Perempuan 61 Tahun Asal Jerman Ini Rawat 1.800 Ekor Sapi yang Sakit di India

oleh -13 kali dilihat

Klikhijau.com – Perempuan berusia 61 tahun itu datang ke India sekitar 25 tahun lalu. Ia datang dari jauh, melintasi benua, demi mewujudkan mimpinya, mengabdikan diri merawat sapi.

Sapi-sapi yang ia rawat bukan sapi peternakan, bukan, tapi yang cacat dan ditelantarkan oleh pemiliknya. Ia merawatnya dengan penuh cinta.

Namanya Friederike Irina Bruening, ia datang dari Berlin, Jerman. Beberapa waktu lalu ia mengancam akan mengembalian penghargaan sipil tertinggi untuk perlindungan sapi yang ia menangkan – penghargaan Padma Shri.

Ancaman itu ia keluarkan setelah permohonannya untuk perpanjangan visa ditolak. Namun, setelah adanya intervensi dari pemerintah nasionalis Hindu, ia diizinkan untuk tetap tinggal di India.

KLIK INI:  Begini Bentuk Kepedulian Artis Hollywood Kate Hudson Terhadap Lingkungan

“Saat ini ada sekitar 1.800 sapi di bawah peawatan kami,” ujar Bruening kepada AFP dari luar kota suci Mathura di India utara dimana ia merawat semua hewan itu.

“Sekitar 5 hingga 15 sapi di bawa ke sini setiap hari,” tambahnya.

Kondisi tersebut mendesak Menlu Sushma Swaraj untuk beralih ke Twitter dan mengumumkan bahwa ia “meminta laporan,” dan hari Senin lalu, ia telah memperoleh visa nya yang baru yang memungkinkan ia untuk tetap tinggal di India.wahrada

Sejak ia datang ke India, ia telah menghabiskan sekitar 200.000 euro ($225.000) uang pribadinya selama bertahun-tahun untuk mengelola tempat penampungan sapi miliknya, yang memakan biaya $45.000 per bulan untuk pengelolaannya.

Banyak sapi yang diserahkan padanya dalam keadaan buta atau terluka akiba kecelakaan lalu lintas, sementara yang lainnya sakit karena memakan sampah plastik yang berserakan di India. Sekitar dari setengah sapi yang diterimanya tidak dapat bertahan hidup.

KLIK INI:  Kisah Tini, Perempuan Tuna Netra Penjaga Owa Jawa di Hutan Lekong

Sejak berkuasa di tahun 2014, satu dari kebijakan khas dari PM Narendra Modi, yang baru terpilih kembali, adalah perlindungan terhadap sapi, yang dipercaya banyak umat Hindu sebagai hewan suci.

Undang-undang yang menentang pemotongan dan konsumsi daging sapi telah diperkuat, dan pembantaian terhadap kaum Muslim dan warga kasta rendah Dalit – yang secara tradisional banyak terlibat di sektor itu – telah mengalami peningkatan.

Kondisi ini telah mendesak banyak orang untuk meninggalkan sapi yang tua dan lemah dibandingkan menjualnya untuk dipotong, yang mengakibatkan banyak hewan itu yang dilepas liar, termasuk di kota-kota seperti di Delhi di mana keberadaan hewan itu di jalan-jalan adalah hal yang biasa.

Namun untuk dirinya, yang kemudian beralih menjadi pemeluk Hindu dan dikenal dengan nama Sudevi Dasi, memotong sapi yang tua dan sakit bukanlah jawaban.

“Membunuh sapi adalah hal terburuk yang dapat anda lakukan,” tuturnya.

KLIK INI:  Kisah Haru Seorang Jeffalin Milka, Mendonasi Taman Marga Satwa Secara Swadaya