Peduli Banjir Masamba, UPT KLHK Distribusi Bantuan dan Sinergi ke Tapak

Publish by -52 kali dilihat
Peduli Banjir Masamba, UPT KLHK Distribusi Bantuan dan Sinergi ke Tapak
Tim UPT KLHK peduli banjir Masamba - Foto/Ist

Klikhijau.com – Banjir Bandang yang terjadi di Masamba Kabupaten Luwu Utara pada Senin 13 Juli 2020 lalu telah menelan  korban jiwa,  40 orang dinyatakan hilang dan 36 jiwa meninggal.

Menurut keterangan dari Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Wisnu Widjaja, selain korban hilang dan meninggal sebanyak 14. 483 jiwa yang menjadi korban terdampak.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)  Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri bersama Tim UPT KLHK bergerak ikut serta memberi bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.

Dalam kondisi transportasi yang masih belum stabil tim relawan  langsung  mendatangi korban di kediamannya dan pos-pos pengunsian.

“Untuk mobilisasi bantuan ke lapangan digunakan beberapa unit kendaraan roda 4 dan roda 2 dari BBKSDA Sulsel yaitu Mobil double cabin Isuzu D-Max 1 unit dan 5 unit Motor trail didukung 9 personil lapangan bersama personil Manggala Agni” jelas Thomas.

KLIK INI:  Pemanasan Suhu Laut dan Bencana yang Mengiringinya

Banjir Bandang Masamba membuat pilu dan haru banyak pihak. Pasca banjir simpati dan empati masyarakat datang dari segala penjuru.

“Kami dari solidaritas rimbawan KLHK Sulawesi Selatan melakukan aksi penyaluran bantuan  langsung  ke tapak.  Bantuan pertama telah kami berikan 3 hari pasca bencana. Dan bantuan berikutnya berangkat dari Makassar, Rabu 22 Juli 2020 dan langsung  ke lokasi yang terdampak bencana, ” tutur Thomas Nifinluri yang menginisiasi bantuan bersama tim UPT  KLKH.

Thomas mengatakan, saat turun ke lapangan tim Solidaritas Rimbawan Sulsel  dipimpin Kepala Bidang Wilayah I, BBKSDA Palopo dan Kadaops Galag Malili, serta Kasi SKW 2.

“Tim kemudian melaporkan ke Pemda Luwu Utara dan diterima oleh Bapak Sekwilda Lutra. Tim melaporkan pemberian bantuan UPT KLHK Sulsel dan rencana distribusi langsung ke warga terdampak bencana sesuai hasil penilaian lapangan Posko Daops Manggala Agni Malili. Selanjutnya Tim Solidaritas Rimbawan melakukan unloading bantuan di Posko Manggala Agni dan diserahterimakan oleh Kabidwil 1 Palopo BBKSDA Sulsel kepada Kadaops Malili,” jelas Thomas.

KLIK INI:  Pelayanan Publik KLHK Tetap Normal di Tengah Teror Virus Corona

Selama 2 hari tim Manggala Agni Daops Malili bersama Tim Sekso Konservasi Wilayah 2 Mangkutana melakukan distribusi bantuan yang diberikan UPT KLHK Sulsel langsung  ke tangan para korban.

Selain distribusi bantuan ke lapangan,  korban banjir ada juga  yang datang langsung ke Posko Manggala Agni mengambil bantuan sesuai kebutuhan warga seperti susu bayi, pakaian dalam dan perlengkapan sholat. Penyerahan bantuan di Posko dicatat oleh petugas Posko.

BNPB (Balai Nasional Penanggulangan Bencana) dalam pers release menjelaskan bencana tersebut membuat kerusakan di berbagai fasilitas meliputi sembilan jembatan, 100 meter pipa air bersih, dua bendungan irigasi, satu pasar tradisional, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, tiga unit fasilitas kesehatan, dan delapan unit kantor pemerintahan.

Banjir pun menyebabkan jalan sepanjang 12,8 kilometer rusak. Terdapat tiga kecamatan terdampak banjir bandang, yakni Masamba, Sabbang, Baebuntah, Baebuntah Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Dari beberapa  lokasii ada sebanyak 76 titik pengungsi tersebar di tiga kecamatan, yaitu di kecamatan Sabbang, Baibuntah, dan Masamba.

“Semoga aksi solidaritas rimbawan KLHK Sulawesi Selatan dapat meringankan saudara-saudara kita yang terkena bencana,” tutur Thomas.

KLIK INI:  Di September, Hampir Seluruh Wilayah Diintai Karhutla

KLIK Pilihan!