Pentingnya Mengubah Perilaku Milenial Terhadap Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Publish by -74 kali dilihat
Pentingnya Mengubah Perilaku Milenial Terhadap Perlindungan Keanekaragaman Hayati
Diskusi keanekaragaman hayati/foto-dok KLHK

Klikhijau.com – Biodiversitas/keanekaragaman hayati menjadi bagian penting dalam rantai kehidupan manusia, yaitu sebagai sistem pendukung kehidupan (life support system) seperti rantai pangan, siklus hidrologi, siklus energi, biopropekting dan lain-lain.

Namun demikian kesadaran tentang arti penting keanekaragaman hayati bagi kehidupan belum sepenuhnya disadari masyarakat, khususnya para milenial.

Keanekaragaman hayati sebagai life support system menjadikan keberadaannya mutlak ada karena kerusakan terhadap keanekaragaman hayati dapat mengancam kehidupan manusia.

Keanekaragaman hayati mendukung fungsi penyediaan pangan, kesehatan, air, udara bersih, dan lain sebagai yang merupakan hal dasar yang mendukung eksistensi kehidupan manusia di dunia.

“Jika ingin biodiversitas mendukung pangan dan kesehatan. Maka menjaga sistem ekosistemnya dulu itu yang penting,” ujar Laksmi Dhewanti Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional di Gedung Manggala Wanabakti, KLHK, Senin, 20 Mei 2019.

KLIK INI:  Belasan Pelajar Belanda Belajar Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Sejalan dengan itu Mr. Wu Zhi Min selaku Director General of Wildlife Management, National Forestry and Grassland Administration the People’s Republic of China yang menjadi salah satu narasumber talkshow menyebutkan bahwa Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian keanekaragaman hayati.

Tiongkok sebagai salah satu negara megabiodiversitas dengan 6.915 vertebrata atau 14% dari jumlah total populasi di dunia, serta lebih dari 30.000 spesies tanaman vascular atau 8-12% dari jumlah total populasi di dunia, telah mempunyai berbagai peraturan terkait konservasi keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati akan terjaga bila ekosistem mendapat perlindungan, sehingga tercipta kondisi lingkungan yang sehat yang mendukung kehidupan manusia.

KLIK INI:  Keragaman Hayati Indonesia Jadi Sumber Pangan dan Kesehatan

Pesan tentang perlindungan keanekaragaman hayati ini penting untuk diarusutamakan melalui strategi branding yang tepat dan terukur agar dapat menancap ke dalam pola pikir manusia, yang akhirnya akan merubah prilaku dan perbuatan manusia agar dapat hidup serasi dan selaras dengan alam dan lingkungan.

Dengan komposisi masyarakat dunia yang semakin dipenuhi dengan generasi milenial, maka strategi branding tentang keanekaragaman hayati ini harus mampu mencuri perhatian milenial.

“Berbicara dengan milenial itu sulit, padahal saat ini di dunia jumlahnya mencapai 31% dari total penduduk dunia. Karenanya dibutuhkan pendekatan yang tepat untuk mengkomunikasikannya,” ujar Shiera Syabila Maulidya, Brand Manager Danone Indonesia.

Shiera menambahkan strategi branding tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati harus diperkenalkan dengan konten-konten yang tepat dan sederhana. Sehingga dapat menancap dipikiran milenial.

Strategi branding itu diawali dengan membangun kesadaran (awareness). Dilanjutkan dengan menjalin partisipasi (engagement). Sehingga milenial akan mencapai tahap mempertimbangkan (consideration). Dan puncaknya dapat merubah (conversion) perilaku dan cara pandang milenial terhadap perlindungan keanekaragaman hayati.

Platform digital juga menjadi media yang paling tepat untuk mendekati generasi milenial, platform digital pula yang dapat secara lengkap menjadi saluran dari implementasi keempat strategi branding tadi ujarnya.

Selain branding, talkshow ini juga membahas terkait potensi keanekaragaman hayati Indonesia terutama sebagai sumber pangan, bahan baku produk kecantikan dan kesehatan.

KLIK INI:  Menteri LHK Ajak Semua Pihak Peringati Hari Keanekaragaman Hayati

“Indonesia saat ini adalah negara yang sangat potensial untuk produk kecantikan. Kekuatan Indonesia adalah sumber daya alam. Kekayaan biodiversitas Indonesia adalah nomor satu di dunia, sehingga sangat banyak bahan alam dari seluruh Indonesia yang bisa menjadi bahan baku produk Marta Tillaar,” ujar Maily, S.Si, M.Biomed, Corporate Creative and Innovative, Corporate Advanced Research and Evaluation Centre Head, Martha Tilaar Group

Maily pun menambah jika saat ini tren kecantikan adalah kembali ke alam (back to nature). Semua yang alami (natural) dianggap baik dari pada yang sintetis/buatan. Hal ini menjadi kesempatan emas Indonesia untuk memacu industri kecantikannya agar menjadi pimpinan di pasar dunia.

Maharani dari PT Bio Farma juga menyebutkan jika monyet ekor panjang (Macaca fasicularis) merupakan salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan jumlah yang juga sangat masif, telah menjadi salah satu bahan yang digunakan PT Bio Farma untuk memproduksi vaksin yang dijual untuk kebutuhan masyarakat dunia.

Salah satu vaksin tersebut adalah vaksin polio yang telah menyelamatkan banyak manusia di dunia dari ancaman penyakit polio.

“Vaksin yang diproduksi dari Macaca tentu memanfaatkan Macaca hasil penangkaran bukan dari Macaca liar sesuai peraturan yang berlaku,” imbuh Maharani

KLIK INI:  Taka Bonerate, Surga keanekaragaman Hayati di Selatan Sulsel

Selanjutnya terkait pangan, ternyata keanekaragaman hayati di Indonesia juga dicerminkan dengan kekayaan atas varietas pangannya. Hal ini disebutkan oleh Roni Megawanto, Direktur Program, Yayasan KEHATI.

Keanekaragaman pangan ini mulai dari jagung, beras, shorgum, umbi-umbian, hingga sagu. Semua itu harus dipertahankan, salah satunya dengan pendekatan kearifan lokal. Dengan kembalinya pangan lokal masyarakat bisa sehat sekaligus sejahtera.

“Saat ini petani shorgum sudah tidak dianggap petani miskin. Bahkan sudah menolak beras raskin karena sudah punya shorgum,” ujar Roni menjelaskan keberhasilan KEHATI dalam mendorong kembalinya budidaya shorgum di Nusa Tenggara.

Penyelenggaraan Talkshow dalam rangka Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2019. Tanggal 22 Mei kali ini mengambil tema: Sustainable use of biodiversity for Our Food anf Our Health.

Pesan utama yang ingin disampaikan adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dunia. Bahwa sumber pangan dan nutrisi serta sumber kesehatan sangatlah bergantung kepada kelestarian keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.

KLIK INI:  Perihal Wacana Penutupan Kawasan Taman Nasional Komodo, Begini Tanggapan KLHK
Editor: Irhyl R Makkatutu
Sumber: ppid.menlhk.go.id

KLIK Pilihan!