Pesan Pegiat ‘Pohon Pustaka’ tentang Pentingnya Melestarikan Pohon dan Hutan

oleh -226 kali dilihat
Pesan Pegiat ‘Pohon Pustaka’ tentang Pentingnya Melestarikan Pohon dan Hutan
Suasana di Pohon Pustaka, sebuah rumah baca yang dibangun di atas pohon - Foto/Ist

Klikhijau.com – Pohon memiliki makna penting baik secara ekologi maupun makna filosofisnya. Karena itulah menanam dan melestarikan pohon merupakan aksi-aksi istimewa yang memberi harapan tentang bumi yang lestari.

“Pohon adalah salah satu faktor paling penting mendukung keberlangsungan kehidupan di planet bumi. Saat ini, multi krisis yang mengancam keberlangsungan kehidupan di sistem planet kita hampir semuanya saling terpengaruh dengan keberadaan pohon,” kata Darwin pegiat Pohon Pustaka, sebuah rumah baca yang memadukan dengan konsep lingkungan di Enrekang, Sulawesi Selatan.

Menurut Darwin, ada sembilan poin kritis dari sistem planet kita yaitu: perubahan iklim; perubahan pemanfaatan lahan; hilangnya keanekaragaman hayati; penggunaan air bersih global; pengasaman air laut; penipisan ozon di stratosfer; batas aliran biogeokimia (siklus nitrogen dan fos-for); pelepasan aerosol ke atmosfer; dan polusi kimia.

“Empat pertama diantara sembilan terpengaruh langsung dengan keberadaan pohon. Krisis keberlangsungan kehidupan ini nyaris telah tidak teratasi, dunia seakan hanya mampu berbuat untuk sekadar memperlambat setiap poin agar tidak segera mencapai ambang batasnya,” tutur pengurus daerah AMAN MASSENREMPULU bidang etnografi ini.

Bagi Darwin, tiga diantara sembilan poin ini dianggap telah melewati ambang batasnya yaitu perubahan iklim, keragaman hayati, dan campur tangan manusia dalam siklus nitorgen (bagian dari batas aliran biogeokimia).

KLIK INI:  Kabar Buruk, 30 Persen Spesies Pohon Terancam Punah

“Hal ini membuktikan bahwa keberadaan pohon yang semakin berkurang berpengaruh signifikan terhadap dua diantara tiga poin tapal batas krisis yang telah terlanjur melawati ambang batasnya,” jelas Darwin yang diwawancarai Klikhijau, Senin 11 Januari 2021.

Bagaimana melestarikan pohon?

Lalu bagaimana mengambil sikap dalam menjaga kelestarian pohon dan hutan agar krisis lingkungan yang mengintai dapat dihentikan?

Menurut Darwin, dibutuhkan kesadaran dan gerak aktif semua orang untuk mengatasinya.

“Sayangnya, meskipun hampir semua orang mengetahui keberlangsungan kehidupan sangat terancam, tetapi tidak banyak yang memiliki kesadaran dan peran aktif untuk berbuat mengatasinya,”  kata pendamping lokal desa di kecamatan Buntu Batu,  Enrekang ini.

Karenanya, lanjut Darwin, satu hal yang sangat mungkin untuk dilakukan adalah memperbanyak jumlah pohon sebab keberadaannya sudah sangat kurang untuk menopang keberlangsungan kehidupan.

Sejauh ini, Pohon Pustaka, komunitas yang diinisiasi Darwin telah mendorong penguatan pentingnya literasi lingkungan. Pohon Pustaka memiliki kesadaran dan bergiat aktif untuk terlibat mengatasi krisis yang dimaksud pada bagian sebelumnya.

KLIK INI:  Mantap, SMAN 6 Gowa Lepaskan Diri dari Kepungan Sampah Plastik

Meski demikian, kata Darwin, peran Pohon Pustaka sangatlah tidak signifikan jika berbicara skala global.

“Tetapi, bagaimanapun kecilnya, tetap harus ada yang berbuat sesuatu untuk menghadang laju krisis planet yang semakin cepat. Gerakan Ekoliterasi Pohon Pustaka setidaknya mengusung dua hal yaitu aktif melakukan penanaman pohon semaksimal mungkin khususnya di wilayah Kabupaten Enrekang; dan berupaya meningkatkan kesadaran dan awareness masyarakat sekitar mengenai pentingnya keberlangsungan kehidupan,” tegasnya.

Pesan untuk generasi muda

Salah satu program kerja yang berlangsung di Rumah Pohon selama ini adalah “One Book One Tree”. Ini adalah program yang ingin melibatkan siapa saja dalam penanaman pohon dengan cara terlibat langsung kegiatan penanaman, atau berdonasi buku dan non buku ke Pohon Pustaka.

Pada program ini, Pohon Pustaka akan menanam satu pohon untuk setiap satu buku donasi yang diterimanya.

Darwin berharap ke depan semakin banyak orang khususnya anak-anak muda yang peduli terhadap penguatan ekoliterasi. Generasi muda memiliki energi dan kesempatan yang besar untuk berbuat menyelamatkan kehidupan.

“Minimalnya, generasi muda harus berpengetahuan mengenai keadaan lingkungan mereka saat ini, sehingga tumbuh kesadaran mengenainya. Setiap pemuda pada level personal bisa langsung berbuat sesuatu, minimalnya dengan melakukan praktek hidup yang lebih ramah lingkungan pada level individu sebisa mungkin,” pungkas Darwin

KLIK INI:  30 Ribu Pohon di 1000 Titik Menandai Hari Jadi Kota Makassar ke-414