Perihal Isu Penolakan F8 di CPI, Begini Pernyataan Direktur WALHI Sulsel!

Publish by -128 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Perihal Isu Penolakan F8 di CPI, Begini Pernyataan Direktur WALHI Sulsel!
Isu Penolakan F8 di CPI/Foto-IK Media

Klikhijau.com – Ada yang berbeda memang dengan pelaksanaan Makassar Internasional Eight Festival & Forum atau F8 tahun ini, yakni lokasinya yang akan digelar di Centre Point of Indonesia (CPI). Sebelumnya, F8 rutin diselenggarakan di Pantai Losari.

Pro dan kontra akan hal ini memang bermunculan dari masyarakat. Ada yang tak setuju dengan alasan bahwa F8 sudah sangat identik dengan eksotika Losari. “Dengan memindahkan F8 ke CPI, itu sama saja memindahkan pesona Pantai Losari ke seberang,” kata Dayat seorang pengunjung Pantai Losari pada Klikhijau.com.

Di pihak lain, ada pula yang setuju karena menganggap sebagai momen baik melihat langsung perkembangan kawasan baru CPI yang megah itu.”Setidaknya kita punya tempat alternatif baru yang tidak kalah menariknya dengan Losari,” tutur Rany pengunjung Losari pada Klikhijau.com.

Namun, respon kritis disampaikan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulsel. Bukan dalam konteks menolak penyelenggaraan even sekaliber F8, tetapi menyayangkan mengapa lokasinya digelar di CPI.

KLIK INI:  Walhi Sulsel: Pemerintah Kota Makassar Gagal Atasi Banjir

“WALHI tidak pernah menyatakan menolak F8, Itu festival keren dan spektakuler di Makassar. Tetapi, kami cukup menyayangkan festival ini digelar di lokasi reklamasi yang dimonopoli oleh salah satu perusahaan properti di Makassar,” kata Muhammad Al Amin, Direktur WALHI Sulsel.

Menurut catatan WALHI Sulsel, selama proyek reklamasi berlangsung, terdapat banyak masyarakat khususnya nelayan yang menyatakan menolak proyek reklamasi tersebut.

“Bahkan sampai sekarang, masyarakat nelayan dari empat kelurahan itu masih terus meminta pertanggungjawaban pemulihan lingkungan akibat proyek reklamasi CPI,” tegas WALHI yang ditulis di laman Instagram resminya.

WALHI menilai, pesta F8 yang meriah tentu akan melukai perasaan nelayan yang terzalimi. “Membuat kegiatan di kawasan CPI dengan menggelontorkan anggaran milliaran rupiah di tengah penderitaan nelayan yang terus meminta perbaikan dan pemulihan atas hak-haknya, bukanlah hal yang etis,” tegas WALHI.

KLIK INI:  Penataan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia Dapat Pujian dari Sekjen ASEAN
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!