Perihal Secang yang Airnya Jadi Suguhan di Pasar Pangkal Earth Hour

Publish by -435 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Perihal Secang yang Airnya Jadi Suguhan di Pangkal Earth Hour
Tanaman secang/foto - ciriciripohon

Klikhijau.com – Nanda berulang kali menyampaikan jika adai air secang disiapkan. Air itu bisa dinikmati oleh setiap pengunjung pasar Pangan Lokal (Pangkal) Earth Hour (EH) Makassar.

Nanda adalah nama panggilan dari Nanda Irma Aulia Desi Pratiwi. Perempuan manis itu merupakan Koordinator EH Makassar.

Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020, Nanda bertindak sebagai Master of Ceremonies (MC) untuk memandu acara Pangkal yang digelar di Rumah Hijau Denassa (RDH), Gowa.

“Bagi yang ingin minum silakan, ada disiapkan teh dan air sepang,” ujar Nanda melalui pengeras suara. Sepang adalah nama lain dari tumbuhan secang.

KLIK INI:  Rasa memiliki di Rumah Hijau Denassa

Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di Indonesia.  Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar dan M.Yasser (2018) membeberkan jika kayu sepang atau secang merupakan sumber antioksida alami.

Secang banyak tumbuh liar di daerah pegunungan yang berbatu, tetapi tidak terlalu dingin dan kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun (Dalimartha,  2009).

Sepang  termasuk tanaman famili Caesalpiniaceae. Kayu ini biasa digunakan sebagai pewarna air oleh para leluhur.

Pemilihan sepang sebagai pewarna air bukan tanpa alasan. Sebab sepang secara empiris diketahui memiliki banyak khasiat penyembuhan sehingga biasa dikonsumsi masyarakat sebagai minuman kesehatan.

Melihat manfaatnya itu pula, tidak salah  jika panitia Pasar Pangkal memilih secang sebagai pewarna air yang disuguhkan kepada pengunjung.

Apalagi tanaman ini  bisa bermanfaat sebagai  obat berbagai macam penyakit, seperti diare, disentri, tetanus, malaria, dan batuk.

KLIK INI:  Lidah Biru Lucky Mengagetkan Petugas di Australian Reptile Park

Pengolahan secang sebagai minuman kesehatan masih secara tradisional, yakni   kayu dalam potongan-potongan kecil atau serutan kayu dituang ke dalam air atau direbus.

Namun, sebenarnya bukan hanya kayunya yang bisa dimanfaatkan. Bahkan buahnya pun bisa dimanfaatkan. Saat acara Pangkal  buah secang pun ikut di pamerkan oleh panitia.

Semua bagian bermanfaat

Sederhanya, boleh dikata hampir semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan, mulai dari kayu, daun, buah hingga biji.

Batang dari tanaman secang mengandung tanin dan brasilin, yang berkhasiat sebagai antibakteri. Selain itu  batang kayu sepang juga mengandung asam galat, resin, brazilein, d-alfa phellandrene, oscimene, minyak atsiri, resorsin dan brasilin

Brazilin merupakan senyawa antioksidan yang mempunyai katekol dalam struktur kimianya. Brasilin inilah ini adalah golongan senyawa yang memberi warna merah pada kayu sepang dengan struktur C6H14O5  (Fardhyanti dan Riski, 2015).

Sedangakn daun sepang bisa dimanfaatkan dalam pemeraman buah pisang dan mangga, biasanya untuk proses pematangan.

KLIK INI:  Daeng Rimang dan Aroma Kue Tradisional di Pasar Pangkal EH Makassar

Bagian kayunya jika direbus bisa memberi warna merah gading muda yang dapat digunakan untuk pengecatan, memberi warna anyaman, kue, minuman atau sebagai tinta (Lestari, Tjandrakirana, dan Kuswanti, 2013). Nah, air yang disuguhkan pada acara Pangkal itu merupakan air rebusan kayu secang.

Tanaman ini memiliki kemampuhan mengobati karena mengandung banyak senyawa kimia. Di antaranya alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid, dan terpenoid (Rusita dan Suhartono, 2016).

Selain itu, khasiat dari tanaman ini adalah sebagai antimikroba, antioksidan, maupun zat pewarna alami.

Djaeni (2015) mengungkapkan jika komponen senyawa bioaktif yang terkandung dalam kayu sepang, yaitu brazilin, brazilein, 3’-O- metilbrazilin, sappanone, chalcone, sappancalchone dan komponen umum lainnya, seperti asam amino, karbohidrat dan asam palmitat yang jumlahnya relatif sangat kecil.

Sedangkan menurut Kusmiati, Dameria, dan Priadi, (2014), daun sepang mengandung polifenol dan 0,16- 0,20% minyak atsiri.

Tanaman ini merupakan anggota  suku polong-polongan (Fabaceae). Pada beberapa bagian, bisa dijadikan komoditas perdagangan rempah-rempah, di antaranya  pepagan (kulit kayu) dan kayunya.

Hmmm, semoga pada acara EH Makassar selanjutnya masih ada suguhan air secang!

KLIK INI:  Di Usia 6 Tahun, Unyu Jadi Penghuni Kawasan TN Bukit Baka Bukit Raya
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!