

Publish by -52 kali dilihat
Penulis: La Halufi
Pesona Pantai Pasir Merah Pajala di Pulau Muna
Pantai Pajala/Foto-Google/Mbah Wo

Klikhijau.com – Mengeksplor keindahan kawasan pesisir dan pesona pantai di negeri ini seakan tidak pernah ada habisnya. Terlebih lagi keindahan pada wilayah pesisir di pulau-pulau kecil seperti pulau Muna.

Pulau yang berada di bagian Tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara ini banyak memiliki keindahan alam.

Kali ini saya akan mencoba mengeksplorasi salah satu ekowisata yang terletak di ujung barat Pulau Muna. Wisata tersebut ialah Pantai Pajala.

Bagi masyarakat setempat, pantai ini bernama Bone Kadea (Pasir Merah). Nama tersebut berasal dari bahasa Muna. Bone yang berarti Pasir sedangkan Kadea memiliki arti Merah.

Pesona pasir merah

Pesona pantai Bone Kadea adalah butiran pasirnya yang berwarna merah di sepanjang bibir pantainya. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan terhadap destinasi wisata pantai Pajala.

Secara administrasi, pantai Pajala terletak pada Desa Pajala, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat. Pantai ini booming beberapa tahun terakhir di kalangan wisatawan lokal.

Terlebih lagi jaraknya tidak jauh dan mudah diakses bagi desa tetangga. Wisata ini merupakan salah satu pilihan utama masyarakat untuk berlibur.

KLIK INI:  Jelajahi Eloknya Puncak Masalili, Gugusan Karst dan Kearifan Lokalnya

Pemerintah Daerah mendorong kemajuan wisata ini dengan mengucurkan anggaran untuk memperindahnya. Wisata ini juga masuk dalam daftar destinasi unggulan di Kabupaten Muna Barat.

Untuk menunjukan keseriusannya, Pemerintah daerah mulai membuka akses dan menambah sarana dan prasarana pendukung. Ini nampak terlihat dengan adanya beberapa Gazebo, tempat parkir kendaraan, tempat sampah dan juga toilet umum.

Ada hal unik dari gazebo di Pantai ini sebab gazebo ini berbeda dengan gazebo pada umumnya. Pasalnya gazebo di pantai Pajala berdiri diatas kolam ikan air tawar. Gazebo tersebut juga hanya memiliki satu pintu masuk.

Sehingga gazebo ini menjadi salah satu spot yang bagus dan digunakan pengunjung untuk berfoto.

Keberadaan fasilitas ini menjadi viral di sosial media. Sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung dari desa lain dan juga dari kabupaten tetangga.

Terbukti pada momen tahun baru kemarin jumlah pengunjungnya meningkat. Dari laporan Dinas Pariwisata Muna Barat, jumlah pengunjung mencapai sekitar 2.000 wisatawan.

Angka tersebut diprediksi akan meningkat pada hari besar keagamaan seperti idul fitri, idul adha dan hari keagamaan lainnya.

Pantai ini juga tidak hanya menyajikan pasirnya yang berwarna merah. Akan tetapi pengunjung juga akan disuguhkan dengan pemandangan hijaunya pohon mangrove.

Hampir sepanjang garis pantai terdapat pohon bakau. Adapun akses menuju pantai ini sangat mudah sebab keberadaannya dekat dengan pemukiman warga.

KLIK INI:  Berwisata dan Berburu Kabut di Seputar Malang Raya, Ini Tempatnya!

Jika pengunjung menempuh jalur darat maka mereka harus masuk di desa Pajala sebab tidak ada akses darat yang lain. Sedangkan melalui jalur laut, pengunjung juga hanya bisa mengaksesnya melalui selat Tiworo.

Masalah lingkungan di baliknya

Seperti banyak tempat wisata lainnya di Indonesia, masalah sampah adalah satu hal yang selalu tak terpikirkan. Begitu pula yang saya rasakan saat berkunjung ke pantai pasir merah ini.

Kesadaran pengunjung masih sangat rendah akan kebersihan lingkungan. Apalagi pantai ini belum memiliki petugas yang menjaga, baik dari aspek keamanan ataupun kebersihan.

Jika kesadaran ini tidak dimiliki oleh masing-masing pengunjung maka ini akan membawa dampak buruk bagi pantai. Hal ini akan menurunkan tingkat kenyamanan wisatawan dan menurunkan jumlah kunjungan pantai Pajala.

Karena sampah, pesonanya bisa tergerus perlahan, dan kisahnya akan tinggal kenangan. Ayo memulai!

KLIK INI:  Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kendari dan Potensi Istimewa di Baliknya
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!