Pemkot Bekasi Terjunkan Seehamster, Perahu Penakluk Sampah Sungai

oleh -27 kali dilihat
Pemkot Bekasi Terjunkan Seehamster, Perahu Penakluk Sampah Sungai
SeeHamster adalah sebuah perahu pembersih sungai buatan Jerman, di Kali Bekasi, Jawa Barat - Foto/Ist

Klikhijau.com – Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, Pemerintah Kota Bekasi bersama Waste4Change untuk pertama kalinya akan meluncurkan SeeHamster.

Apa itu? SeeHamster adalah sebuah perahu pembersih sungai buatan Jerman, di Kali Bekasi, Jawa Barat. Pelepasan perahu pembersih sungai pertama di Kali Bekasi ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bekasi, Camat Bekasi Selatan, Lurah Pekayon Jaya, dan Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano.

Hadir melalui Bekasi River Cleanup (BRIC), pengadaan perahu pembersih sungai SeeHamster ini bertujuan mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang sampah dari sungai di Kota Bekasi.

Pemilihan Kali Bekasi sebagai lokasi pertama pelepasan perahu SeeHamster berdasarkan sambutan hangat Pemerintah Kota Bekasi terhadap usaha-usaha pelestarian lingkungan demi peningkatan kualitas hidup warga Bekasi.

“Kerjasama pembersihan sampah sungai Bekasi menggunakan perahu ini akan disertai pendampingan secara sistemik sekitar satu tahun. Dengan 3 kapal ini saya optimis bisa membersihkan sampah di sungai Bekasi. Namun yang tidak bisa kami kendalikan adalah kondisi sungai di hulu,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

KLIK INI:  Jarolli Tak Lagi Terbang Menuju Gunung Bawakareang

Hal ini dikarenakan sampah di sungai Bekasi tidak semua berasal dari warga Bekasi. Oleh sebab itu, Rahmat mengajak seluruh elemen mengambil peran untuk ikut serta menjaga sungai Bekasi dari hulu sampai hilir.

Peluncuran dan uji coba perahu pembersih sungai SeeHamster yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Februari 2021 pagi meresmikan satu dari tiga perahu SeeHamster yang akan  dioperasikan dalam pembersihan sampah sungai.

Keberadaan perahu-perahu SeeHamster yang memiliki kapasitas pengumpulan 50 – 100 kg sampah per hari, nantinya diharapkan dapat mengurangi jumlah timbulan sampah di sungai.

Selain bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi, program ini juga turut menggandeng pihak-pihak yang berkompeten, yaitu Schwarz Group, One Earth One Ocean (OEOO), Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, DBMSDA, serta Pasukan Katak.

“Saat ini Waste4Change sedang fokus mengembangkan jasa untuk mengelola sampah lebih banyak lagi dan melakukan pendekatan ke beberapa kota serta kabupaten yang terbuka untuk bekerjasama dalam membersihkan sampah seperti Pemkot Bekasi. Semoga bentuk kerjasama ini dapat menjadi pemantik untuk membersihkan sungai-sungai Indonesia lainnya agar tidak berkontribusi lebih banyak terhadap krisis marine debris yang saat ini kita alami” tutup Mohamad Bijaksana Junerosano, Founder dan Managing Director Waste4Change.

KLIK INI:  Air Pasang, Kubangan Sampah di MLC Baluno Menjelma Rupiah
Tentang Project OEOO dan organisasi yang terlibat

Project OEOO (One Earth One Ocean) berfokus pada pengadaan teknologi dan sistem yang berkelanjutan untuk koleksi sampah pada wilayah bantaran kali, sungai, dan muara.

Saat ini project OEOO melakukan proses pengumpulan dan riset sampah menggunakan See Hamster dan See Kuh, 2 jenis perahu pengoleksi sampah.

See Hamster, perahu rakit dengan 2 lambung, pertama kali beroperasi di kali dan sungai Jerman di tahun 2011, lalu sudah membantu pembersihan sungai di Kamboja pada tahun 2018.

See Kuh merupakan perahu pembersih dengan ukuran lebih besar yang pertama kali beroperasi di Lübeck pada tahun 2016 dan mulai membersihkan sungai dan laut di Hong Kong pada tahun 2017.

Sedangkan Waste4Change (PT. Wasteforchange Alam Indonesia) sendiri merupakan kewirausahaan lingkungan berbasis sosial yang menawarkan jasa pengelolaan sampah dengan cara yang bertanggung jawab.

Organisasi ini didirikan pada tahun 2014 oleh Mohamad Bijaksana Junerosano yang juga merupakan penggiat solusi permasalahan sampah dan pendiri Greeneration Indonesia.

Waste4Change memiliki misi untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir ke TPA maupun lingkungan  serta perubahan perilaku dan pola pikir menuju pengelolaan sampah indonesia yang lebih baik.

Adapun PreZero adalah perusahaan pengelolaan limbah Jerman yang aktif secara global, serta penggerak inovasi dalam solusi daur ulang, manajemen energi, dan logistik. BRIC adalah bagian dari Strategi Plastik REset dari Grup Schwarz.

KLIK INI:  9 Tokoh Hutan Sosial Mendapatkan Trofi dari Pemerintah, Berikut Daftarnya