Peringati Hari Nelayan, Pemuda Pangkep Gelar Demonstrasi

oleh -45 kali dilihat
Peringati Hari Nelayan, Pemuda Pangkep Gelar Demonstrasi
Peringati Hari Nelayan, Pemuda Pangkep Gelar Demonstrasi - Foto/Ist

Klikhijau.com – Ada banyak cara kelompok masyarakat memperingati hari nelayan. Seperti sekelompok pemuda di Kabupaten Pangkep yang melakukan aksi demonstrasi untuk memperingati hari nelayan nasional.

Upaya ini dilakukan untuk mengkampanyekan kepada publik bagaimana permasalahan yang sedang dialami nelayan di Indonesia secara umum dan Pangkep khususnya, hingga hari ini.

Aksi demontrasi dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Pemuda Pemerhati Nelayan Indonesia sore tadi (8/4). Demonstrasi ini dilakukan di 3 titik berbeda, diantaranya Perempatan Taman Musafir, Kantor Daerah dan Kantor Polres Pangkep.

Dalam aksi ini, aliansi menuntut agar pemerintah daerah Kabupaten Pangkep untuk lebih memerdulikan kehidupan nelayan. Sebagaimana kondisi geografis kabupaten Pangkep yang terdiri dari banyak kepulauan, yang dihuni mayoritas nelayan.

Askari, salah seorang pemuda pulau menjelaskan, “Pemerintah harus memberikan solusi terbaik untuk nelayan, dimana dihari nelayan nasional ini, masih banyak nelayan yang menjerit tentang keadaannya. Akibatnya, UU No. 7 Tahun 2016 itu belum bisa selaras dengan apa yang diprogramkan pemerintah,” jelas mahasiswa Unismuh ini.

KLIK INI:  Tentang Hanapi dan 7 Manfaaf Ekologi Bagi Manusia

Aliansi pemuda ini juga menuntut agar pemerintah setempat dapat memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat nelayan. Pelayanan ini bisa berwujud akses terhadap pendidikan, kesehatan dan pembangunan fasilitas publik.
Selain itu, pelayanan ini juga termasuk diantaranya pembuatan kartu nelayan, surat-surat kapal serta kebutuhan nelayan lainnya yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Kasus lain yang disoroti aliansi gerakan adalah tindakan pengrusakan ekosistem laut dengan melakukan pemboman pukat (Destruktif Fishing) di Kabupaten Pangkep yang sedang marak terjadi.

Mereka berharap agar Polres Pangkep mengusut tuntas kasus ini dan memberikan efek jera bagi pelaku pengrusakan ekosistem laut. Aktivitas ini akan sangat merugikan nelayan dikemudian hari. Sebab, jika ekosistem laut rusak, akan berdampak pada daya tangkap nelayan.

Dalam aksi yang berlangsung sore tadi, aliansi gerakan menyatakan kekecewaan mereka lantaran tuntutan mereka tak digubris pemda Pangkep.

Jenderal Lapangan Aliansi menjelaskan, “Hasil aksi yang kami lakukan tidak menemukan titik temu karena pasca aksi kami tidak di temui oleh pemerintah daerah dalam hal ini bapak bupati, kami sangat kecewa terhadap pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Pangkep yang tidak serius mengatasi persoalan masyarakat nelayan Kabupaten Pangkep” ujar Rafiudin.

Untuk itu, mereka menyatakan masih akan tetap melakukan perjuangan hingga tuntutan mereka dapat diterima pemerintah daerah Kabupaten Pangkep. Demi perbaikan kehidupan nelayan pulau.

KLIK INI:  Instruksi Menteri LHK Dibacakan pada Upacara Hari Bhakti Rimbawan ke-36, Begini Isinya!