Perjalanan 5 Tahun Program USAID Bangun Kawasan Konservasi Perairan di Indonesia Timur

oleh -28 kali dilihat
Perjalanan 5 Tahun Program USAID Bangun Kawasan Konservasi Perairan di Indonesia Timur
Foto/Sea-Indonesia.org
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat  (USAID) mengakhiri program Suistainable Ecosystem Advanced (SEA) setelah berhasil merealisasikan kawasan konservasi perairan (KKP) seluas 1,6 juta hektare di 3 provinsi Indonesia bagian timur.

Program yang telah berjalan sejak 2016 ini berfokus pada konservasi beberapa wilayah perairan di Maluku, Maluku Utara dan Papua.

USAID SEA bertujuan untuk membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mewujudkan 30 juta hektare kawasan konservasi kelautan dan mendukung pembentukan 14 kawasan konservasi perairan di beberapa wilayah di Indonesia.

Program ini mengelola dana sebesar 32 juta US dollar atau Rp 448 miliar berasal dari pemerintah Amerika Serikat yang berfokus memajukan perikanan berkelanjutan dan konservasi laut.

Program USAID bersama KKP berawal dari kekhawatiran akan kerusakan kawasan laut Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Maraknya aktivitas eksploitasi penangkapan ikan besar-besaran dan pengrusakan habitat ikan seperti terumbu karang dan mangrove mengancam kelestarian laut Indonesia. Terlebih lagi laut Indonesia menjadi sumber pangan utama bagi jutaan keluarga Indonesia.

KLIK INI:  Penyelundup Sampah Plastik Terancam Denda Hingga 5 Milyar

Dalam catatanya, USAID menjelaskan,” United States Agency for International Development (USAID) mendukung KKP dalam bentuk kerjasama melalui Proyek USAID SEA (Sustainable Ecosystem Advanced), menindaklanjuti komitmen yang dicanangkan dalam Inisiatif Segitiga Terumbu Karang serta dalam rangka menjawab kebutuhan yang mendesak meningkatkan kapasitas para pengelolanya. Fokus utama dari USAID SEA adalah untuk membangun kawasan konservasi di Indonesia Timur dan untuk mengambil pembelajaran bagi penguatan pelindungan habitat laut serta perikanan yang sangat berharga di Indonesia,” jelas USAID.

Dalam perjalannya, USAID SEA juga menaruh fokus pada wilayah pengelolaan perikanan seluas 21,7 Hektar dalam status perbaikan pengelolaan perikanan. Selain itu, terdapat 17,2 juta hektare dalam status  perbaikan pengelolaan dengan implementasi perencanaan tata ruang laut (marine spatial planning).

Kekayaan laut Indonesia

USAID SEA memilih laut Indonesia Timur sebagai kawasan konservasi, sebab laut Indonesia Timur menjadi rumah bagi ribuan jenis terumbu karang yang masuk dalam segitiga terumbu karang dunia.

“Wilayah yang paling kaya dan paling beragam kehidupan lautnya ada di wilayah Indonesia Timur, yang merupakan pusat dari segitiga terumbu karang dunia yaitu wilayah laut tropis yang terletak di negara Indonesia, Malaysia, Philippines, Papua New Guinea, Timor Leste dan Solomon Islands. Wilayah pusat keanekaragaman laut ini ditentukan berdasarkan jumlah adanya spesies karang keras (hampir 600) dan lebih dari 2.000 spesies ikan karang” sambung USAID.

KLIK INI:  Lampaui Target, Ini Capaian USAID dan KKP selama 5 Tahun Kerja Sama dalam Proyek SEA

Sebagai negara maritim, USAID melihat potensi ekonomi dan sumber pangan yang besar dari aktivitas ekonomi kelautan dan perikanan di Indonesia.

Indonesia juga menjadi salah satu kawasan terumbu karang terbesar di dunia yang menjadi rumah bagi jutaan biota laut yang mendiami perairan laut Indonesia.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, menjadi rumah bagi 15,8% (27.255 km2) terumbu karang dunia. Hal ini menyebabkan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia terkait sangat erat dengan laut dan sumberdaya pesisir. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), saat ini sekitar 70% sumber protein bagi konsumsi masyarakat Indonesia berasal dari ikan, sementara hampir 20% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) berasal dari sektor perikanan dan industri kelautan,” jelas USAID dalam catatanya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam programnya menargetkan pada tahun 2030 mendatang 30 juta hektare kawasan konservasi kelautan yang terdiri dari pemeliharaan terumbu karang, hutan bakau dan gunung-gunung bawah laut yang menjadi tempat habitat bagi ribuan spesial biota laut Indonesia.

KLIK INI:  Benarkah Senyawa Sesquiterpenes Gaharu dapat Cegah Penyebaran COVID-19?